HaiBunda

CERITA BUNDA

Dzolim! Suamiku Kerja Serabutan & Uang Malah Digunakan untuk Narkoba

Sahabat HaiBunda   |   HaiBunda

Jumat, 21 Oct 2022 16:35 WIB
Ilustrasi pecandu narkoba/Foto: iStock
Jakarta -

Aku dan suami bertemu ketika kami sudah bekerja. Kurang lebih sudah 12 tahun kami menikah dengan masa perkenalan selama setahun pacaran.

Mungkin karena masa pacaran yang singkat ini membuatku kurang terlalu mengenalnya. Saat kami pacaran, dia memang bekerja tapi lebih seperti kontraktor. Jadi setiap ada 'proyekan' ini-itu, dia bersedia mengerjakannya dengan jumlah uang yang tidak pasti setiap bulannya.

Awalnya saya kagum karena melihat dia sebagai sosok pekerja keras. Bekerja pagi hingga malam demi aku bahkan hingga akhirnya kami hamil anak pertama.


Foto: HaiBunda / Dwi Rachmi

Tapi lama-kelamaan aku sadar kalau uang yang ia berikan enggak cukup. Aku sudah diminta suami berhenti bekerja dan hanya menggantungkan ekonomi keluarga darinya. Sedangkan anak kami bertambah, jadi mau dikasih makan apa anak-anak kami?

Pekerjaan 'kontraktor' yang awalnya nampak menjanjikan juga akhirnya kelihatan ujung-ujungnya adalah jual-beli dengan untung yang tidak seberapa. Malah makin besar proyek yang ia jual, makin sedikit uang yang dibawa pulang.

Soalnya 'kan uang itu harus ia bagi ke beberapa orang, mulai dari sesama rekan kontraktor hingga calo-calo lain. Uang yang dibawa cuma segitu, Bun. Malah pernah hanya Rp50 ribu dan aku harus kasih makan tiga orang!

Sekitar 2 - 3 tahun belakangan, uang yang dibawanya semakin mini, Bun. Mau tidak mau, akulah yang utang ke sana-sini untuk nutup biaya makan anak dan sekolah.

Aku juga ikut jualan barang-barang rumah tangga. Uangnya enggak ada yang masuk keperluan pribadiku, semua untuk anak dan rumah.

Aku baru sadar uang-uang itu ia gunakan untuk yang lain setelah melihat perubahan tubuhnya: kurus, mata celong, dan seperti orang lemot kalau diajak bicara. Ini dia kena narkoba!

Ipar-iparku makin menguatkan kecurigaanku karena mereka pun merasakan hal sama. Ibu mertua sempat bicara empat mata denganku meminta agar bisa membujuk anaknya agar bisa sembuh. 

Tapi sampai sekarang pun kami masih berdoa untuk kesembuhan suamiku. Karena memang ketika jadi pengguna akan sulit sekali keluar dari kecanduan itu.

Untuk masalah ekonomi, sudahlah enggak usah dibicarakan lagi. Panjang enggak ada ujungnya, Bun. Yang penting suamiku lepas dulu dari kecanduannya barulah (mungkin) ekonomi kami bisa membaik.

(Bunda Cipluk -bukan nama sebenarnya- Jawa Barat)

Mau berbagi cerita juga, Bun? Yuk cerita ke Bubun, kirimkan lewat email ceritabunda@haibunda.com.Cerita terbaik akan mendapat hadiah menarik dari HaiBunda.

Simak juga Cerita Bunda berikut yang harus menghadapi julid-nya mulut tetangga. 

(ziz/ziz)

Simak video di bawah ini, Bun:

Serba Salah sama Tetangga: Punya Anak Satu Diomongin, Hamil Lagi Dinyinyirin

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Puasa Nisfu Syaban & Ayyamul Bidh Februari 2026: Detail Tanggal, Niat, Hukum & Keutamaan

Mom's Life Natasha Ardiah

5 Potret Gaun Pengantin dan Resepsi Ranty Maria, Bak Putri Kerajaan

Mom's Life Nadhifa Fitrina

Potret Rafathar dan Rayyanza Tunaikan Ibadah Umrah Bersama Kedua Pengasuh

Parenting Nadhifa Fitrina

Angka Kelahiran di China Berada di Level Terendah Sejak 76 Th Lalu, Apa Penyebabnya?

Kehamilan Annisa Karnesyia

11 Tanaman yang Bisa Mencerahkan Ruangan Gelap di Rumah

Mom's Life Arina Yulistara

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

5 Potret Gaun Pengantin dan Resepsi Ranty Maria, Bak Putri Kerajaan

Puasa Nisfu Syaban & Ayyamul Bidh Februari 2026: Detail Tanggal, Niat, Hukum & Keutamaan

Potret Rafathar dan Rayyanza Tunaikan Ibadah Umrah Bersama Kedua Pengasuh

Angka Kelahiran di China Berada di Level Terendah Sejak 76 Th Lalu, Apa Penyebabnya?

11 Tanaman yang Bisa Mencerahkan Ruangan Gelap di Rumah

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK