sign up SIGN UP search


Ilustrasi campak

Bundapedia

Rubella

  |   Haibunda

Apakah Bunda pernah mendengar mengenai campak Jerman? Yuk simak informasi lengkap mengenai Campak Jerman dan Rubella di artikel ini, Bunda.

Apa itu rubella atau campak Jerman?

Campak Jerman atau yang juga dikenal sebagai rubella biasanya akan menyebabkan ruam merah pada tubuh penderitanya. Selain ruam, penderita campak Jerman biasanya mengalami demam dan pembengkakan kelenjar getah bening juga. 

Dilansir dari Healthline, infeksi dapat menyebar antar orang melalui kontak dengan tetesan dari bersin atau batuk orang yang terinfeksi. Ini berarti Bunda bisa terkena campak Jerman jika menyentuh mulut, hidung, atau mata setelah menyentuh sesuatu yang mengandung tetesan dari orang yang terinfeksi. Bunda juga bisa terkena campak Jerman dari berbagi makanan atau minuman dengan seseorang yang terinfeksi.


Campak Jerman jarang terjadi di Amerika Serikat. Sejak ada vaksin rubella pada akhir 1960-an, kejadian campak Jerman menurun secara signifikan. Namun, kondisi ini masih umum di banyak negara lainnya. Rubella biasanya lebih sering terjadi pada anak-anak, terutama yang berusia antara 5 dan 9 tahun, tetapi juga dapat terjadi pada orang dewasa.

Campak Jerman biasanya merupakan infeksi ringan yang hilang dalam waktu satu minggu, bahkan tanpa pengobatan. Namun, infeksi ini bisa menjadi kondisi serius pada wanita hamil, karena dapat menyebabkan sindrom rubella bawaan pada janin. Sindrom rubella kongenital dapat mengganggu perkembangan bayi dan menyebabkan cacat lahir yang serius, seperti kelainan jantung, ketulian, dan kerusakan otak. Bunda harus segera mendapatkan perawatan jika sedang hamil dan mencurigai menderita campak Jerman.

Apa saja gejala rubella?

Sering kali gejala campak Jerman terbilang sangat ringan sehingga sulit untuk diperhatikan. Ketika gejala memang terjadi, mereka biasanya berkembang dalam dua hingga tiga minggu setelah paparan awal virus. Mereka sering berlangsung sekitar tiga sampai tujuh hari dan mungkin termasuk:

  • Ruam merah muda atau merah yang dimulai di wajah dan kemudian menyebar ke seluruh tubuh
  • Demam ringan, biasanya di bawah 38 derajat Celsius
  • Pembengkakan dan nyeri kelenjar getah bening
  • Hidung meler atau tersumbat
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot
  • Mata meradang atau merah

Meskipun gejala-gejala ini mungkin tidak tampak serius, Bunda harus menghubungi dokter jika menduga sedang menderita campak Jerman. Ini semakin penting jika Bunda sedang hamil atau yakin Bunda mungkin hamil.

Dalam kasus yang jarang terjadi, campak Jerman dapat menyebabkan infeksi telinga dan pembengkakan otak. Hubungi dokter segera jika Bunda melihat salah satu gejala berikut selama atau setelah infeksi campak Jerman:

  • Sakit kepala berkepanjangan
  • Sakit telinga
  • Leher kaku

Apa penyebab rubella?

Campak Jerman disebabkan oleh virus rubella. Virus rubella adalah virus yang sangat menular yang dapat menyebar melalui kontak dekat atau melalui udara. Virus rubella dapat menular dari orang ke orang melalui kontak dengan tetesan kecil cairan dari hidung dan tenggorokan saat bersin dan batuk.

Ini berarti Bunda bisa terkena virus dengan menghirup tetesan orang yang terinfeksi atau menyentuh benda yang terkontaminasi dengan tetesan tersebut. Campak Jerman juga dapat ditularkan dari Bunda hamil ke bayinya yang sedang dikandungnya melalui aliran darah.

Penderita campak Jerman paling menular dari minggu sebelum ruam muncul sampai sekitar dua minggu setelah ruam hilang. Mereka dapat menyebarkan virus bahkan sebelum mereka tahu bahwa mereka memilikinya.

Siapa yang berisiko terkena rubella?

Campak Jerman sangat jarang di Amerika Serikat, berkat vaksin yang biasanya memberikan kekebalan seumur hidup terhadap virus rubella. Sebagian besar kasus campak Jerman terjadi pada orang yang tinggal di negara yang tidak memberikan imunisasi rutin terhadap rubella.

Vaksin rubella biasanya diberikan kepada anak- anak ketika mereka berusia antara 12 dan 15 bulan, dan kemudian diberikan lagi ketika mereka berusia antara 4 dan 6. Ini berarti bahwa bayi dan balita yang belum menerima semua vaksin memiliki risiko yang lebih besar. 

Di Indonesia, setiap tahun ada ancaman campak rubella dan difteri sejak 2007 sampai 2022. Mengutip Kemenkes, di tahun 2021 ada 25 provinsi dengan kasus rubella meningkat.

Risiko terkena rubella

Untuk menghindari komplikasi selama kehamilan, banyak wanita yang hamil diberikan tes darah untuk memastikan kekebalan terhadap rubella. Bunda perlu menginformasikan kepada dokter jika Bunda belum pernah menerima vaksin dan menduga Bunda mungkin telah terpapar rubella.

Doctor with stethoscope holding a newborn baby which is sick rubella or measlesIlustrasi rubella atau campak jerman/ Foto: iStock

Bagaimana rubella memengaruhi Bunda hamil?

Ketika seorang Bunda tertular campak Jerman selama kehamilan, virus dapat ditularkan ke bayi yang sedang dikandungnya melalui aliran darahnya. Ini disebut sindrom rubella kongenital. Sindrom rubella kongenital merupakan masalah kesehatan yang serius, karena dapat menyebabkan keguguran atau pun bayi lahir mati. Jika bayi dapat berkembang hingga usianya cukup bulan, bayi tersebut dapat memiliki cacat lahir termasuk:

  • Pertumbuhan tertunda
  • Cacat intelektual
  • Cacat jantung
  • Ketulian
  • Organ yang tidak berfungsi dengan baik

Wanita usia subur harus diuji kekebalannya terhadap rubella sebelum hamil. Jika vaksin diperlukan, maka sebaiknya mendapatkan vaksin Rubella setidaknya 28 hari sebelum mencoba untuk hamil.

Bagaimana mendiagnosis rubella?

Karena campak Jerman tampak mirip dengan virus lain yang menyebabkan ruam, dokter biasanya akan memastikan diagnosis dengan tes darah. Ini dapat memeriksa keberadaan berbagai jenis antibodi rubella dalam darah. Antibodi adalah protein yang mengenali dan menghancurkan zat berbahaya, seperti virus dan bakteri. Hasil tes dapat menunjukkan apakah pasien saat ini memiliki virus atau kebal terhadapnya.

Bagaimana pengobatan rubella?

Sebagian besar kasus campak Jerman dirawat di rumah. Dokter mungkin meminta penderita untuk beristirahat di tempat tidur dan minum asetaminofen (Tylenol)

Bunda hamil dapat diobati dengan antibodi yang disebut hyperimmune globulin yang dapat melawan virus. Ini dapat membantu mengurangi gejala Bunda. Namun, masih ada kemungkinan bayi Bunda akan mengalami sindrom rubella kongenital.

Bayi yang lahir dengan rubella bawaan akan memerlukan perawatan dari tim spesialis. Bicaralah dengan dokter jika Bunda khawatir akan menularkan campak Jerman ke bayi Bunda.

Bagaimana cara mencegah rubella?

Bagi kebanyakan orang, vaksinasi adalah cara yang aman dan efektif untuk mencegah campak Jerman. Vaksin rubella biasanya dikombinasikan dengan vaksin untuk campak dan gondok serta varicella, virus yang menyebabkan cacar air.

Vaksin ini biasanya diberikan kepada anak-anak yang berusia antara 12 dan 15 bulan. Suntikan booster akan diperlukan lagi ketika anak-anak berusia antara 4 dan 6 tahun. Karena vaksin mengandung virus dalam dosis kecil, biasanya akan muncul demam ringan dan ruam.

Jika Bunda tidak tahu apakah Bunda telah divaksinasi campak Jerman, maka Bunda perlu untuk menguji kekebalan Bunda, terutama jika Bunda:

  • Wanita usia subur dan tidak hamil
  • Menghadiri fasilitas pendidikan
  • Bekerja di fasilitas medis atau sekolah
  • Berencana untuk bepergian ke negara yang tidak menawarkan imunisasi rubella

Meskipun vaksin rubella biasanya tidak berbahaya, virus dalam suntikan dapat menyebabkan reaksi yang merugikan pada beberapa orang. Bunda tidak boleh divaksinasi jika Bunda memiliki sistem kekebalan yang lemah karena penyakit lain, sedang hamil, atau berencana untuk hamil dalam bulan depan.

 

[Gambas:Video Haibunda]



 

Share yuk, Bun!
Tahukah Bunda
BERSAMA DOKTER & AHLI
Bunda sedang hamil, program hamil, atau memiliki anak? Cerita ke Bubun di Aplikasi HaiBunda, yuk!