Sign Up search


cerita-bunda

Aku Bingung, Kenapa Anakku Suka Menyapa Makhluk Tak Kasat Mata: Hai!

Sahabat HaiBunda Kamis, 23 Jan 2020 20:40 WIB
Aku Bingung, Kenapa Anakku Suka Menyapa Makhluk Tak Kasat Mata: Hai! caption
Jakarta - Saat masih 'merah', usianya belum genap dua bulan, putri sulungku menangis kencang di nursery room sebuah mal. Tempatnya nyaman dan tenang, tapi ternyata membuat si kecil menolak menyusu.

Pernah kejadian juga di mal lain. Saat masuk toilet, tangis gadis cilik yang waktu itu menginjak usia empat bulan langsung pecah. Sepanjang ku gantikan popok, ia tak hentinya menangis.

"Kenapa ya, Yah?" tanyaku ke suami. Si ayah juga enggak tahu harus jawab apa.


Aku sempat berpikir, anakku tak nyaman mungkin karena berada di tempat baru dengan aura berbeda dari rumah. Hingga satu hari, saat sedangĀ menyusu di kamar, tiba-tiba dia melepaskan bibirnya dari payudara kiriku, lalu menangis histeris meskipun matanya terpejam.


Ku pindah ke payudara kanan, dia menolak dan tetap menangis kencang dengan mata tertutup. Mendengar dari luar kamar, ibuku bergegas masuk lalu meminta pengasuh anakku ke rumah Pak Haji dekat mushola gang sebelah.

Saat kembali, pengasuh anakku membawa sebotol air mineral yang sudah didoakan Pak Haji. "Usap tiga kali di muka bayi dan ibunya, sambil membawa salawat," katanya, menirukan pesan Pak Haji.

Alhamdulillah, tangis si kecil mereda, mau menyusu lagi, lalu tertidur. Entah apa yang ku pikirkan saat itu, yang pasti aku lega anakku sudah nyenyak.

Ilustrasi ibu dan anakIlustrasi ibu dan anak/ Foto: iStock
Tapi rupanya, kejadian ini kembali terulang beberapa kali. Saat aku melahirkan anak kedua, si sulung sengaja kami ajak menginap di rumah sakit supaya dekat dengan adik bayi. Begitu tengah malam, tiba-tiba dia minta pulang.

"Ayah, pulang aja yuk. Ada itu," ucapnya, sambil menunjuk ke arah dinding di bawah TV.

Sementara enggak melihat apa-apa di dinding putih itu, kami bingung dong harus gimana. Akhirnya pelan-pelan kami beri pengertian dan memintanya tidur.

Keesokan harinya, aku meminta kakakku menjemput si sulung di rumah sakit dan membawanya pulang ke rumah ibu. Hmmm, apakah 'drama' ini sudah berakhir? Ternyata masih berlanjut sampai sekarang usianya menginjak 7 tahun.

Pernah di siang hari, dia sedang berenang. Lagi asik di atas ban, tiba-tiba dia memanggilku. "Ibu, ada setan lewat," ceplosnya dengan muka datar.

Baiklah. Aku cuma bisa melongo ketika itu. Pernah juga saat lagi makan di satu restoran di mal, dengan santainya dia bilang kalau ada makhluk itu di sebelah kami.

"Ibu, ada setan di samping kita. Hai, setan!" ucapnya sambil melambaikan tangan dan tersenyum.

Lalu, aku cuma bisa membalas senyumnya dan berkata, "Ok Kak. Yuk kita makan lagi."

Dan... Hampir setiap hari lho dia menyebut makhluk tak kasat mata itu. Ada-ada saja cerita terbarunya. Aku dan suami pun cukup mendengarkan, meskipun sambil terheran-heran.


(Cerita Bunda Icut - Jakarta)


*Bunda yang ingin berbagi kisah seputar rumah tangga dan parenting di Cerita Bunda, bisa kirimkan langsung ke email redaksi kami di redaksi@haibunda.com Cerita paling menarik akan mendapat voucher belanja dari kami. dengan subjek Cerita Bunda. Ssst, Bunda yang tidak mau nama aslinya ditampilkan, sampaikan juga di email ya. Cerita yang sudah dikirim menjadi milik redaksi kami sepenuhnya.

[Gambas:Video Haibunda]


(muf/muf)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi