PARENTING
Pola Asuh Keras Pengaruhi Perkembangan Otak dan Perilaku Anak Perempuan saat Dewasa
Indah Ramadhani | HaiBunda
Senin, 16 Feb 2026 12:40 WIBPola asuh keras kerap dipilih sebagai upaya mendisiplinkan anak. Namun, banyak pengaruhnya untuk perkembangan Si Kecil, karena pola asuh keras dapat memengaruhi perkembangan otak dan perilaku, khususnya pada anak perempuan.
Banyak orang tua beralasan, memarahi atau memberi hukuman fisik kepada anak sebagai bentuk ketegasan. Padahal, pola asuh keras seperti itu bisa memengaruhi perkembangan anak saat dewasa, Bunda.
Sejumlah ahli mengungkapkan bahwa pola asuh keras lebih banyak menimbulkan dampak negatif dibandingkan manfaatnya. Pasalnya, luapan emosi yang berlebihan terhadap anak dapat membuat tubuh mereka mengalami stres yang berlebih.
Selain itu, mungkin banyak yang mengira dampaknya akan lebih terasa pada anak laki-laki. Nyatanya, penelitian menunjukkan bahwa anak perempuan justru lebih rentan, Bunda. Untuk memahaminya lebih lanjut, yuk simak penjelasan lengkapnya dari para ahli.
|
Baca Juga : Dampak Jika Anak Dididik Terlalu Keras
|
Mengetahui pola asuh keras pada anak
Melansir dari laman Psychology Today, pola asuh keras atau harsh parenting merupakan tindakan mengasuh anak dengan hal-hal yang negatif, seperti membentak, memukul, mempermalukan, hingga menekan atau memaksa anak dengan cara yang menyakitkan.
Perlakuan kasar tersebut merupakan sumber stres yang dapat mengganggu pertumbuhan emosional dan sosial mereka, Bunda. Para ahli pun mengkhawatirkan kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko masalah perilaku seiring mereka dewasa.
Pasalnya, otak anak yang sedang berkembang pesat akan merekam apapun yang mereka lihat dengan matanya. Mulai dari lingkungan hingga cara orang tua memperlakukan mereka, semuanya akan tersimpan sehingga dapat memengaruhi perkembangan otaknya.
Sejauh ini, hasil berbagai penelitian menunjukkan bahwa pola asuh seperti ini berisiko menimbulkan dampak negatif bagi perkembangan anak. Maka dari itu, para ahli gencar meneliti dampak pola asuh keras terhadap anak-anak, khususnya pada anak perempuan.
Apa dampak pola asuh keras terhadap perkembangan anak perempuan
Menurut berbagai ahli, pola asuh keras memiliki efek yang luar biasa dan akan membekas hingga dewasa. Berikut beberapa dampak yang terjadi dari pola asuh tersebut, dikutip dari laman PsyPost.
1. Dampak terhadap perilaku anak perempuan
Perkembangan otak dan perilaku anak dipengaruhi dari pola asuh yang diberikan orang tua. Studi terbaru mengungkapkan bahwa anak yang mengalami pengasuhan keras pada usia 4,5 tahun mulai menunjukkan masalah perilaku saat mereka menginjak usia 10,5 tahun.
Masalah yang sering muncul adalah perilaku agresif, suka melanggar aturan, dan suka membangkang. Sebaliknya, pada pola asuh keras tidak ditemukan efek masalah yang berkaitan dengan gangguan kecemasan atau depresi.
Menariknya, tidak semua anak mengalami dampak yang sama, Bunda. Penelitian menemukan bahwa anak perempuan justru lebih rentan terhadap perubahan emosional dan perilaku akibat pola asuh yang keras dibandingkan anak laki-laki.
Selain itu, anak-anak perempuan dengan pola asuh keras memiliki tingkat kepercayaan diri yang rendah serta enggan membantu orang lain. Bahkan, tak sedikit dari mereka juga memiliki masalah hubungan pertemanan dengan teman sebaya hingga berusia 18 tahun.
2. Dampak terhadap perkembangan otak
Dari sisi perkembangan otak, para peneliti menyoroti peran amigdala, yaitu bagian otak yang bertugas mengatur emosi serta respons terhadap stres dan ancaman. Nah, pola asuh keras diduga memiliki kaitan dengan perubahan perkembangan amigdala dan bagian otak lainnya.
Benar saja, hasil penelitian pun menyatakan bahwa amigdala dan bagian otak lain menjadi terpengaruh. Anak yang tumbuh dengan pola asuh tersebut menjadi lebih sulit mengatur emosi, terlalu agresif, bahkan memiliki risiko gangguan perilaku seperti ADHD yang lebih tinggi.
Selain itu, anak perempuan yang mendapat pola asuh keras menunjukkan respons adaptasi darurat yang terjadi lebih cepat pada amigdala dan bagian otak lainnya. Adaptasi yang lebih cepat ini diduga terjadi karena perkembangan otak yang lebih dini dalam merespons stres.
Para ahli juga menekankan, tanpa bimbingan yang tepat dari orang tua, anak akan kehilangan kesempatan untuk belajar disiplin dan mengatur emosinya. Perlu diingat bahwa keduanya merupakan hal yang sangat penting hingga mereka dewasa, Bunda.
“Ketika orang tua menerapkan pola asuh yang keras, mereka merampas kesempatan anak untuk memahami secara logika kesalahan mereka dan hanya menggantinya dengan rasa takut yang besar padanya,” ujar seorang pakar perkembangan anak di Cornell’s Bronfenbrenner Center for Translational Research, Kimberly Ann Kopko.
Apa yang terjadi pada orang tua yang menerapkan pola asuh keras
Penelitian yang mensurvei lebih dari 6.000 orang tua dari anak-anak berusia 6-12 tahun menemukan bahwa setidaknya mereka pernah mengalami peristiwa traumatis di masa kecil yang memicu stres hingga mereka dewasa dan menjadi orang tua.
Selain itu, orang tua cenderung menunjukkan gejala gangguan psikologis, seperti depresi, pikiran untuk melukai diri sendiri, hingga kecemasan. Singkatnya, orang tua yang menerapkan pola asuh kasar dilatarbelakangi oleh masalah atau trauma yang dialaminya di masa lalu.
Temuan ini menunjukkan bahwa pengalaman traumatis di masa kecil tidak berhenti pada satu generasi saja, Bunda. Trauma tersebut dapat mempengaruhi cara seseorang mengasuh anak di masa depan dan berisiko menciptakan pola asuh keras yang berulang.
Demikian informasi mengenai dampak dari pola asuh keras pada anak perempuan. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)Simak video di bawah ini, Bun:
7 Cara Mengajarkan Anak agar Memiliki Karakter Pantang Menyerah
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Kebutuhan Energi Anak Usia 6 Tahun yang Baru Masuk Sekolah
34 Lagu Daerah di Indonesia dan Maknanya yang Bisa Dikenalkan ke Anak
9 Tips Lindungi Mata Anak Gatal Akibat Gadget, Berkedip Salah Satunya
Mengenal Najis Mugholadoh dan Ajari Si Kecil Cara Menghilangkannya Bun
TERPOPULER
Menkeu Purbaya Ungkap Sebagian Besar Perhiasan Tiffany & Co Selundupan dari Spanyol
7 Ciri Kepribadian Orang yang Jalannya Cepat Menurut Studi Psikologi
Terpaut Usia dengan Pasangan, Apakah Pernikahan Bisa Langgeng? Simak Penjelasannya
7 Makanan Kaya Zat Besi untuk Anak Usia 1-3 Tahun
Momen Gender Reveal Kehamilan Shenina Cinnamon & Angga Yunanda, Sederhana & Manis
REKOMENDASI PRODUK
12 Obat Diare untuk Ibu Hamil yang Aman dan Efektif
Dwi Indah NurcahyaniREKOMENDASI PRODUK
10 Keju untuk MPASI Bayi yang Enak & Aman untuk Tambahan Lemak, Pilih yang Paling Bagus Bun!
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
16 Pelumas yang Aman & Bagus untuk Berhubungan Intim
Dwi Indah NurcahyaniREKOMENDASI PRODUK
10 Rekomendasi Merek Lulur untuk Ibu Hamil yang Aman & Bagus
Dwi Indah NurcahyaniREKOMENDASI PRODUK
10 Alat Penyedot Ingus Bayi yang Aman Digunakan
Nadhifa FitrinaTERBARU DARI HAIBUNDA
Cerita Sederet Artis Diet saat Hamil, Simak Alasan di Baliknya
7 Makanan Kaya Zat Besi untuk Anak Usia 1-3 Tahun
Menkeu Purbaya Ungkap Sebagian Besar Perhiasan Tiffany & Co Selundupan dari Spanyol
Terpaut Usia dengan Pasangan, Apakah Pernikahan Bisa Langgeng? Simak Penjelasannya
7 Ciri Kepribadian Orang yang Jalannya Cepat Menurut Studi Psikologi
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Video: Kuasa Hukum Inara Minta Mawa Ngobrol dengan Insanul soal CCTV
-
Beautynesia
4 Zodiak Paling Tenang yang Cocok Jadi Penengah saat Konflik
-
Female Daily
Lee Chae Min dan Kim Hye Yoon Akan Wujudkan Karakter dari Novel ‘The Miracles of The Namiya General Store’
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Belanja Baju Bekas di Pasar Senen, Gaya Retro Eva Celia Jadi Sorotan
-
Mommies Daily
Ketika Anak Susah Bangun Sahur, Lakukan 5 Hal Ini