HaiBunda

PARENTING

5 Cara Menghitung Dosis Obat Anak yang Tepat

Kinan   |   HaiBunda

Minggu, 30 Nov 2025 17:20 WIB
Ilustrasi anak minum obat/Foto: Getty Images/MTStock Studio
Jakarta -

Dalam memberikan obat untuk anak, perlu diperhitungkan dosis yang tepat. Jika berlebihan, dampaknya bisa buruk bagi kesehatan Si Kecil lho, Bunda.

Beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan termasuk seperti berat badan, umur, dan juga riwayat alergi anak.

Dikutip dari The Journal of Pediatric Pharmacology and Therapeutics, komposisi tubuh memengaruhi bagaimana obat diserap, didistribusikan, dimetabolisme, dan juga dieliminasi. 


Oleh karena itu, salah hitung dosis bisa menyebabkan penggunaan obat menjadi tidak efektif. Jika berlebihan, ini justru bisa berbahaya bagi anak. 

Selalu patuhi anjuran dosis obat yang diberikan oleh dokter supaya manfaatnya lebih optimal ya, Bunda. 

Pentingnya tepat menghitung dosis obat anak

Menghitung dosis dengan tepat penting karena dua alasan utama, yakni efektivitas pengobatan dan faktor keselamatan. 

Dosis terlalu rendah dari yang diperlukan dapat membuat obat tidak bekerja optimal, sementara dosis terlalu tinggi juga tidak kalah berbahaya. 

Selain hitung dosis, yang tak kalah penting adalah pemberian obat dengan waktu yang tepat. Patuhi anjuran minum obat sesuai jadwal dari dokter.

Cara menghitung dosis obat anak

Memberikan dosis obat yang tepat untuk anak adalah hal yang penting, sehingga perlu menjadi perhatian orang tua. 

Jika ragu, pastikan untuk konsultasi dengan dokter terlebih dahulu dan tidak asal-asalan menentukan dosis sendiri ya, Bunda. Berikut adalah beberapa cara menghitung dosis obat anak:

1. Dosis berdasarkan berat badan

Cara menghitung dosis obat anak berdasarkan berat badan merupakan salah satu cara paling umum dan aman.

Langkah awal, timbang berat badan anak terlebih dahulu dalam satuan kilogram (kg). Lalu, cari tahu dosis terapetik yang direkomendasikan (misalnya 10–15 mg/kg per dosis).

Contoh:

Diketahui dosis obat parasetamol adalah sebanyak 15 mg, maka untuk anak dengan berat badan 12 kg → 12 × 15 = 180 mg per dosis. 

Jika sediaan parasetamol tersebut 160 mg/5 ml, maka (180 mg ÷ 160 mg) × 5 mL = 5.6 ml.

2. Dosis berdasarkan luas permukaan tubuh

Selain menggunakan berat badan, cara menghitung dosis obat untuk anak juga dapat ditentukan berdasarkan luas permukaan tubuh atau yang disingkat sebagai LPT.

Menurut British Journal of Anaesthesia, LPT dianggap lebih akurat karena memperhitungkan perbedaan metabolisme obat pada anak-anak yang berhubungan dengan ukuran tubuh mereka.

Rumus untuk menentukan dosis obat anak dengan LPT adalah sebagai berikut.

Anak di bawah 30 kg = (berat badan anak x 2) persen dari dosis dewasa.
Anak di atas 30 kg = (berat badan anak + 30) persen dari dosis dewasa.

Untuk lebih jelasnya, berikut contoh perhitungan dosis obat anak dengan berat badan 25 kg dan jika dosis obat paracetamol untuk dewasa sebesar 500 mg.

Dosis anak: 
= (berat badan anak x 2) persen dari dosis dewasa
= (25 x 2) persen 500 mg
= (50) persen 500 mg
= 250 mg

Dari hasil perhitungan di atas, maka anak dengan berat badan 25 kg akan mendapatkan dosis 250 mg paracetamol. 

3. Berdasarkan dosis dewasa

Cara menghitung dosis obat untuk anak juga bisa dengan perbandingannya dengan dosis orang dewasa.

Untuk menghitung dengan cara ini, diperlukan informasi terkait tinggi dan berat badan anak. Tujuannya agar dapat dilihat perpotongan pada nomogram, yang menghasilkan LPT dalam meter persegi.

Rumus perhitungannya yaitu:

LPT/1,73 m2 x dosis dewasa = dosis anak

Berikut contoh cara menghitungnya, diketahui:

Penggunaan obat eritromisin ukuran 125 mg.
Tinggi anak 106 cm, dengan berat 27 kg.
Ukuran LPT anak adalah 0,9 m2.
Dosis untuk orang dewasa adalah 1000 mg per hari.

Maka hasilnya adalah:
= LPT/1,73 m2 x dosis dewasa = dosis anak
= 0,9 m2/1,73 m2 x 1000 
= 900/1,73 
= 520 mg/hari

Dosis berbasis luas permukaan tubuh atau Body Surface Area (BSA) dari Du Bois digunakan untuk menentukan dosis obat yang lebih akurat berdasarkan berat dan tinggi badan seseorang. Umumnya digunakan dalam pemberian obat-obatan seperti kemoterapi dan pediatri.

Menurut Journal Stat Pearls, rumus Du Bois untuk menghitung LPT adalah:

BSA = 0,007184 × (tinggi (cm)) 0,725 x (berat (kg)) 0,425
Dosis anak = BSA anak : BSA dewasa x dosis dewasa

4. Rumus klasik umur atau berat (Young’s rule dan Clark’s rule)

Menghitung dosis obat anak juga bisa dilakukan dengan aturan Clark (Clark's rule) yang didasarkan pada berat badan anak. 

Rumus ini kerap lebih sederhana bila dibandingkan dengan penggunaan rumus luas permukaan tubuh anak sebelumnya. 

Rumus metode Clark yaitu: 

Dosis anak = berat badan anak (kg) : 70 x dosis dewasa 

Sementara itu, pada aturan Young (Young’s rule) dilakukan berbasis umur. Namun rumus umur cenderung kurang akurat dibandingkan mg/kg karena variasi berat pada masing-masing. 

Rumus metode Young yaitu:

Dosis anak = usia anak : (usia anak+12) x dosis dewasa 

5. Berdasarkan metode Fried 

Perhitungan dosis obat anak juga dapat dilakukan dengan metode Fried dengan rumus berikut: 

Dosis anak = usia anak (dalam tahun)​ : 150 x dosis dewasa

Untuk lebih jelasnya, berikut contoh perhitungan dosis obat anak dengan usia 6 tahun:

Dosis anak = 6 tahun:150 x 500 mg
= 0,04 x 500 mg
= 20 mg

Jadi untuk anak berusia 6 tahun, dosis paracetamol yang dihitung menggunakan metode Fried adalah sekitar 20 mg.

Namun perlu diketahui bahwa metode Fried tersebut sudah sangat lama dan jarang digunakan saat ini ya, Bunda. 

Itulah ulasan tentang beberapa cara untuk menghitung dosis obat anak. Supaya lebih aman dan akurat, pemberian obat untuk anak sebaiknya hanya dilakukan berdasarkan anjuran dokter. 

Jika dokter sudah memberikan dosis dan jadwal minum obat untuk anak, maka sebaiknya patuhi agar pengobatan Si Kecil bisa lebih optimal, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(fir/fir)

Simak video di bawah ini, Bun:

Pakar Ungkap 5 Cara Cerdas Hadapi Masalah dengan Guru Si Kecil

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Teman Lama Jadi Suami, Ini Kisah Cinta Boiyen Didekati Lewat DM & Diajak Nikah

Mom's Life Amira Salsabila

3 Resep Kue Lapis Tepung Beras yang Sederhana, Lembut & Enak

Mom's Life Amira Salsabila

3 Gejala Awal Gagal Hati yang Muncul di Malam Hari

Mom's Life Aisyah Khoirunnisa

7 Ciri-ciri Kanker Rahim, Benarkah Berisiko saat Masa Kehamilan?

Kehamilan Melly Febrida

5 Cara Menghitung Dosis Obat Anak yang Tepat

Parenting Kinan

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

73 Lagu Rohani Kristen Terbaik dan Terpopuler, Penyembahan & Pujian Syukur

3 Gejala Awal Gagal Hati yang Muncul di Malam Hari

3 Resep Kue Lapis Tepung Beras yang Sederhana, Lembut & Enak

7 Ciri-ciri Kanker Rahim, Benarkah Berisiko saat Masa Kehamilan?

5 Cara Menghitung Dosis Obat Anak yang Tepat

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK