sign up SIGN UP search


cerita-bunda

PR Anakku dan Tugas Murid-murid Menumpuk, Aku Harus Banyak Istighfar

Sahabat HaiBunda Minggu, 26 Apr 2020 20:11 WIB
Busy Family Home With Mother Working As Father Prepares Meal caption
Jakarta - Alhamdulillah, aku bersyukur masih diberi kesehatan sampai hari ini. Meski saat pandemi Corona seperti sekarang, kesabaranku sebagai ibu dan juga guru benar-benar diuji.

Sudah sebulan lebih, aku harus mendampingi si sulung mengerjakan tugas sekolahnya selama home learning. Dia memang sudah kelas 5 SD, tapi tetap harus ku dampingi.


Belum lagi memeriksa tugas murid-murid. Sudah 15 tahun aku mengajar di SD Negeri dan sekarang aku wali kelas 6. Kebayang kan gimana nikmatnya, setiap hari aku mengajar anak sendiri plus 31 siswa.


Ditambah lagi harus mengurus anakku yang kedua, laki-laki usianya 3 tahun lebih dan masih butuh pengawasan ekstra. Repot? Bangeeettt! Rasanya kayak naik wahana pontang-panting di Dufan.

Tapi kadang ku bersyukur dalam hati, "Di luar sana masih banyak yang harus bergelut sama nasib yang enggak jelas, cuma sekadar cari uang buat makan."

Ilustrasi work from homeIlustrasi work from home/ Foto: Getty Images/iStockphoto/monkeybusinessimages

Sebenarnya sih enggak usah jauh-jauh kepikiran orang-orang di luar sana. Aku kadang miris kalau ada orang tua murid minta maaf karena terlambat menyetorkan tugas lewat WhatsApp.

"Maaf, Bu Guru, baru punya kuota jadi dari kemarin enggak mengumpulkan tugas," bunyi pesan singkat wali murid, yang membuat hatiku teriris usai membacanya.

Tak henti ku bersyukur karena masih dapat gaji tetap setiap bulan. Begitu juga suamiku. Dia pun kadang work from home (WFH) dan bantu mendampingi si sulung mengerjakan tugas.

Kalau ditanya kangen atau enggak mengajar di kelas, itu pasti. Kalau sekolah biasanya kan enggak perlu download setoran tugas murid-murid, foto atau video, yang menghabiskan kuota dan memori handphone.

WFH kayak gini benar-benar menguras emosi dan aku harus banyak istighfar. Tapi hikmahnya, aku bisa sepanjang hari di rumah bersama kedua anakku. Biarpun bikin mumet, tetap dinikmati dan jangan lupa bersyukur.

(Cerita Bunda Isna di Jakarta)


Bunda yang ingin berbagi kisah seputar rumah tangga dan parenting di Cerita Bunda, bisa kirimkan langsung ke email redaksi kami di redaksi@haibunda.com Cerita paling menarik akan mendapat voucher belanja dari kami. dengan subjek Cerita Bunda. Ssst, Bunda yang tidak mau nama aslinya ditampilkan, sampaikan juga di email ya. Cerita yang sudah dikirim menjadi milik redaksi kami sepenuhnya.

Simak juga yuk, cara Meisya Siregar mendidik ketiga anaknya. Di video Intimate Interview berikut ini:

[Gambas:Video Haibunda]



(muf/muf)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi