psikologi

3 Tips Menghadapi Remaja yang sedang Bad Mood

Siti Hafadzhoh Selasa, 23 Okt 2018 - 18.06 WIB
Ilustrasi mood remaja buruk/ Foto: thinkstock Ilustrasi mood remaja buruk/ Foto: thinkstock
Jakarta - Punya anak yang sudah beranjak remaja menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua. Mood yang naik turun atau sering disebut dengan istilah moody-an bisa memengaruhi perilakunya kan, Bun? Kadang Bunda juga bingung gimana caranya menghadapi mood remaja yang sedang turun.

Dia jadi terlihat nggak bahagia. Nanti yang ada semua yang dilakukan Bunda dan Ayah dianggap salah olehnya. Sebenarnya, emosi yang berubah-ubah pada remaja adalah hal yang wajar menurut psikolog Ayoe Sutomo. Karena masa remaja merupakan masa transisi. Berbagai perubahan terjadi di masa remaja.

Mulai dari perubahan fisik, peran sosial, serta perubahan emosi. Remaja bisa memiliki cara untuk meningkatkan mood yang berbeda-beda nih, Bun. Jadi, sebelum berusaha memperbaiki mood remaja, lihat dulu karakter anak. Dengan cara apa dia bisa bahagia. Ayoe memaparkan ada tiga tipe bahagia pada remaja.

1. Bahagia karena memang senang

Maksudnya, remaja merasa bahagia ketika melakukan aktivitas. Misalnya, melakukan hobi bernyanyi, melukis, berenang, dan sebagainya. Bisa juga senang karena mengonsumsi makanan yang disukai, termasuk makanan manis seperti cokelat dan es krim.

"Jadi kalau bicara mengenai risetnya, beberapa riset memang menunjukkan bahwa pada saat memakan es krim ada bagian dari otak kita yang bertanggungjawab terhadap emosi positif dalam diri itu bekerja lebih aktif," ujar Ayoe dalam acara 'Peluncuran Produk Joyday Ice Cream' di Four Seasons Hotel, Jakarta Selatan, Selasa (23/10/2018).

Bunda bisa nih memberikan es krim atau cokelat ketika mood remaja sedang turun. Kalau makanan kesukaannya bukan es krim, Bunda dan Ayah cari lagi deh apa yang dia suka, terus belikan. Nanti dia akan merasa bahagia dan mood-nya membaik.

Ilustrasi mood remaja burukIlustrasi mood remaja buruk Foto: thinkstock
2. Bahagia karena punya relasi dengan orang

Nah, anak tipe ini lebih bahagia ketika bercerita dan berkomunikasi dengan orang lain. Berkomunikasi dengan orang tua juga bisa menjadi salah satu peningkat mood remaja, Bun. Dengan kita sekadar jadi teman ngobrol dan berbagi cerita, remaja juga sudah senang kok.



3. Bahagia karena punya nilai yang besar

Remaja bisa merasa bahagia ketika ia bernilai bagi orang lain. Misalnya, mereka bahagia ketika membantu orang lain yang kesusahan atau berbagi kebahagiaan dengan orang lain. Nah, kalau remaja yang seperti ini, orang tua bisa mengajak dia untuk membagikan makanan yang dimasak bersama ke tetangga. Ya, karena dia akan bahagia kalau berbagi dengan orang lain.

Jadi, Bunda dan Ayah harus tahu hal apa yang akan membuat dia bahagia. Karena setiap orang punya cara yang berbeda-beda untuk menemukan kebahagiaannya. Kemudian, ajak dia untuk melakukan hal-hal yang membuat mood-nya kembali baik dan bahagia.

"Kalau menaikkan mood, melakukan beberapa aktivitas kecil. Kemudian mencari happiness atau kenikmatan dari aktivitas tersebut. Bentuknya bisa banyak. Melakukan aktivitas bersama teman-teman, makan yang disuka, melakukan aktivitas yang disuka. Setiap orang beda-beda. Tergantung dengan apa yang memang menjadi peminatan happiness dia. Dia sukanya gimana," jelas Ayoe.

(rdn/rdn)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi