HaiBunda

PARENTING

9 Tanda Masalah Kesehatan Anak Lewat Bentuk dan Warna Kuku

Asri Ediyati   |   HaiBunda

Senin, 12 Jan 2026 20:00 WIB
Ilustrasi Tanda Masalah Kesehatan Anak Lewat Bentuk dan Warna Kuku/Foto: Getty Images/EyeEm Mobile GmbH
Jakarta -

Kebersihan dan kesehatan kuku Si Kecil perlu diperhatikan, sebab itu bisa menjadi indikator kesehatannya. Kuku yang sehat cenderung memiliki dasar kuku berwarna merah muda dan tampak halus serta mengkilap. Namun dalam beberapa kasus, kuku mungkin bisa terlihat berbeda.

Bunda mungkin melihat perubahan warna, lekukan kecil, garis atau tonjolan memanjang, kerapuhan, pecah-pecah, atau bintik-bintik putih pada kuku anak.

“Kesehatan kuku merupakan cerminan yang sangat baik dari kesehatan  secara keseluruhan,” kata Dokter Spesialis Kulit Christine Poblete-Lopez, MD, dikutip dari Cleveland Clinic.


“Banyak hal yang dapat terjadi pada kuku yang dapat menandakan masalah sistemik atau masalah kulit," lanjutnya.

Ada tanda-tanda masalah kesehatan anak yang dapat diketahui melalui bentuk dan warna kuku. Apa saja? Simak selengkapnya berikut ini, Bunda.

Baca Juga : Seberapa Sering Anak Harus Mandi? Ini Panduannya Sesuai Usia dan Kondisi Kulit

Tanda-tanda masalah kesehatan anak lewat bentuk dan warna kuku

Berikut beberapa tanda masalah kesehatan anak yang bisa terlihat lewat bentuk dan warna buku seperti dikutip dari berbagai sumber:

1. Kuku pucat

Dilansir WebMD, kuku pucat juga dikenal sebagai leukonychia, menggambarkan kuku jari yang sebagian atau seluruhnya berwarna putih. Warna putih tersebut dapat disebabkan oleh beberapa hal seperti trauma, anemia, kekurangan gizi, penyakit jantung atau ginjal, atau bahkan keracunan.

Ada tiga jenis leukonikia:

  • Leukonikia sejati: Pada leukonikia sejati, bintik-bintik putih terbentuk di area jari tangan atau kaki tempat kuku mulai tumbuh (matriks kuku), dan muncul di bagian keras kuku (lempeng kuku).
  • Leukonikia semu: Pada leukonikia semu, bintik-bintik putih terbentuk di kulit tempat kuku berada (bantalan kuku).
  • Pseudoleukonikia: Pada pseudoleukonikia, bintik-bintik putih terbentuk di permukaan kuku. Organisme eksternal seperti jamur yang menyebabkan pseudoleukonikia.

2. Kuku bergelombang

Jika permukaan kuku bergelombang atau berlubang, ini mungkin merupakan tanda awal psoriasis atau artritis inflamasi. Psoriasis adalah kondisi kulit umum yang biasanya ditandai dengan bercak merah bersisik pada kulit, tetapi juga dapat memengaruhi kuku tangan dan kaki

Perubahan warna kuku adalah hal yang umum, kulit di bawah kuku dapat tampak coklat kemerahan. Gejala lain yang juga dapat mengindikasikan psoriasis kuku meliputi:

  • Lekukan: Terlihat goresan atau lubang pada lempeng kuku.
  • Garis Beau: Garis-garis ini membentang dari sisi ke sisi di sepanjang kuku.
  • Penebalan kulit/kuku yang mudah lepas: Penebalan kulit di bawah kuku dapat menyebabkan kuku terlepas (onikolisis) dari bantalan kuku. Ini umumnya dimulai dari ujung dan menjalar ke arah kutikula.

3. Kuku putih atau kuku terry

Kuku Terry adalah jenis perubahan warna kuku. Bantalan kuku tampak "pudar," kecuali garis tipis berwarna coklat kemerahan di dekat ujungnya. Jika kuku sebagian besar berwarna putih dengan pinggiran yang lebih gelap, ini dapat mengindikasikan masalah hati, seperti hepatitis. Jika anak memiliki kuku Terry, penting untuk pergi ke dokter untuk pemeriksaan.

4. Kuku retak atau pecah

Kuku kering dan rapuh yang sering retak atau pecah telah dikaitkan dengan penyakit tiroid. Hormon tiroid yang rendah memperlambat metabolisme tubuh dan dapat mengurangi produksi keringat, yang membantu melembapkan tubuh. Akibat metabolisme dan keringat yang lebih rendah, kulit, rambut, dan kuku menjadi kering dan rapuh.

5. Kuku kuning

Salah satu penyebab paling umum kuku kuning adalah infeksi jamur. Seiring memburuknya infeksi, bantalan kuku dapat menyusut, dan kuku dapat menebal dan rapuh.

Retakan atau luka di jari kaki dapat menjadi jalan yang sempurna bagi jamur untuk masuk di antara kuku dan jaringan tepat di bawah kuku, yang dikenal sebagai bantalan kuku.

Dalam kasus yang jarang terjadi, kuku kuning dapat mengindikasikan kondisi yang lebih serius seperti penyakit tiroid berat, penyakit paru-paru, diabetes, atau psoriasis.

6. Lipatan kuku bengkak

Paronikia kronis adalah kondisi yang menyebabkan peradangan, kemerahan, nyeri tekan, dan pembengkakan pada lipatan kulit dan jaringan di sekitar kuku. Hal ini dapat menyebabkan peradangan, nyeri, dan pembengkakan di sekitar kuku, tetapi juga dapat mengakibatkan tonjolan atau gelombang pada lempeng kuku.

Dalam beberapa kasus, kuku bisa berubah menjadi kuning atau hijau dan menjadi rapuh serta kering. Biasanya ini disebabkan oleh iritan atau alergen, tetapi juga dapat disebabkan oleh jamur Candida albicans, infeksi lain atau psoriasis. Biasanya dapat diobati dengan steroid topikal.

7. Kuku kebiruan

Kuku dengan warna kebiruan dapat berarti tubuh tidak mendapatkan cukup oksigen. Hal ini bisa mengindikasikan masalah paru-paru seperti emfisema. Beberapa masalah jantung dapat dikaitkan dengan kuku kebiruan.

8. Garis gelap di bawah kuku

Perubahan warna kuku ini disebut melanonychia dan disebabkan oleh pigmen melanin. Garis cokelat yang mencapai kutikula juga bisa menjadi tanda melanoma.

Garis yang berhenti di atau sebelum kutikula kemungkinan disebabkan oleh tahi lalat atau proliferasi sel pigmen (disebut melanosit) di matriks kuku anak karena berbagai hal seperti obat-obatan baru. Ada beberapa kemungkinan penyebab termasuk kanker kulit, infeksi, atau cedera.

9. Kuku bekas gigitan

Menggigit kuku mungkin hanyalah kebiasaan lama, tetapi dalam beberapa kasus, ini merupakan tanda kecemasan yang terus-menerus dan dapat diobati. Menggigit atau mencabut kuku juga telah dikaitkan dengan gangguan obsesif-kompulsif. Jika anak tidak dapat berhenti, ada baiknya untuk berkonsultasi dengan dokter anak.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(fir/fir)

Simak video di bawah ini, Bun:

7 Masalah Kesehatan Mental yang Bisa Dialami Anak SD

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Momen Ukkasya Anak Zaskia Sungkar Gendong Adik yang Baru Lahir, Intip 5 Potret Gemasnya

Parenting Nadhifa Fitrina

Rini Yulianti & Suami Korea Jalani Ramadhan di Australia, Sahur Lebih Awal & Telaten Urus Mertua

Mom's Life Annisa Karnesyia

Saluran Tuba Diangkat Jadi Alasan Zaskia Sungkar Pilih IVF saat Promil Baby Urwah

Kehamilan Annisa Karnesyia

Lesti Kejora Melahirkan Anak Ketiga di Bulan Ramadhan 2026, Intip Potretnya

Kehamilan Nadhifa Fitrina

Bayi Menangis Tengah Malam Tanpa Sebab, Ini 7 Doa yang Dianjurkan dalam Islam

Parenting Kinan

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Momen Ukkasya Anak Zaskia Sungkar Gendong Adik yang Baru Lahir, Intip 5 Potret Gemasnya

Saluran Tuba Diangkat Jadi Alasan Zaskia Sungkar Pilih IVF saat Promil Baby Urwah

Rini Yulianti & Suami Korea Jalani Ramadhan di Australia, Sahur Lebih Awal & Telaten Urus Mertua

Apakah Bayi Usia 5-6 Bulan Boleh Makan Semua Jenis Buah?

Momen Ultah Rio Febrian Dirayakan Sederhana Bareng Anak Istri saat Sahur

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK