parenting
7 Ciri Anak Kelebihan Sel Darah Putih & Cara Menurunkannya secara Alami
HaiBunda
Minggu, 05 Apr 2026 16:50 WIB
Daftar Isi
Darah terdiri dari tiga jenis sel darah yang berbeda, dan semuanya diproduksi oleh sumsum tulang. Sel darah merah, yang membawa oksigen. Trombosit, yang menutup luka dan menghentikan pendarahan, serta sel darah putih atau leukosit yang membantu melawan infeksi.
Bicara tentang sel darah putih, ini merupakan bagian penting dan diperlukan dari sistem kekebalan tubuh. Diproduksi di sumsum tulang, sel-sel ini melindungi tubuh dari infeksi dan penyakit.
Namun, jika jumlah sel darah putih terlalu banyak, biasanya berarti anak mengalami infeksi atau peradangan di dalam tubuh. Lebih jarang, jumlah sel darah putih yang tinggi dapat mengindikasikan kanker darah tertentu atau gangguan sumsum tulang.
Seberapa banyak dianggap sebagai jumlah sel darah putih yang tinggi? Biasanya, jika terdapat lebih dari 11.000 sel darah putih dalam satu mikroliter darah anak, itu dianggap kelebihan sel darah putih atau leukositosis.
Jika anak mengalami leukositosis berarti anak memiliki jumlah sel darah putih yang tinggi. Ini berarti anak memiliki lebih banyak sel darah putih daripada normal. Mengutip Cleveland Clinic, leukositosis adalah respons imun normal dan tidak selalu menjadi penyebab kekhawatiran.
Pada kondisi ini, berarti tubuh anak sedang melawan infeksi atau peradangan. Namun, ada kalanya jumlah sel darah putih yang tinggi dapat mengindikasikan sesuatu yang lebih serius, seperti leukemia.
Ciri anak kelebihan sel darah putih
Gejala yang muncul bergantung pada jenis sel darah putih dan apakah jumlahnya terlalu sedikit atau terlalu banyak. Dilansir UC Davis Health, gejala-gejala ini bisa menjadi tanda leukositosis:
- Pendarahan atau memar
- Pusing atau masalah penglihatan
- Kelelahan
- Demam dan berkeringat
- Kehilangan nafsu makan
- Nyeri di perut, lengan, atau kaki
- Kesulitan bernapas
Penyebab anak kelebihan sel darah putih
Penyebab gangguan sel darah putih pada anak-anak bergantung pada jenis sel darah putih yang terpengaruh. Mengutip laman Mayo Clinic, berikut penyebab-penyebabnya:
Neutropenia
Kanker dan kondisi yang merusak sumsum tulang dapat menyebabkan jumlah neutrofil yang rendah ini. Obat-obatan tertentu, infeksi, dan kondisi lain juga dapat menyebabkan neutropenia.
Limfositopenia
Sindrom yang diturunkan dalam keluarga, yang dikenal sebagai sindrom bawaan, dapat menyebabkan terlalu sedikit limfosit. Limfositopenia juga dikaitkan dengan infeksi, kanker, dan kondisi di mana tubuh menyerang jaringannya sendiri, yang disebut kondisi autoimun. Kondisi tersebut juga bisa menjadi efek samping dari beberapa obat atau perawatan lainnya.
Gangguan Monosit
Infeksi, kanker, penyakit autoimun, dan kondisi lain dapat menyebabkan peningkatan jumlah monosit. Toksin, kemoterapi, dan penyebab lain dapat mengakibatkan terlalu sedikit monosit.
Eosinofilia
Reaksi alergi, kondisi kulit, atau infeksi parasit adalah penyebab paling umum dari terlalu banyak sel eosinofil.
Gangguan Basofilik
Reaksi alergi atau infeksi dapat menurunkan jumlah basofil. Beberapa jenis kanker darah dan kondisi lainnya dapat meningkatkan jumlah basofil.
Cara menurunkan kadar darah putih secara alami
Pengobatan leukositosis bervariasi tergantung pada penyebab kondisi tersebut. Misalnya, jika anak memiliki jumlah sel darah putih yang tinggi karena infeksi bakteri, maka dokter akan meresepkan antibiotik. Jika leukositosis dikaitkan dengan reaksi alergi, maka anak mungkin memerlukan antihistamin.
Untuk menurunkannya secara alami, pola makan anak biasanya cukup berpengaruh, Bunda. Mengutip dari Live Smart, ada beberapa cara dalam memperbaiki pola makan agar jumlah sel darah putih tidak berlebihan jumlahnya.
Konsumsi vitamin C. Mengonsumsi Vitamin C akan membantu mengatur kadar sel darah putih dalam tubuh. Buah-buahan seperti lemon, jeruk, dan jeruk nipis kaya akan vitamin C, begitu pula pepaya, beri, jambu biji, dan nanas. Anda juga bisa mendapatkan vitamin C dari sayuran seperti kembang kol, brokoli, wortel, dan paprika.
Konsumsi makanan kaya antioksidan. Antioksidan adalah zat kimia yang menetralkan molekul berbahaya yang disebut radikal bebas. Radikal bebas ini dapat merusak protein, sel, dan DNA, tetapi antioksidan dapat menghilangkannya, itulah sebabnya mereka juga disebut 'pembersih radikal bebas'. Anak dapat mempertimbangkan untuk menambahkan daun bawang, bawang bombai, bawang putih, teh, anggur, dan buah serta sayuran lainnya ke dalam menu makanan anak untuk menyediakan antioksidan bagi tubuh yang mendukung sistem kekebalan tubuh yang sehat.
Konsumsi sumber Asam Lemak Omega-3. Tubuh kita tidak dapat membuat asam lemak esensial ini, jadi anak harus mendapatkannya melalui makanan. Lemak ini meningkatkan kesehatan kardiovaskular dan meningkatkan aktivitas fagosit, jenis sel darah putih tertentu yang melawan bakteri asing. Lemak tak jenuh ganda ini tersedia dalam ikan berlemak seperti ikan kembung, salmon, serta dalam biji rami dan kenari.
Hindari makanan yang kaya gula, lemak, dan garam. Bunda dapat mengganti daftar menu makan anak dengan makanan apa pun yang menurunkan peradangan untuk mengurangi jumlah sel darah putih, seperti anggur, bawang putih, rempah-rempah, kacang-kacangan, protein kedelai, cuka, dan teh hitam serta teh hijau.
Setelah mengetahui bahaya anak kelebihan sel darah putih, semoga dapat menawarkan menu harian sebagai cara alami untuk menurunkannya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Parenting
Ketahui Ciri-ciri Bayi Kelebihan Sel Darah Putih atau Leukosit Tinggi
Parenting
Kenali 5 Tanda Anak Merasa Kesepian, Segera Atasi Demi Masa Depannya
Parenting
Kebutuhan Energi Anak Usia 6 Tahun yang Baru Masuk Sekolah
Parenting
9 Tips Lindungi Mata Anak Gatal Akibat Gadget, Berkedip Salah Satunya
Parenting
Mengenal Najis Mugholadoh dan Ajari Si Kecil Cara Menghilangkannya Bun
5 Foto
Parenting
Potret Fajar Alamri Bocah 5 Tahun Jadi Peserta Termuda di Kompetisi Biliar Internasional
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Ketahui Ciri-ciri Bayi Kelebihan Sel Darah Putih atau Leukosit Tinggi
Ciri-ciri Bayi Kelebihan Zat Besi dan Dampaknya bagi Kesehatan Tubuh
Sakit Kaki dan Ruam Dikira Campak, Anak Ini Ternyata Didiagnosis Leukemia