cerita-bunda

Tetanggaku Mati Penasaran Saat Lahiran, Teror Warga Jadi Kuntilanak

Sahabat HaiBunda Kamis, 21 Nov 2019 20:15 WIB
Tetanggaku Mati Penasaran Saat Lahiran, Teror Warga Jadi Kuntilanak
Jakarta - Hai Bunda, sebelumnya aku mau menegaskan mungkin beberapa Bunda enggak percaya dengan apa yang kualami. Tapi, ini semua kembali ke masing-masing Bunda meski aku mengalaminya sendiri.

Kalau ngomong soal mistis, misalnya penampakan kuntilanak ada yang percaya dan enggak percaya. Tapi, nyatanya aku pernah mengalami teror kuntilanak. Beberapa waktu lalu, daerah tempat tinggalku heboh karena ada penampakan kuntilanak.

Awalnya, ada tetangga depan rumah, sebut saja Ina yang bercerita pada warga di RT-ku bahwa saat malam dirinya pulang kerja, dia melihat tukang nasi goreng melayani seorang wanita. Diintip dari jendela, Ina bilang sosok wanita itu pakai baju putih panjang dan berambut panjang.


Bahkan, Ina mengamati terus tukang nasi goreng dan si wanita. Sampai akhirnya Ina menyudahi aksinya setelah si wanita membayar uang pada tukang nasi goreng. Saat itu, Ina mengaku padaku dirinya enggak berpikir apa-apa.

"Aku cuma mikir itu emak-emak biasa lagi beli nasi goreng kebetulan pake daster putih," ujar Ina kala itu.

Besok harinya, anak-anak usia SD di daerah rumahku dibuat lari tunggang langgang setelah mendengar suara cekikikan wanita tertawa. Salah satu anak bercerita selain mendengar tawa menyeramkan itu, dia juga melihat bahwa sosok putih berambut panjang itu terbang ka arah timur.

Sontak satu kampung geger dengan kabar itu. Belum tahu siapa jelasnya sosok tersebut, aku dan keluarga pun mengalami teror itu. Ya, suatu malam aku selesai menjalankan salat Isya di kamar ibuku. Sedangkan, ibu dan adikku santai di kasur.

Saat itu, kami mendengar suara anak ayam. Adikku sempat bertanya ke ibu tapi berusaha menenangkan, ibu cuma bilang itu adalah suara anak ayam peliharaan tetangga. Tapi apa yang terjadi? Kami bertiga yang notabene perempuan mendengan suara anak ayam itu dari jauh, lalu mendekat.

Ketika mendekat, mungkin tepat di atas loteng, suara anak ayam berubah jadi cekikikan kemudian hilang perlahan. Duh, kami bertiga langsung berpelukan. AKu lantas menelepon ayah kemudian bertanya dia di mana. Aku bilang kami bertiga ketakutan karena ada kuntilanak lewat.

Ternyata, ayah sudah dekat rumah dan dia pun menyaksikan sosok putih terbang sambil tertawa. Beberapa hari kondisi tempat tinggalku sepi setelah maghrib setelah terjadi teror itu. Tapi, beberapa saat kemudian, sudah tak ada lagi teror tersebut.

Tetanggaku Mati Penasaran Saat Lahiran, Teror Warga Jadi KuntilanakTetanggaku Mati Penasaran Saat Lahiran, Teror Warga Jadi Kuntilanak/ Foto: iStock
Usut punya usut, ternyata sosok kuntilanak yang meneror kami adalah seorang ibu yang meninggal saat melahirkan anaknya. Berdasarkan pengakuan tetangga, ibu si wanita juga merasakan hal aneh. Selama tahlilan sampai 7 hari, cucunya alias si bayi yang ibunya meninggal itu biasa-biasa aja.

Namun, saat pengajian selesai, si bayi sering menatap ke arah pintu. Berbarengan dengan teror yang terjadi, si ibu yakin jika geger warga saat itu ada kaitan dengan mendiang putrinya.

"Si ibunya bilang, kalau alam anaknya sudah berbeda. Bahkan, si ibunya mengancam kalau anaknya masih jadi penasaran dia enggak akan mau merawat cucunya. Terus, setelah itu ibunya berjanji akan merawat cucunya sampai besar," cerita salah satu tetanggaku.

Benar saja, setelah itu tak ada lagi teror kuntilanak. Bahkan, kini si anak sudah besar dan masih diurus oleh nenek, kakek, dan keluarga. Dan sudah lama keluarga itu pindah rumah.

(Kisah Bunda Yety di Jawa Barat)

Tetanggaku Mati Penasaran Saat Lahiran, Teror Warga Jadi Kuntilanak


*Bunda yang ingin berbagi kisah seputar rumah tangga dan parenting di Cerita Bunda, bisa kirimkan langsung ke email redaksi kami di redaksi@haibunda.com Cerita paling menarik akan mendapat voucher belanja dari kami. dengan subjek Cerita Bunda. Ssst, Bunda yang tidak mau nama aslinya ditampilkan, sampaikan juga di email ya. Cerita yang sudah dikirim menjadi milik redaksi kami sepenuhnya.
(rdn/rdn)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi