HaiBunda

PARENTING

Ini Efek yang Terjadi pada Otak Bayi Jika Sering Menangis

Kinan   |   HaiBunda

Kamis, 01 Jan 2026 13:10 WIB
Ilustrasi bayi menangis/Foto: Getty Images/whitebalance.space
Jakarta -

Menangis merupakan cara bayi untuk berkomunikasi dengan orang tua. Namun, sebenarnya adakah efek buruk yang bisa terjadi jika bayi terlalu sering menangis?

Sebagian ahli berpendapat bahwa orang tua sebaiknya segera menenangkan bayi yang menangis, karena berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan dan rasa aman.

Sementara itu, sebagian lainnya meyakini bahwa membiarkan bayi menangis selama beberapa waktu dapat membantu membentuk kemandirian dan pola tidur yang teratur. 


Benarkah menangis lama tak pengaruhi perkembangan anak?

Menurut hasil studi yang dilakukan oleh peneliti dari University of Warwick, membiarkan bayi menangis hingga berhenti sendiri tidak berdampak buruk pada perkembangannya.

Disebutkan bahwa tumbuh kembang dan keterikatan bayi dengan orang tua tidak terpengaruh oleh kebiasaan membiarkan bayi menangis hingga berhenti sendiri.

Mereka menemukan bahwa hal itu tidak banyak berpengaruh pada perkembangan bayi hingga usia 18 bulan. Bahkan, mereka menemukan bahwa membiarkan bayi menangis beberapa kali saat lahir dan sering pada usia 3 bulan dikaitkan dengan durasi menangis yang lebih pendek pada usia 18 bulan.

Hasil penelitian ini telah dipublikasikan dalam Journal of Child Psychology and Psychiatry. Disimpulkan bahwa perkembangan anak pada usia 18 bulan tidak terpengaruh secara negatif oleh kebiasaan membiarkannya menangis hingga berhenti sendiri saat bayi. 

Dengan kata lain, membiarkan bayi menangis untuk sementara waktu diyakini dapat membantu bayi belajar mengatur diri sendiri dan memberikan rasa percaya diri sejak dini.

Studi lain tentang efek buruk pada otak bayi jika sering menangis

Pakar tumbuh kembang anak Penelope Leach, dalam bukunya yang berjudul Your Baby and Child: From Birth to Age Five, menjelaskan hal sebaliknya. Ia menulis bahwa bayi yang mengalami tekanan emosional dan berulang kali dibiarkan menangis berisiko mengalami masalah di kemudian hari.

Leach berpendapat bahwa penelitian terbaru membuktikan bahwa bayi yang dibiarkan menangis dalam waktu lama berisiko mengalami kerusakan pada otak mereka. 

Padahal pada awal-awal kehidupannya, otak bayi sedang pesat berkembang. Ketidaknyamanan ini dikhawatirkan dapat mengurangi kemampuan mereka untuk belajar.

"Ini bukan sekadar pendapat, melainkan fakta bahwa membiarkan bayi menangis berpotensi merusak perkembangan otaknya," imbuh Leach, dikutip dari The Independent.

Menurutnya, bayi yang masih sangat kecil belum memiliki kemampuan mental untuk 'belajar' tidur pada waktu yang tepat, sehingga membiarkan mereka menangis tidak memberi manfaat. 

"Bayi yang dibiarkan menangis cukup lama pada akhirnya akan berhenti, tetapi bukan karena ia telah belajar untuk tidur sendiri dengan tenang. Ini karena ia kelelahan dan putus asa karena tidak mendapatkan respons," katanya.

Leach menyebut bahwa menangis adalah satu-satunya cara bayi untuk memberi sinyal bahwa ia merasa tidak nyaman atau tertekan. 

Dibiarkan sering menangis terlalu lama dapat menimbulkan stres, yang memicu reaksi berantai hormonal untuk melepaskan hormon stres kortisol dan merusak otak bayi.

"Bukan berarti bayi tidak boleh menangis. Bukan tangisannya yang berbahaya bagi bayi, melainkan tangisan yang tidak mendapatkan respons," tegas Leach.

Lalu, bagaimana sebaiknya merespons tangisan bayi?

Ilustrasi bayi menangis/Foto: Getty Images/Pradit_Ph

Praktisi masalah tidur bayi di Amerika Serikat, Anastasia Baker, mengatakan bahwa sebenarnya membiarkan bayi menangis selama beberapa menit tidak berbahaya. 

"Jika bayi telah berusia lebih dari 6 bulan, sudah mengonsumsi makanan padat, telah disendawakan dan diberi makan, serta tidak ada alasan khusus yang menyebabkan bayi menangis, maka tak masalah," ujar Baker.

Sesekali tenangkan bayi, amati dan tinggalkan selama beberapa menit jika perlu. Baker menegaskan bahwa metode ini tidak berbahaya dan dapat menjadi cara yang efektif untuk melatih bayi agar dapat tidur sendiri.

"Banyak ibu membiarkan bayi tertidur di pangkuan mereka saat menyusui, sehingga bayi tidak pernah terbiasa untuk tidur secara mandiri. Menggendong anak mereka hingga tertidur selama berjam-jam, bukanlah pola hidup yang sehat bagi sebuah keluarga," imbuhnya. 

Tanda-tanda tangisan bayi yang perlu diwaspadai

Meski menangis wajar dilakukan oleh bayi, ada beberapa tanda tangisan yang perlu diwaspadai orang tua. Salah satunya tangisan yang menunjukkan bahwa bayi sedang kesakitan.

Dikutip dari The Bump, ada beberapa penyebab bayi sering menangis. Di antaranya seperti lapar, haus, mengantuk, popoknya kotor, tumbuh gigi, nyeri perut, serta overstimulasi.

Tanda-tanda bayi menangis kesakitan yang perlu diketahui oleh orang tua:

  • Tangisan lebih intens
  • Bayi tampak tidak nyaman
  • Tubuhnya terlalu kaku atau terlalu lemas
  • Tidak mau menyusu atau makan
  • Ada perubahan pola tidur
  • Bayi tampak gemetar

Perhatikan juga gejala lain seperti demam, muntah, berat badan kurang, jika bayi tidak sadar atau jika bayi sulit ditenangkan. Apabila kondisi ini terjadi, segera bawa bayi ke dokter.

Itulah ulasan tentang serba-serbi menangis pada bayi. Tetap perhatikan tanda-tanda tak biasa yang terjadi pada Si Kecil ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(fir/fir)

Simak video di bawah ini, Bun:

Anak Minta Smartphone? Ini 2 Hal Penting yang Harus Bunda Siapkan Menurut Psikolog

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Kisah Wina Natalia Turunkan Berat Badan Hingga Ukuran XS, Merasa Hidup Kembali

Mom's Life Annisa Karnesyia

6 Gejala Super Flu yang Sudah Masuk ke Indonesia

Mom's Life Amira Salsabila

Kisah Perempuan Korea Melahirkan Bayi Kembar di Usia 58 Th, Satu Dekade Pasca Menopause

Kehamilan Annisa Aulia Rahim

Ramalan 12 Shio Tahun 2026 dari Keberuntungan, Ciong, Karier, hingga Percintaan

Mom's Life Natasha Ardiah

Atalia Praratya & Ridwan Kamil Ternyata 6 Bulan Pisah Rumah Sebelum Gugat Cerai

Mom's Life Amira Salsabila

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

7 Hal yang Tidak Akan Dibeli Orang Cerdas Meski Menarik

6 Gejala Super Flu yang Sudah Masuk ke Indonesia

Kisah Wina Natalia Turunkan Berat Badan Hingga Ukuran XS, Merasa Hidup Kembali

Kisah Perempuan Korea Melahirkan Bayi Kembar di Usia 58 Th, Satu Dekade Pasca Menopause

Ramalan 12 Shio Tahun 2026 dari Keberuntungan, Ciong, Karier, hingga Percintaan

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK