parenting
Benarkah Bayi Harus Tunggu 40 Hari Baru Boleh Diajak Keluar Rumah?
HaiBunda
Jumat, 23 Jan 2026 18:50 WIB
Daftar Isi
Larangan mengajak bayi keluar rumah sebelum berusia 40 hari tentu sudah tak asing lagi di telinga Bunda. Bahkan, tak sedikit Bunda yang memercayai hal tersebut.
Bagi Bunda yang baru saja melahirkan, hasrat untuk bepergian kerap terasa menggebu-gebu. Hal ini bisa jadi merupakan salah satu perasaan Bunda yang terpendam setelah melalui berbagai lika-liku kehamilan.
Membayangkan indahnya pemandangan serta segarnya udara di luar rumah, membuat hati Bunda semakin tidak sabar. Momen ini pun terasa semakin istimewa karena kehadiran Si Kecil yang menambah kehangatan dalam rumah tangga.
Namun, itu juga yang tak jarang menjadi bahan pertimbangan bagi para Bunda. Keraguan yang muncul akibat adanya larangan ini membuat banyak Bunda akhirnya mengurungkan niat untuk bepergian.
Bunda ketahui dengan pasti yuk, apa yang sebaiknya dilakukan, yuk simak penjelasan berikut ini.
Benarkah bayi harus tunggu 40 hari baru boleh diajak keluar rumah?
Secara medis, tidak ada literatur ilmiah maupun jurnal yang melarang mengajak bayi bepergian sebelum berusia 40 hari. Selain itu, menurut ahli dari Williamson Medical Center, Laura Purdy, MD, MBA, selama bayi dalam kondisi sehat dan dokter tidak memberikan peringatan apapun, maka Bunda bisa membawa bayi keluar kapanpun.
Sebenarnya, mungkin saja larangan tersebut dibuat untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan pada bayi. Pasalnya, tubuh dan sistem imun bayi yang baru lahir belum berkembang secara sempurna, sehingga dikhawatirkan mereka akan lebih rentan terkena penyakit.
Meski demikian, bila Bunda mengajak Si Kecil berjalan-jalan, Bunda perlu memperhatikan kondisi dan situasi tempat tujuan, terlebih jika itu tempat umum. Hindari tempat yang sempit, minim sirkulasi udara, terlalu padat, serta memiliki tingkat polusi yang tinggi.
Adakah waktu khusus untuk mengajak bayi ke tempat ramai?
Menurut dokter pediatrik dari Johns Hopkins, Meghan Martin, MD, sebenarnya tidak ada waktu khusus untuk mengajak bayi ke tempat ramai. Namun, dengan mempertimbangkan aspek kesehatan, ia menyarankan, sebaiknya itu dilakukan ketika bayi berusia enam hingga delapan minggu.
Selain itu, Bunda bisa mengajak Si Kecil saat cuaca sedang bersahabat. Perhatikan juga jika cuaca terlalu panas, terutama ketika indeks UV berada pada titik tertinggi dalam sehari, yaitu antara pukul 10 pagi hingga empat sore.
Sebagai catatan, orang tua harus mengetahui kondisi Si Kecil. Bila bayi sedang dalam kondisi yang kurang baik, para ahli menyarankan agar tidak membawa bayi ke tempat ramai karena dikhawatirkan dapat semakin memengaruhi kondisi kesehatannya.
Tips untuk mengajak bayi yang baru lahir ke luar rumah
Bagi orang tua yang ingin mengajak Si Kecil jalan-jalan, penting untuk selalu memeriksa kondisi cuaca, suhu lingkungan, serta kelengkapan barang bawaan. Selain itu, terapkan juga tips yang direkomendasikan para ahli agar kegiatan lebih aman dan menyenangkan.
Berikut ini Bubun rangkum beberapa tips dari para ahli yang dilansir dari The Bump.
1. Jauhkan bayi dari sinar matahari langsung
Untuk menghindari paparan sinar matahari langsung, Bunda dapat memakaikan Si Kecil topi yang lebat dan kain pelindung yang ringan. Bagi bayi berusia enam bulan ke atas, mereka bisa menggunakan tabir surya atau sunscreen agar lebih optimal.
2. Pilih pakaian yang nyaman untuk Si Kecil
Baju yang dipakai bayi perlu disesuaikan dengan kondisi cuaca saat itu. Bila cuaca hangat, Bunda bisa memakaikan Si Kecil kaos yang longgar dan nyaman. Sementara itu, bila cuaca lebih dingin, Bunda bisa memilih pakaian yang berbahan tebal yang lembut.
3. Hindari serangga dan nyamuk
Bunda bisa menggunakan lotion untuk menghindari serangga dan nyamuk. Namun, kondisi kulit tiap bayi tentu berbeda, maka dari itu ahli menyarankan untuk melakukan konsultasi terlebih dahulu kepada dokter sebelum menggunakan lotion anti serangga dan nyamuk.
4. Selalu memantau keadaan bayi
Tidak seperti anak-anak dan orang dewasa, bayi tidak bisa mengatakan apa yang dirasa ketika terjadi perubahan suhu. Oleh karena itu, penting bagi Bunda untuk memperhatikan tanda-tanda bayi kedinginan dan kepanasan.
5. Waspadai paparan kuman dan bakteri
Berada di tempat terbuka tentu peluang terpapar kuman, bakteri, dan virus semakin tinggi. Sebagai bentuk perlindungan, tidak masalah bila Bunda melarang orang lain untuk menyentuh bagian tubuh Si Kecil, terutama bagian wajah.
6. Kemas perlengkapan yang penting
Jika bepergian, Bunda harus mempersiapkan barang-barang penting untuk Si Kecil. Barang tersebut bisa berupa, popok ganti, tisu, pakaian ganti, serta barang lainnya yang akan digunakan saat bepergian.
7. Tidak menaruh tas di pegangan stroller
Ternyata ini sangat berbahaya, Bunda. Apabila tas terlalu berat, bisa membuat stroller kehilangan keseimbangan yang pada akhirnya terbalik dan membahayakan keselamatan Si Kecil.
Demikian informasi ini disampaikan. Semoga pembahasan mengenai kebenaran mengajak bayi keluar rumah sebelum berusia 40 hari dapat tersampaikan dengan baik serta menambah wawasan bagi Bunda dalam memperhatikan hal-hal yang diperlukan saat bepergian.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Parenting
Simak Yuk, Langkah Tepat Memandikan Bayi Baru Lahir
Parenting
4 Cara Mengatasi Kurang Tidur saat Urus Bayi Baru Lahir
Parenting
Penyebab Munculnya Tanda Lahir Bayi, Apakah Bunda Perlu Khawatir?
Parenting
Tentang 7 'Aturan' Menjenguk Bayi Baru Lahir yang Jadi Viral
Parenting
Pakai Gorden Blackout Bantu Bayi Tidur Lebih Nyenyak
7 Foto
Parenting
7 Potret Ayah Artis Bantu Mandikan Bayi Baru Lahir hingga Ganti Popok
HIGHLIGHT
HAIBUNDA STORIES
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Hukum Mencukur Rambut Bayi 40 Hari Menurut Islam Beserta Sunnahnya
7 Hal Penting Diketahui tentang Bayi Baru Lahir Menurut Dokter Anak
Kapan Bayi Mulai Mengenali Objek Sekitar? Bunda Perlu Tahu