sign up SIGN UP search


cerita-bunda

Aku Syok! Ipar Pinjamkan Uang Tapi Pada Akhirnya Jadi Alat Merendahkan

Sahabat HaiBunda   |   Haibunda Jumat, 12 Nov 2021 17:00 WIB
Kenapa Ipar Jadi Merendahkan Kami?
Frustrated young lady sitting on sofa, cuddling pillow, looking away at window. Lost in thoughts unhappy stressed millennial woman regretting of wrong decision, spending time alone in living room. Ilustrasi/Foto: Getty Images/iStockphoto/fizkes

Saya menangis diam-diam ketika malam. Saya kecewa dengan orang-orang di sekitar saya. Dengan keadaan seperti itu, saya cenderung mendiamkan anak bayi saya ketika dia menangis. Saya juga sering menangis di awal kelahiran bayi gara-gara ini. Ketidakmampuan secara ekonomi ini memperburuk jiwa saya.

Sampai usia anak tiga bulan, saya sering menangis sendirian karena persoalan ini. Jiwa saya benar-benar terguncang. Saya sudah ceritakan kepada suami saya. Tapi dia tidak bisa berbuat banyak. Dia selalu menuruti kata-kata kakak ipar sepupu saya tersebut karena banyak utang padanya.

Saya benar-benar gelisah setelah kejadian itu. Untuk melihat rumahnya pun saya takut, melewati rumahnya pun saya takut. Sampai sekarang lukanya masih terasa, Bun. Sejak saat itu hubungan saya hanya baik di luar dengannya. Saya berusaha baik, tapi jiwa saya tidak.


Kehidupan rumah tangga kami hambar. Saya banyak diam dengan suami saya. Begitu sulit bagi saya melupakan hal ini. Ini merupakan pelajaran bagi saya untuk tidak terlalu mudah menerima kebaikan orang lain. Terlebih keluarga sendiri karena pemberian ini merupakan alat untuk merendahkan, menghina orang yang ditolong.

Singkat cerita, Bun perlakuan orang lain juga mampu memberikan dampak buruk bagi kita, dalam rumah tangga, dalam mengasuh anak kita. Karena jiwa yang terguncang, anak jadi korban.

Kasihan anak saya, anak kita. Saya benar-benar berjanji tidak dengan mudah menerima bantuan dari keluarga sendiri. Saya trauma karena itu. Untuk itu saya harus mandiri, saya harus berjuang untuk anak saya.

(Cerita Bunda AS, tidak memberikan lokasi)

Mau berbagi cerita, Bunda? Share yuk ke kami dengan mengirimkan Cerita Bunda ke [email protected] yang ceritanya terpilih untuk ditayangkan, akan mendapat hadiah menarik dari kami.

(ziz/ziz)
HALAMAN :
ARTIKEL SELANJUTNYA
Share yuk, Bun!

Ayo sharing bersama HaiBunda Squad dan ikuti Live Chat langsung bersama pakar, Bun! Gabung sekarang di Aplikasi HaiBunda!
Rekomendasi
Bunda sedang hamil, program hamil, atau memiliki anak? Cerita ke Bubun di Aplikasi HaiBunda, yuk!