cerita-bunda

Tinggal Bareng Mertua, Aku Hampir Baby Blues tapi Suami Malah Bela Keluarganya

Sahabat HaiBunda   |   HaiBunda

Jumat, 08 Sep 2023 17:45 WIB

Loving young woman supporting and comforting her upset stressed husband while her mother-in-law arguing on background
Ilustrasi Cerita Bunda: Tinggal Bareng Mertua, Aku Hampir Baby Blues/ Foto: Getty Images/iStockphoto/JackF
Jakarta -

#HaiBunda aku dan suami hanya kenal 3 bulan sebelum menikah. Lalu, Aku hamil dan melahirkan anak pertama di rumah mertua. Mungkin, para Bunda yang tinggal di rumah mertua pernah merasakan yang sama.

Perlakuan mertua ke aku baik kalau ada anaknya aja. Aku sempat kaget, karena tiap malam bayiku rewel tapi nggak ada yang bantu gendong. Hampir tiap malam, aku nggak tidur. Tapi menjelang pagi sampai siang, mertua melarang aku tidur.

Kata mertua, kalau tidur siang nanti begini, begitu, percaya mitos banget. Tiap hari, aku cuma bisa nangis, Bunda. Apalagi, suami baru pulang kerja jam 7 malam. Sementara aku masih cuti melahirkan selama 3 bulan.


Aku hampir baby blues. Aku curhat ke suami dong, orang tua dan saudaranya jarang bantuĀ aku. Sehari, aku juga cuma makan dua kali, pagi dan malam. Kenapa nggak makan siang? Di rumah itu ada 3 kepala rumah tangga, jadi aku kalah terus.

Setelah melahirkan, aku malah sangat kurus. Meski begitu, suami malah bela orang tua dan saudaranya. Sampai akhirnya saat bayi kami usia 6 bulan, aku minta keluar dari rumah itu dan dapat kontrakan kecil.

Tapi, suami ditahan sama orang tuanya. Karena kalau nggak ada suamiku di rumah itu, mereka nggak bisa makan enak. Aku bersikeras keluar dari rumah itu demi menjaga kewarasan. Alhamdulillah, akhirnya aku bebas.

Setelah 3 tahun drama dan tangisan mertua berlalu, aku hamil anak kedua. Alhamdulillah, suami setuju kita tinggal di kontrakan setelah aku melahirkan. Rasanya beda banget, kewarasanku terjaga karena ada baby sitter yang membantu.

Karena sibuk urus anak-anak yang masih kecil, aku sampai baru sadar kalau selama ini semua kebutuhan aku bayar dari gaji sendiri. Ke mana gaji suamiku? Ternyata, mertua dan saudaranya masih aja minta uang ke suamiku.

Kalau aku tanya, mana uang nafkah buat kebutuhan istri dan anak sehari-hari, suami selalu marah. Kalau aku pakai perhiasan, mertua selalu julid katanya beli pakai uang suamiku. Hellooo... Aku kerja dan gajiku lebih besar!

Wajar dong, aku beli barang-barang yang aku suka. Kesal! Aku harus bagaimana? Apakah harus bersabar terus? Sampai kapan???

-Bunda P, Sidoarjo-

Mau berbagi cerita juga, Bun? Yuk cerita ke Bubun, kirimkan lewat email [email protected]. Cerita terbaik akan mendapat hadiah menarik dari HaiBunda.

(muf/muf)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT