sign up SIGN UP search
Abdominal pain patient woman having medical exam with doctor on illness from stomach cancer, irritable bowel syndrome, pelvic discomfort, Indigestion, Diarrhea, GERD (gastro-esophageal reflux disease)

Bundapedia

GERD

Nanie Wardhani   |   Haibunda

Ada beragam jenis gangguan pencernaan yang bisa dialami oleh siapa saja, salah satunya yang cukup umum dan sering terjadi adalah GERD.

Ketika Bunda menderita GERD atau refluks asam kronis, asam lambung Bunda terus-menerus mengalir kembali ke atas ke mulut Bunda melalui kerongkongan. Bunda mungkin mengalami heartburn, gangguan pencernaan terkait asam, kesulitan menelan, rasa seolah makanan masih tersangkut di tenggorokan dan berbagai masalah lainnya.

Apa yang dimaksud dengan GERD (refluks asam kronis)?

GERD (gastroesophageal reflux disease, atau reflux asam kronis) adalah suatu kondisi di mana kandungan yang mengandung asam di dalam perut Bunda terus-menerus bocor kembali ke kerongkongan, yaitu saluran dari tenggorokan ke perut Bunda.


Refluks asam terjadi karena katup di ujung esofagus Bunda, atau sfingter esofagus bagian bawah, tidak menutup dengan benar saat makanan tiba di perut Bunda. Pencucian balik asam kemudian mengalir kembali melalui kerongkongan ke tenggorokan dan mulut Bunda, memberi Bunda rasa asam.

Refluks asam terjadi pada hampir semua orang di beberapa titik dalam hidup mereka. Mengalami refluks asam dan heartburn sesekali adalah hal yang normal. Tapi, jika Bunda mengalami refluks asam atau heartburn lebih dari dua kali seminggu selama beberapa minggu, terus-menerus minum obat maag dan antasida namun gejala Bunda tetap kembali muncul, Bunda mungkin sedang mengalami GERD.

GERD yang terjadi pada Bunda harus dirawat oleh dokter terpercaya Bunda. Bukan hanya untuk meredakan gejala saja, tetapi karena GERD dapat menyebabkan masalah yang lebih serius di kemudian hari jika tidak ditangani dengan benar.

Apa saja gejala utama GERD (refluks asam kronis)?

Gejala utamanya dari GERD adalah munculnya heartburn yang terus-menerus dan regurgitasi asam. Beberapa orang menderita GERD tanpa mengalami heartburn. Sebaliknya, mereka mengalami nyeri di dada, suara serak di pagi hari, atau kesulitan menelan. Bunda mungkin merasa seolah masih ada makanan yang tersangkut di tenggorokan, atau seperti tersedak atau tenggorokan Bunda terasa kencang. GERD juga dapat menyebabkan batuk kering dan bau mulut yang cukup mengganggu.

Apa itu heartburn?

Heartburn adalah gejala refluks asam. Ini adalah sensasi terbakar yang menyakitkan di tengah dada Bunda yang disebabkan oleh iritasi pada lapisan kerongkongan yang disebabkan oleh asam lambung.

Rasa terbakar ini bisa datang kapan saja, tetapi biasanya akan terasa lebih buruk setelah Bunda makan. Bagi banyak orang heartburn memburuk saat mereka berbaring atau tiduran di tempat tidur, sehingga sulit untuk bisa tidur nyenyak di malam hari.

Untungnya, heartburn biasanya dapat diatasi dengan obat maag atau obat asam lambung yang dijual bebas di pasaran. Dokter juga dapat meresepkan obat yang lebih kuat untuk membantu meredakan heartburn yang Bunda alami.

Apa yang harus Bunda lakukan jika Bunda merasa menderita GERD (refluks asam kronis)?

Dengan GERD, ketika refluks dan heartburn terjadi lebih dari sekali, jaringan yang melapisi kerongkongan Bunda secara teratur dilumuri oleh asam lambung. Akhirnya jaringan menjadi rusak. Jika Bunda mengalami refluks asam kronis dan heartburn, Bunda dapat melihatnya memengaruhi kebiasaan makan dan tidur harian Bunda.

Ketika GERD membuat kehidupan sehari-hari Bunda menjadi tidak nyaman dan sangat mengganggu, berarti ini sudah saatnya untuk Bunda mengunjungi dokter untuk melakukan pemeriksaan. Meskipun GERD itu sendiri tidak mengancam jiwa, namun peradangan kronis pada kerongkongan dapat menyebabkan sesuatu yang lebih serius. Bunda mungkin memerlukan obat resep yang lebih kuat atau bahkan pembedahan untuk meringankan gejala yang Bunda alami.

Abdominal pain patient woman having medical exam with doctor on illness from stomach cancer, irritable bowel syndrome, pelvic discomfort, Indigestion, Diarrhea, GERD (gastro-esophageal reflux disease)Ilustrasi GERD/ Foto: Getty Images/Phynart Studio

Seberapa umum GERD (refluks asam kronis)?

GERD adalah masalah pencernaan yang sangat umum. Siapa pun dari segala usia dapat mengembangkan GERD, tetapi beberapa orang mungkin lebih berisiko terkena GERD dibandingkan dengan orang lainnya.

Misalnya, kemungkinan Bunda mengalami beberapa bentuk GERD (ringan atau berat) cenderung akan meningkat setelah usia 40 tahun.

Menurut Cleveland Clinic, Bunda juga lebih mungkin untuk terkena GERD jika Bunda:

  • Memiliki tubuh yang kelebihan berat badan/obesitas
  • Sedang hamil
  • Seorang perokok atau sering terpapar asap rokok orang lain
  • Sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu yang dapat menyebabkan refluks asam.

Apa yang menyebabkan refluks asam?

Refluks asam disebabkan oleh kelemahan atau relaksasi katup sfingter esofagus bagian bawah. Normalnya katup ini akan menutup rapat setelah makanan masuk ke dalam perut Bunda. Jika katup dalam kondisi rileks padahal seharusnya tidak, maka isi perut Bunda akan naik kembali ke kerongkongan.

Faktor-faktor yang dapat menyebabkan hal ini meliputi diantaranya:

  • Terlalu banyak tekanan pada perut. Beberapa wanita hamil mengalami heartburn hampir setiap hari karena tekanan yang meningkat ini.
  • Jenis makanan tertentu (misalnya susu, makanan pedas atau gorengan) dan kebiasaan makan yang tidak baik.
  • Obat-obatan yang meliputi obat asma, darah tinggi dan alergi; serta obat penghilang rasa sakit, obat penenang dan antidepresan.
  • Hernia hiatus. Bagian atas perut menonjol ke diafragma, hal ini akan menghalangi asupan makanan normal.

Apa saja gejala dari GERD (refluks asam kronis)?

Orang yang berbeda dipengaruhi dengan cara yang berbeda pula oleh GERD. Gejala yang paling umum biasanya adalah:

  • Maag
  • Regurgitasi (makanan kembali ke mulut Bunda dari kerongkongan)
  • Perasaan makanan seperti tersangkut di tenggorokan Bunda.
  • Batuk
  • Sakit dada
  • Masalah menelan
  • Muntah
  • Sakit tenggorokan dan suara serak

Selain orang dewasa, bayi dan anak-anak juga dapat mengalami gejala GERD yang serupa, dan biasanya juga akan disertai dengan:

  • Sering muntah dalam jumlah yang sedikit
  • Menangis berlebihan, tidak mau makan (pada bayi dan balita)
  • Kesulitan pernapasan lainnya.
  • Sering berasa asam, terutama saat berbaring
  • Tenggorokan serak
  • Perasaan anak seolah tersedak yang dapat membangunkan anak
  • Bau mulut
  • Sulit tidur setelah makan, terutama pada bayi

Cara bedakan heartburn dengan serangan jantung

Nyeri dada yang disebabkan oleh heartburn mungkin membuat Bunda merasa takut dan khawatir mengalami serangan jantung. Heartburn tidak ada hubungannya dengan jantung Bunda, tetapi karena rasa tidak nyaman yang terasa terdapat di dada Bunda, mungkin sulit untuk mengetahui perbedaannya saat terjadi.

Heartburn adalah rasa terbakar yang tidak nyaman atau rasa sakit di dada Bunda yang dapat naik ke leher dan akhirnya terasa juga di tenggorokan Bunda. Serangan jantung dapat menyebabkan nyeri di lengan, leher, dan rahang, sesak napas, berkeringat, mual, pusing, kelelahan ekstrem, dan kecemasan, serta disertai beberapa gejala lainnya.

Jika obat heartburn yang Bunda konsumsi tidak membantu dan nyeri dada Bunda disertai dengan gejala-gejala ini, maka Bunda perlu untuk segera menghubungi bantuan medis.

[Gambas:Video Haibunda]



Share yuk, Bun!
Tahukah Bunda
BERSAMA DOKTER & AHLI
Bunda sedang hamil, program hamil, atau memiliki anak? Cerita ke Bubun di Aplikasi HaiBunda, yuk!