sign up SIGN UP search


cerita-bunda

Wabah Corona, Aku di London Enggak Kebagian Beras & Anakku Tetap Sekolah

Sahabat HaiBunda Senin, 16 Mar 2020 19:40 WIB
Meski banyak warga Inggris yang terserang virus Corona, sekolah anakku tidak diliburkan. Beras pun jadi langka dan aku sampai enggak kebagian. caption
Jakarta - Wabah Corona juga terasa dampaknya di Inggris, terutama di London, kota tempatku tinggal bersama suami dan ketiga anakku. Beberapa hari ini, aku susah sekali mencari beberapa bahan pokok.

Yang paling terasa, aku enggak kebagian beras. Di swalayan besar tempat biasa aku berbelanja, etalase di lorong khusus beras terlihat kosong melompong. Aku pun enggak kebagian.


Stok beberapa bahan pokok lain juga mulai menipis, seperti aneka pasta, popok bayi baru lahir sampe usia 6 bulan, susu formula bayi, aneka makanan kaleng, sampai tisu toilet. Lalu aku curhat ke suami.


"Di toko swalayan aneka karbohidrat juga habis-habisan. Di swalayan besar lain juga mulai dibatasi pembeliannya," ujarku.

Alhamdulillah, kentang masih banyak di pasaran dan aku masih dapat spaghetti dan panne. Bersyukur, selama 2,5 tahun tinggal di London, anak pertama (10) dan kedua (5) sudah terbiasa makan makanan pokok selain nasi.

Dan ternyata, enggak cuma aku yang merasakan. Beberapa teman di wilayah Inggris lain juga sama. Temanku asal Indonesia yang tinggal di Nottingham juga susah mendapatkan beras. Kalau temanku yang tinggal di Porthsmouth malah sudah siap-siap stok mi instan.

Stok beras kosong di salah satu swalayan di London, InggrisStok beras kosong di salah satu swalayan di London, Inggris/ Foto: Instagram @dhani_yuanita
Aku pun harus putar otak karena sebentar lagi anak ketiga genap usia 6 bulan, jadi harus mulai makan MPASI. Untungnya, produk-produk lokal Inggris seperti kentang, wortel, buah-buahan, dan sayur masih normal di pasaran.

"Mungkin aku kasih kentang untuk MPASI pertama karena stok masih melimpah," batinku.

Masalah si bontot sementara selesai. Alhamdulillah, kantor suami mengizinkan karyawan kerja dari rumah. Tapi dengan catatan, jika satu tim terdiri dari 2 sampai 3 orang atau lebih, bergantian piket di kantor.


Tapi yang bikin aku cemas sebenarnya kesehatan anak pertama dan kedua. Karena sampai hari ini, sekolah mereka tidak diliburkan dan tidak ada anjuran untuk menggunakan masker. Di sini, yang wajib memakai masker hanya tenaga medis dan orang yang sakit flu atau batuk.

"Kemarin, pasien Corona di RS dekat rumah kita tambah jadi dua orang yang meninggal," begitu informasi terkini yang ku dapat.

Ya, di tengah kondisi seperti ini, aku sebenarnya sangat mengkhawatirkan kesehatan anak-anak. Tapi bagaimana kalau sekolah tidak diliburkan? Aku berharap, semoga sekolah segera mengambil keputusan bijak.

(Cerita Bunda Dhani di London, Inggris)

Bunda yang ingin berbagi kisah seputar rumah tangga dan parenting di Cerita Bunda, bisa kirimkan langsung ke email redaksi kami di redaksi@haibunda.com Cerita paling menarik akan mendapat voucher belanja dari kami. dengan subjek Cerita Bunda. Ssst, Bunda yang tidak mau nama aslinya ditampilkan, sampaikan juga di email ya. Cerita yang sudah dikirim menjadi milik redaksi kami sepenuhnya.

Simak juga penjelasan dokter tentang anak diberi vaksin saat demam dan pilek, apakah boleh? Di video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]



(muf/muf)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi