HaiBunda

PARENTING

Tak Sengaja Menjatuhkan Adik, Balita Ini Justru Menyelamatkannya dari Risiko Stroke

Indah Ramadhani   |   HaiBunda

Rabu, 11 Feb 2026 20:20 WIB
Ilustrasi kakak menjatuhkan adik/ Foto: Getty Images/iStockphoto/PeopleImages

Baru-baru ini viral di media sosial kisah seorang balita perempuan yang tidak sengaja menjatuhkan adiknya yang masih bayi. Namun, aksi balita tersebut justru menyelamatkan nyawa sang adik dari penyakit berbahaya, Bunda.

Seperti yang kita tahu, balita pada masanya sangat senang bereksplorasi. Mereka akan lebih mudah penasaran, ingin tahu, dan ingin mencoba. Tak jarang, keaktifan mereka bisa membuat Bunda khawatir dan memikirkan ‘proyek’ apa yang sedang mereka kerjakan.

Itu pula yang dirasakan Bunda Jewel Hee, Bunda dari dua anak perempuan bernama Harper dan Hazel. Harper berusia empat tahun dan Hazel berusia empat bulan pada saat itu. Rasa penasaran yang besar pada Harper inilah yang membuat mereka mengalami kejadian yang tak terduga.


Harper yang tak sengaja menjatuhkan baby Hazel ke lantai

Saat Jewel sedang mencuci pakaian, tiba-tiba dirinya dikejutkan dengan Harper yang sudah menggendong Hazel. Dengan perasaan cemas, Jewel segera berlari menghampiri mereka. Namun, sebelum Jewel sampai, Hazel pun sudah terjatuh dari gendongan Harper.

Meskipun ketinggian jatuhnya hanya 30 sentimeter dan saat Harper duduk, kejadian itu tetap membuat Jewel khawatir dan bergegas pergi ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan. Hazel khawatir bayinya yang masih empat bulan itu mengalami akan cedera serius.

Hasil pemeriksaan kondisi Hazel yang tak terduga

Setelah pemeriksaan dilakukan, Hazel dinyatakan tidak mengalami patah tulang atau cedera apapun. Awalnya, itu cukup membuat Jewel merasa lega. Namun, tak lama kemudian seorang perawat mengungkapkan bahwa kadar oksigen Hazel sangat rendah.

Ia menjadi bingung karena temuan tersebut tak berhubungan dengan kejadian jatuhnya Hazel. Meski begitu, Jewel tetap ingin Hazel diperiksa lebih lanjut.

Tanpa diduga, Hazel didiagnosis menderita penyakit paru-paru kronis. Saat itu, dokter hanya memberikan antibiotik sebagai obatnya dan berharap kondisinya semakin membaik. Alih-alih semakin membaik, kondisi Hazel semakin menurun, Bunda.

Pada Mei 2025, dilakukan pemeriksaan MRI dan hasilnya menyatakan bahwa Hazel menderita stroke, sejak masa kehamilan. Stroke yang dialami Hazel kemungkinan disebabkan oleh gumpalan darah di plasenta sang Bunda yang telah berpindah kepadanya.

Mendengar itu, Jewel terkejut sekaligus tidak mempercayai apa yang terjadi. Jewel menyadari, jika saja Hazel tidak terjatuh, mungkin ia dan keluarganya tak akan pernah tahu bagaimana kondisi Hazel yang sebenarnya.

Bahkan, dokter yang menanganinya pun mengatakan, apabila stroke yang dialami Hazel terlambat dideteksi, maka besar kemungkinan Hazel akan kehilangan nyawanya. Oleh karena itu, Jewel menyebut Harper sebagai ‘pahlawan’ yang menyelamatkan kehidupan Hazel.

Perkembangan kondisi kesehatan Hazel setelah dinyatakan stroke

Akibat stroke yang dialaminya, Hazel kemungkinan besar memiliki banyak keterbatasan selama masa pertumbuhannya, termasuk dalam menyusu. Hazel akan tersedak ASI, di mana ASI yang diminumnya akan langsung masuk ke paru-paru, bukan perutnya.

Selain itu, berat badannya menurun, nafsu makannya memburuk, mengalami keterlambatan perkembangan, serta kehilangan kekakuan alami pada ototnya. Kondisinya semakin serius, tetapi masih patut disyukuri karena belum terlambat untuk menyelamatkannya.

Hazel kini menerima terapi oksigen, memakai penyangga kaki untuk memperkuat tubuhnya, hingga menggunakan selang makan. Segala cara diupayakan orang tuanya demi Hazel tetap bisa menikmati indahnya dunia ini.

Keluhan dan pesan Bunda Jewel sebagai orang tua

Jewel sebenarnya cukup kecewa terhadap pemeriksaan yang dilakukan Hazel sebelum kejadian ini menimpanya. Padahal, ia sering mengajak Hazel untuk memeriksakan kondisi kesehatannya dengan rutin, tetapi tak ada yang memberitahunya tentang hal tersebut.

Saat September 2024 hingga Maret 2025, Hazel sering bolak-balik ke dokter karena ia selalu sakit. Namun, selama itu pula hasil pemeriksaan tidak menunjukkan sesuatu yang serius pada kesehatannya Hazel.

Selain itu, selama kehamilan, Jewel juga tidak pernah menerima informasi bahwa bayi yang dikandungnya mengalami stroke. Ia menjadi bingung, mengapa tak ada satupun dokter yang mampu mendeteksinya?

Ia pun akhirnya mendesak pihak rumah sakit dan pelayan kesehatan untuk melakukan pemeriksaan rutin dan detail pada bayi yang baru lahir, terutama bayi yang memiliki kondisi serupa dengan Hazel. Jika terdeteksi lebih awal, penanganan yang diberikan juga lebih optimal.

Mengenal stroke pada bayi sejak dalam kandungan

Secara medis, kondisi ini dikenal sebagai stroke prenatal, Bunda. Biasanya stroke prenatal disebabkan oleh penyumbatan atau pendarahan di pembuluh darah otak yang terjadi di tengah kehamilan hingga bayi berusia 28 hari.

Melansir dari laman The Sun, stroke prenatal ini tidak selalu mampu dideteksi saat kehamilan atau saat bayi baru lahir. Terkadang, stroke ini baru dapat dikenali beberapa beberapa hari atau ketika muncul masalah dengan perkembangan motorik atau pembelajaran anak.

Stroke prenatal ini tak boleh disepelekan, ya Bunda. Sebab, kondisi ini mampu menyebabkan cedera otak pada anak, yang berpotensi menyebabkan cerebral palsy, kejang, atau keterlambatan perkembangan di kemudian hari.

Setidaknya, terdapat beberapa tanda-tanda bayi mengalami stroke yang bisa Bunda simak dan catat, sebagai berikut.

  • Bayi cenderung sering mengalami kejang hingga usianya 28 hari
  • Terdapat kelemahan atau kelumpuhan pada satu sisi tubuh
  • Wajah terkulai, tampak melorot, turun, atau miring
  • Terjadi masalah saat berbicara
  • Merasakan sakit kepala
  • Muntah
  • Kejang

Jika Bunda merasa beberapa tanda berikut pernah terjadi dan membuat khawatir, lebih baik segera lakukan konsultasi dengan tenaga medis untuk mendapatkan penanganan dini yang optimal.

Nah, demikian informasi yang bisa diberikan mengenai kasus viral seorang balita yang menyelamatkan nyawa adiknya dari penyakit berbahaya setelah tak sengaja menjatuhkannya. Semoga informasi dan hikmah yang dipetik bisa bermanfaat, ya!

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(rap/rap)

Simak video di bawah ini, Bun:

Kenali 6 Gejala Diabetes Tipe 1 pada Anak

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Bahaya Tersembunyi Menempatkan Cermin di Kamar Tidur Menurut Feng Shui

Mom's Life Nadhifa Fitrina

Momen Anak Artis Jago Main Ice Skating hingga Ikut Kompetisi, Ada Putri Fitri Tropica

Parenting Nadhifa Fitrina

Tak Sengaja Menjatuhkan Adik, Balita Ini Justru Menyelamatkannya dari Risiko Stroke

Parenting Indah Ramadhani

12 Kalimat yang Tanpa Disadari Bikin Pekerja Hebat Terlihat Tidak Profesional

Mom's Life Arina Yulistara

Ini Jumlah Sel Telur Wanita Sepanjang Hidup: Dari Lahir hingga Menopause

Kehamilan Annisa Aulia Rahim

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Bahaya Tersembunyi Menempatkan Cermin di Kamar Tidur Menurut Feng Shui

Momen Anak Artis Jago Main Ice Skating hingga Ikut Kompetisi, Ada Putri Fitri Tropica

12 Kalimat yang Tanpa Disadari Bikin Pekerja Hebat Terlihat Tidak Profesional

Tak Sengaja Menjatuhkan Adik, Balita Ini Justru Menyelamatkannya dari Risiko Stroke

Ini Jumlah Sel Telur Wanita Sepanjang Hidup: Dari Lahir hingga Menopause

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK