PARENTING
Mengenal Cereulide dalam Susu Formula, Penyebab Anak Muntah Hebat
Indah Ramadhani | HaiBunda
Rabu, 28 Jan 2026 09:30 WIBBaru-baru ini, Nestle menarik produk susu mereka dari 49 negara. Diketahui adanya zat berbahaya cereulide yang mengontaminasi susu formula dan menyebabkan efek negatif pada anak.
Proses penarikan ini sudah dilakukan oleh mereka sejak bulan Desember lalu. Pihak Nestle menjelaskan, temuan ini menjadi sebuah alarm kewaspadaan dan sebagai bentuk pertanggungjawabannya, mereka memutuskan untuk mengambil langkah tersebut.
"Keamanan pangan dan kesejahteraan semua bayi tetap menjadi prioritas utama kami. Kami dengan tulus meminta maaf atas segala kekhawatiran atau ketidaknyamanan yang ditimbulkan kepada orang tua, pengasuh, dan pelanggan," tulis perusahaan, seperti dikutip dari BBC, Kamis (15/1/2026).
Kasus ini menjadi viral dan banyak diberitakan di berbagai negara, termasuk Indonesia. Orang tua yang melihat kasus ini pun merasa khawatir, mengingat cereulide bukanlah kandungan zat yang biasa saja, melainkan sebuah toksin yang mampu mengancam kesehatan anak.
Dikutip dari Badan Pengawas Obat dan Makanan RI (BPOM), produk yang terdampak adalah S-26 Promil Gold pHPro 1 untuk bayi usia 0-6 bulan. Produk ini memiliki nomor izin edar ML 562209063696 dengan nomor bets 51530017C2 dan 51540017A1, dan dua bets tersebut tercatat pernah diimpor ke Indonesia.
"Namun, hasil pengujian terhadap sampel produk dari 2 bets terdampak menunjukkan toksin cereulide tidak terdeteksi (limit of quantitation/LoQ <0,20 µg/kg)," tulis rilis BPOM, dilansir dari Badan Pengawas Obat dan Makanan RI (BPOM).
Mengenal cereulide, zat toksin yang mengontaminasi susu formula
Dilansir dari laman resmi CDA, cereulide merupakan toksin atau racun yang diproduksi oleh jenis bakteri Bacillus cereus. Bakteri ini sebenarnya biasa ditemukan di lingkungan sehari-hari, seperti tanah, debu, dan beras. Namun, di beberapa kondisi, bakteri ini dapat tumbuh dan menghasilkan racun berupa cereulide.
Karakteristik cereulide sendiri diketahui sangat tahan panas dan tidak mudah hancur bila dimasak maupun dicampur dengan air mendidih, sekalipun saat diseduh bersama susu formula. Oleh karenanya, cereulide sangat berpotensi membuat anak keracunan.
Efek samping paparan cereulide tidak main-main, Bunda. Dalam sebuah jurnal berjudul Toxins dan Clinical Microbiology Reviews, dikatakan bahwa cereulide mampu menyebabkan emetic syndrome, yakni sindrom muntah yang dapat muncul dalam beberapa jam setelah terpapar.
Selain itu, sejumlah pendapat medis juga mengungkapkan bahwa kelompok bayi yang terpapar sangat rentan mengalami dampak yang lebih buruk, seperti masalah pencernaan dan metabolisme tubuh. Ini disebabkan oleh detoksifikasi tubuh mereka belum berkembang sempurna.
Gejala keracunan cereulide pada bayi
Umumnya, bayi akan mengalami mual-muntah yang begitu hebat, Bunda. Reaksi ini biasanya muncul tidak lama dari waktu bayi mengonsumsi produk susu yang terkontaminasi, yaitu sekitar 30 menit hingga 6 jam.
Gejala ini hampir sama dengan gejala emetic syndrome yang telah disebutkan sebelumnya. Reaksi ini patut diwaspadai, sebab mual dan muntah yang hebat mampu membuat bayi kekurangan cairan dan bisa menyebabkan dehidrasi.
Selain mual dan muntah, masalah pencernaan juga mungkin terjadi, seperti diare, sakit perut, dan kram perut. Bila bayi merasa tidak nyaman, mereka pun akan terus menangis dan tak mau menyusu, yang akhirnya membuat mereka lesu, lemas, dan tidak bertenaga.
Bila gejala dibiarkan selama 6 hingga 24 jam, maka masalah menjadi lebih besar dan sangat mengancam jiwa. Maka dari itu, sangat penting untuk orang tua mengetahui dan mewaspadai gejala yang timbul, serta segera lakukan pemeriksaan kepada ahlinya.
Apa yang harus dilakukan bila bayi keracunan cereulide
Biasanya dokter akan memberikan perawatan intensif pada bayi, seperti mengelola dehidrasi melalui infus, mengendalikan muntah dan diare, serta memantau perkembangan bayi dari waktu ke waktu.
Karena gejala yang timbul disebabkan oleh efek toksin yang menyebar, dokter tidak merekomendasikan untuk pemberian antibiotik. Sebaiknya, orang tua disarankan untuk menghentikan pemberian produk yang terkontaminasi dan menggantinya dengan yang lebih aman.
Sebagian besar kasus keracunan cereulide akan pulih dalam beberapa hari. Namun, tak menutup kemungkinan untuk terjadinya risiko komplikasi, kerusakan hati, dan kegagalan organ, bila jumlah cereulide yang masuk ke dalam tubuh sangat besar.
Langkah untuk mencegah terjadinya risiko keracunan cereulide
Bagi orang tua, penting untuk menerapkan beberapa langkah berikut ini untuk meminimalisir risiko keracunan yang disebabkan oleh pengonsumsian produk yang mengandung cereulide, dilansir dari detikcom.
- Orang tua mencatat jenis produk yang masuk ke daftar penarikan.
- Orang tua memeriksa kode batch dan informasi resmi dari produsen.
- Orang tua menghentikan sementara penggunaan produk.
- Orang tua tidak memanaskan kembali produk yang dicurigai terkontaminasi.
- Segera lakukan konsultasi bila bayi mengalami gejala-gejala keracunan setelah mengonsumsi susu formula.
Demikian informasi yang disampaikan mengenai cereulide dalam kandungan susu formula, yang bisa menyebabkan anak muntah hebat. Semoga menambah pengetahuan dan pembaruan terkini bagi para orang tua terkait apa yang harus diwaspadai dari kontaminasi cereulide pada susu formula yang kini tengah beredar luas.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)Simak video di bawah ini, Bun:
5 Penyebab BAB Berlendir pada Bayi, Bunda Perlu Tahu
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
3 Aturan Membuat Susu untuk Anak yang Pantang Diabaikan, Perhatikan Takarannya
5 Produk Susu Formula dengan Penjualan Tertinggi di E-Commerce Saat 12.12
Bun, Ini Pentingnya Asupan Kalsium untuk Proses Belajar si Kecil
Bun, Ketahui Manfaat Susu Tanpa Garam untuk Kesehatan si Kecil
TERPOPULER
11 Tanda Seseorang Diam-diam Iri pada Anda, Sering Tak Disadari
Potret Rebekah Anak Bungsu Choky Sitohang, Tampil Cantik Seperti Peri saat Ikut Pementasan Balet
Penumpang Melahirkan di KRL Green Line, Persalinan Dibantu Petugas
Kenali Contoh Air Mani yang Tidak Subur, Benarkah Bisa Dilihat dari Warna dan Kekentalannya?
11 Ciri Kepribadian Orang yang Justru Produktif Menjelang Tidur
REKOMENDASI PRODUK
7 Produk Wardah yang Aman untuk Ibu Hamil, Lengkap dari Sabun Cuci Wajah-Suncreen
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Jet Cleaner Terbaik, Ampuh & Cepat Bersihkan Noda
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Alat Tes Kolesterol, Gula Darah & Asam Urat yang Bagus & Mudah Digunakan
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Kado untuk Ibu Hamil yang Ulang Tahun, Lengkap dari Mewah-Pasti Berguna
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Lip Liner Terbaik, Rahasia Bibir Tampak Lebih Penuh dan Makin Cantik
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
11 Tanda Seseorang Diam-diam Iri pada Anda, Sering Tak Disadari
Potret Rebekah Anak Bungsu Choky Sitohang, Tampil Cantik Seperti Peri saat Ikut Pementasan Balet
Kenali Contoh Air Mani yang Tidak Subur, Benarkah Bisa Dilihat dari Warna dan Kekentalannya?
Penumpang Melahirkan di KRL Green Line, Persalinan Dibantu Petugas
11 Ciri Kepribadian Orang yang Justru Produktif Menjelang Tidur
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Kapan Harus Ganti Filter Air Purifier HEPA? Ini Tanda yang Sering Diabaikan
-
Beautynesia
4 Cara Mengenali Orang Ber-IQ Tinggi Dilihat dari Cara Kirim Pesan ke Orang
-
Female Daily
7 Parfum dengan Packaging Paling Unik, Ada yang Bentuknya High Heel hingga Terinspirasi Pelukan!
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Potret Langka Putri Kurt Cobain Tampil di Karpet Merah Setelah 8 Tahun Absen
-
Mommies Daily
The Early Spring dan Office Romance: Apa Risikonya Punya Hubungan dengan Teman Satu Kantor?