sign up SIGN UP search


cerita-bunda

Suami dan 1 Bayi Kembarku Positif COVID-19, Ku Ucap 'Alhamdulillah...'

Sahabat HaiBunda Rabu, 20 Jan 2021 17:09 WIB
Family with one child traveling during Covid-19, wearing protective face masks. They are arriving at a bed and breakfast. caption
Jakarta -

HaiBunda. Aku mau bercerita tentang pengalaman keluargaku terkena COVID-19. Pengalaman ini akan aku ingat seumur hidup, jadi pelajaran berharga, sekaligus rasa syukur pada Tuhan karena kami dipercaya menerima ujian ini.

Pada pertengahan November 2020, awalnya suami mengalami demam dan batuk pilek. Setelah tiga hari, alhamdulillah sakitnya reda. Tapi habis itu, gantian aku yang demam dan batuk pilek selama tiga hari juga. Salah satu bayi kembarku yang masih menyusu ASI pun panas badannya.

Lalu di hari keempat, tiba-tiba aku kehilangan indra penciuman. "Kayaknya aku kena COVID-19 nih," pikirku saat itu.


Akhirnya, ku putuskan swab test di Puskesmas supaya bisa cepat tahu hasilnya. Kalau pun harus dirujuk ke rumah sakit, biar cepat ditangani juga. Tapi ternyata, aku harus tunggu hasilnya selama 4 sampai 12 hari lagi.

Terlalu lama karena aku butuh segera supaya cepat ditindak. Bisa dibayangkan, aku harus mengurus dua bayi kembarku yang saat itu baru menginjak usia 7 bulan. Belum lagi anak pertama dan kedua yang harus ku dampingi saat sekolah online.

Karena enggak sabar, akhirnya aku swab test antigen di rumah sakit. Daaan, pada 19 November 2020, hasilnya aku dinyatakan positif COVID-19. Karena cemas, semua anggota keluarga termasuk Si Mbak asisten langsung ku minta swab test.

Alhamdulillah, suami dan salah satu bayi kembarku juga positif terinfeksi virus Corona. Ya, dalam kondisi seperti ini, aku masih sangat bersyukur karena hanya kami bertiga yang harus isolasi di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta. Kami berangkat ke sana pada 25 November 2020.

"Ikutin protokol kesehatan udah. Stay at home udah. Olahraga juga udah. Alhamdulillah, dapat rezeki yang nggak semua orang dapat," batinku pasrah.

Selama jalani isolasi di Wisma Atlet, aku berusaha 'puasa' dari media sosial. Aku ingin fokus pemulihan supaya cepat pulang. Sangat berat bagiku harus meninggalkan satu bayi kembar dan kedua kakaknya di rumah.

Lalu setelah 13 hari isolasi, akhirnya kami menerima kabar baik sekaligus menyedihkan. Kenapa aku sedih? Ku lanjutkan cerita di halaman berikutnya ya, Bunda.

Simak juga dampak COVID-19 yang tak bisa hilang, dalam video di bawah ini:

[Gambas:Video Haibunda]

Banner Cerbun Suami Gadai SKFoto: Mia Kurnia Sari
Aku harus berpisah dengan suami dan bayiku
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
Share yuk, Bun!

Rekomendasi