PARENTING
7 Dongeng untuk Mengajarkan Anak Cinta dan Kasih Sayang
Kinan | HaiBunda
Jumat, 09 Jan 2026 20:20 WIBTak hanya menyenangkan, dongeng bagi anak juga bisa jadi sarana berimajinasi dan melatih tentang kasih sayang. Sudahkah Bunda membacakan dongeng untuk Si Kecil hari ini?
Ya, memperkenalkan dongeng pada anak sejak dini juga bisa menjadi salah satu cara untuk menanamkan nilai-nilai positif dalam kehidupannya.
Selain penuh imajinasi, beberapa cerita dongeng juga mengajarkan tentang kasih sayang, empati, tolong-menolong, dan memaafkan orang lain. Hal ini bisa didapat dari berbagai alur cerita dongeng, serta karakter-karakter yang ada di dalamnya.
Dikutip dari Raising Children, anak yang sering dibacakan dongeng juga berpotensi memiliki ikatan emosional yang lebih kuat dengan orang tua.
Manfaat dongeng untuk anak
Selain menghibur dan melatih imajinasi anak, membaca dongeng juga dapat memperluas kosa kata baru. Hal ini karena dalam bacaan dongeng, anak dikenalkan pada berbagai istilah dan ungkapan baru yang belum tentu mereka temui dalam percakapan sehari-hari.
Anak yang rutin membaca dongeng juga memiliki potensi untuk lebih mampu berpikir kreatif. Selain itu, penelitian dalam PubMed Central menunjukkan bahwa aktivitas membaca bersama orang tua meningkatkan pemahaman emosi anak.
Kegiatan ini bisa dilakukan sedini mungkin, untuk membantu merangsang perkembangan bahasa, otak, serta keterampilan sosial anak seiring berjalan waktu.
Menurut peneliti dari National Institute of Child Health and Human Development, G. Reid Lyon, Ph.D, manfaat lain seperti peningkatan keterampilan logika dan menurunkan stres juga signifikan.
"Ada indikasi yang jelas tentang perbedaan neurologis antara anak-anak yang secara teratur dibacakan cerita dan yang tidak. Jadi kebiasaan ini sangat baik dilakukan secara rutin," ujar Lyon, seperti dikutip dari Parents.
Dongeng-dongeng untuk mengajarkan anak tentang kasih sayang
Dikutip dari berbagai sumber, berikut beberapa contoh bacaan dongeng yang dapat mengajarkan anak tentang pentingnya cinta dan kasih sayang terhadap orang lain:
1. Kisah Kijang dan Anjing Hutan
Di sebuah hutan, hiduplah Anjing Hutan dan Kijang yang saling berdampingan. Suatu saat hutan tersebut dilanda bencana sampai-sampai para Anjing Hutan saling memakan kawanannya sendiri untuk bertahan hidup.
Lama-kelamaan mereka khawatir akan punah jika saling memakan saudaranya sendiri. Akhirnya Anjing Hutan ini berunding dan memutuskan untuk memakan kawanan kijang yang sedang minum. Kawanan kijang pun berlarian.
Namun, ada satu Kijang yang terpisah dari kawanannya. Saat hendak dimakan, tiba-tiba Anjing Hutan itu menginjak patahan kayu sampai melukai kakinya. Ia meminta bantuan kepada Kijang. Tak disangka, Kijang pun membantunya.
Saat kawanan Anjing Hutan lainnya mengepung Kijang, justru Anjing Hutan yang kakinya terluka membela Kijang. Kijang pun selamat.
Pesan moral yang dapat dipetik dari cerita fabel ini ialah kebaikan akan berbuah kebaikan pula.
2. Cerita Keledai dan Anjing
Di suatu tempat, hiduplah seorang saudagar kaya bersama anjing sebagai pengawalnya dan seekor keledai. Saat dalam perjalanan setelah berbelanja, mereka harus melewati hutan.
Tiba-tiba muncul tiga orang perampok yang menghadang saudagar itu. Sebagai pengawal, Si Anjing berusaha melawan perampok tersebut sampai ia terluka. Pun demikian dengan Si Keledai.
Setelah sampai di tempat tujuan, Anjing dan Keledai yang sedang terluka meminta makan dan minum pada saudagar tersebut. Namun mereka malah diusir!
Sambil bersedih hati, keduanya lalu pergi meninggalkan tuannya tersebut.
Dari cerita ini, anak dapat mempelajari pentingnya mengucapkan terima kasih terhadap orang yang sudah berbuat baik dan jangan melupakan jasanya.
3. Gadis Kecil Penjual Korek Api
Gadis kecil ini bernama Meri. Meri sangat sedih ketika neneknya meninggal. Akhirnya ia hanya hidup dengan ayahnya.
Tapi ayah Meri sangat malas tidak mau bekerja, sehingga membuat mereka tidak punya cukup uang untuk membeli bahan makanan. Akhirnya, saat musim dingin tiba Meri keluar rumah dan menjual korek api.
Meri tidak pantang menyerah, walaupun kedinginan dan bajunya tidak tebal. Sudah beberapa hari korek apinya belum ada yang terjual. Hari semakin malam dan ia duduk di depan toko sambil menahan dingin dan lapar.
Akhirnya, ia menyalakan korek api untuk menghangatkan tangan sampai korek api itu habis dan Meri pingsan karena kedinginan. Esoknya warga menemukan Meri pingsan dan menyesal tidak membeli korek api Meri.
Pesan moral yang dapat diambil dari dongeng ini yakni pentingnya saling menolong. Jika mampu, sudah sepatutnya kita menolong tetangga, teman, dan orang-orang di sekitar.
4. Tupai yang Sombong
Di suatu hutan, hiduplah seekor tupai yang sombong. Ia sering sekali mengejek binatang lainnya di hutan, salah satunya kura-kura dan kancil.
Ketika kura-kura dan kancil sedang asik bermain menangkap bola, tanpa sengaja bola yang ia lemparkan tersangkut ke pohon di samping mereka. Namun, mereka berdua kebingungan bagaimana mengambil bola tersebut.
Tiba-tiba tupai keluar dari balik pohon sambil meloncat kesana kemari dan berkata "Haha, kasihan sekali kalian!" ujarnya. Tupai kemudian mengambil bola yang tersangkut. Namun, ketika kura-kura meminta bola tersebut, tupai malah mengejeknya dan menyombongkan diri.
Sampai akhirnya kancil dan kura-kura pun memilih pulang karena bosan melihat tingkah tupai yang sombong. Kancil pun berteriak bahwa bola tersebut direlakannya untuk tupai.
Tupai itu terkejut mendengar teriakkan kancil dan kehilangan konsentrasinya. Sehingga, ia tergelincir ke batang pohon dan terjatuh ke kubangan sisa air hujan. Akhirnya, tupai terjatuh ke dalam kubangan.
Sedangkan bola yang dipegangnya di ambil oleh kura-kura dan kancil. Sementara, kura-kura dan kancil tidak bisa menahan diri untuk tertawa melihat tubuh tupai dipenuhi dengan lumpur.
Dari cerita dongeng sebelum tidur ini kita dapat belajar bahwa janganlah menjadi anak yang sombong. Kita semua tentu memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Kesombongan hanya akan membuat kita dijauhi banyak orang.
5. Bawang Merah dan Bawang Putih
Dahulu kala hiduplah Bawang Putih dan saudara tirinya, Bawang Merah. Ibu Bawang Putih meninggal ketika ia masih bayi. Kemudian ayahnya menikah lagi dengan wanita lain dan memiliki anak bernama Bawang Merah.
Tak berselang lama, ayahnya pun meninggal. Setelah itu, kehidupan Bawang Putih amat menyedihkan. Kesehariannya, Bawang Putih selalu diminta untuk mengerjakan seluruh pekerjaan rumah termasuk mencuci baju.
Suatu hari ketika sedang mencuci, baju ibu tiri Bawang Putih hanyut. Bawang Putih pun bingung sampai akhirnya bertemu dengan seorang nenek yang mengatakan kalau ia menyimpan baju yang hanyut itu dan akan mengembalikannya dengan satu syarat. Bawang Putih harus membantu mengerjakan pekerjaan rumah. Bawang Putih pun menuruti.
Setelah selesai, nenek itu mengembalikan baju ibu tirinya. Nenek itu juga memberinya hadiah. Bawang Putih harus memilih salah satu labu untuk dibawa pulang, ada labu besar dan labu kecil. Bawang Putih memilih yang kecil. Sesampainya di rumah alangkah terkejutnya ia beserta ibu dan saudara tirinya, ternyata labu itu berisi banyak perhiasan.
Keesokan harinya, Bawang Merah melakukan hal yang sama seperti Bawang Putih. Ia pura-pura menghanyutkan pakaiannya. Kemudian, memilih labu yang besar. Ketika dibuka labu itu malah berisi ular.
Bawang Merah dan ibunya pun merasa itu adalah bentuk teguran dari Tuhan untuk mereka karena sudah memperlakukan Bawang Putih layaknya seorang pembantu. Mereka menyadari semua kesalahannya selama ini pada Bawang Putih dan meminta maaf.
Makna dari dongeng ini adalah tidak boleh berperilaku buruk terhadap orang lain dan memiliki sifat serakah. Kita senantiasa harus selalu peduli dan memahami perasaan orang lain.
6. Legenda Pulau Kapal
Di Kepulauan Bangka Belitung hiduplah keluarga yang sangat miskin. Walau sudah bekerja keras, nasib mereka tetap tidak bertambah baik. Suatu hari, sang ayah menemukan sebatang tongkat berhias permata yang sangat mahal.
Lalu dibawa pulang, ditunjukkan pada istri dan anak laki-lakinya. Mereka sepakat untuk menjual tongkat tersebut, nanti uang itu akan digunakan untuk modal usaha.
Berangkatlah sang anak ke seberang pulau. Setelah tongkat itu terjual, sang anak mendapatkan beratus-ratus keping emas. Bukannya pulang ke rumah, ia malah pergi berlayar untuk berdagang. Kedua orang tuanya terus menunggu dan mengira kalau putra mereka sudah tewas.
Beberapa tahun berlalu, datanglah kapal mewah milik saudagar kaya bersama 15 orang istrinya. Sang anak pun menghampiri kedua orang tuanya sembari memberikan sekantung uang, tetapi salah satu istrinya merasa tidak senang.
Ketika ditanya siapa kedua orang itu, ia menjawab mereka adalah pengemis. Jawaban ini terdengar oleh kedua orang tuanya.
Terjadilah badai, kapal yang ditumpangi sang anak dan para istrinya pun karam. Bangkai kapal yang mewah menjelma menjadi sebuah pulau. Konon sang saudagar bersama para istrinya menjelma menjadi monyet penunggu pulau yang diberi nama Pulau Kapal tersebut.
Pesan moral yang bisa dipetik dari dongeng ini adalah cinta dan kasih sayang pada orang tua, bahwa kita sebagai anak tidak boleh menyakiti hati kedua orang tua.
7. Batu Menangis
Alkisah, di sebuah desa terpencil hiduplah seorang janda tua dengan seorang putrinya yang cantik jelita bernama Darmi. Mereka tinggal di sebuah gubuk yang terletak di ujung desa.
Darmi memang cantik, parasnya indah menawan. Namun, tingkah lakunya sangatlah tidak cantik dan sifatnya sangatlah tidak menarik.
Setiap hari Darmi selalu bersolek di kamarnya. Ia tidak pernah mau membantu ibunya sedikit pun membereskan isi rumah. Kamarnya selalu berantakan. Darmi tidak peduli akan hal itu, ia hanya peduli pada wajahnya yang cantik jelita tiada terkira haruslah selalu tampil sempurna.
Ibunya Darmi yang sudah tua, setiap hari selalu bekerja keras demi mendapatkan uang. Apapun jenis pekerjaannya, selama itu halal, akan ia kerjakan. Semua itu ia lakukan hanya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan kebutuhan Darmi, anak semata wayangnya.
Ibunya Darmi juga kerap diperlakukan seperti pembantu. Setiap ditanya siapa yang berjalan di belakangmu, ia selalu menjawab bahwa ibunya adalah budaknya.
Mendengar hal itu terus menerus, Ibu Darmi merasa sakit hati hingga berdo'a. Secara perlahan Darmi berubah menjadi batu. Ia terus menangis dan memohon kepada ibunya. Namun, semua sudah terlambat. Kini tubuhnya berubah menjadi batu yang terus mengeluarkan air mata.
Dari dongeng ini dapat dipahami pentingnya selalu hormat dan sayang kepada orang tua. Dongeng tersebut dikutip dari buku yang berjudul Batu Menangis oleh Noor H. Dee.
Itulah ulasan tentang bacaan dongeng yang bermanfaat mengajarkan tentang cinta dan kasih sayang sesama untuk anak. Yuk, mulai rutin bacakan dongeng untuk Si Kecil sejak dini, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(fir/fir)Simak video di bawah ini, Bun:
Anak Minta Smartphone? Ini 2 Hal Penting yang Harus Bunda Siapkan Menurut Psikolog
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
10 Dongeng Anak Sebelum Tidur Paling Populer
3 Manfaat Membacakan Cerita Dongeng pada Anak Sejak Masih Janin di Kandungan
Perbedaan Mendengarkan Dongeng yang Dibacakan Bunda atau dari TV untuk Si Kecil
6 Dongeng Anak Sebelum Tidur yang Mendidik
TERPOPULER
Kini Single Parent, 5 Potret Acha Septriasa Quality Time Bareng Sang Putri Bridgia di Australia
5 Potret Cantiknya Sophia Anak Kedua Yasmine Wildblood, Disebut Kembaran Sang Bunda
Cara Menanam Ubi di Taman Rumah, Bisa Panen 120 Hari
Influencer China Bergaya Glamor, Jadi Korban Penipuan Pacar hingga Menggelendang di Kamboja
7 Jenis Rasa Sakit saat Keguguran dan Cara Mengatasinya
REKOMENDASI PRODUK
3 Tips Jaga Pencernaan Anak saat Bepergian
Tim HaiBundaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Muted Lip Tint, Pas untuk Makeup Look Lembut
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Rekomedasi Susu Program Hamil untuk Dukung Keberhasilan Promil
Dwi Indah NurcahyaniREKOMENDASI PRODUK
Review Eomma Head to Toe Happiness, Sampo & Sabun Mandi untuk Perawatan Bayi
Firli NabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Lipstik Warna Muted, Ada Pilihan Bunda?
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Kini Single Parent, 5 Potret Acha Septriasa Quality Time Bareng Sang Putri Bridgia di Australia
5 Potret Cantiknya Sophia Anak Kedua Yasmine Wildblood, Disebut Kembaran Sang Bunda
7 Jenis Rasa Sakit saat Keguguran dan Cara Mengatasinya
Cara Menanam Ubi di Taman Rumah, Bisa Panen 120 Hari
Influencer China Bergaya Glamor, Jadi Korban Penipuan Pacar hingga Menggelendang di Kamboja
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Buka Suara soal Alasan Doyan Selingkuh, Jule: Daehoon Suka KDRT
-
Beautynesia
Tes Kepribadian: Kucing atau Tikus yang Pertama Dilihat, Bisa Ungkap Sifat Dominan Dirimu!
-
Female Daily
Kembali Fit di Tahun Baru, Ini Rekomendasi Channel YouTube Dance Workout di Rumah!
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
7 Potret Siraman Anak Tommy Soeharto, Tata Cahyani Curi Atensi Berkebaya Floral
-
Mommies Daily
Kuis: Pola Parenting Seperti Apa yang Paling Cocok untuk Kamu dan Suami?