kehamilan

Cerita Istri Denny 'Cagur' Tunggu Transfer Embrio Bayi Tabung

Annisa Karnesyia Jumat, 19 Jul 2019 18:03 WIB
Cerita Istri Denny 'Cagur' Tunggu Transfer Embrio Bayi Tabung
Jakarta - Presenter Denny 'Cagur' dan sang istri, Santi Widihastuti, berupaya untuk menambah momongan. Baru-baru ini, Santi mengabarkan jika tengah menjalani program bayi tabung.

Sejak awal tahun ini, Denny dan sang istri memang sudah mulai mengatur pola hidupnya untuk kelancaran program bayi tabung. Salah satunya dengan menjaga pola hidup sehat.

Melalui akun Instagram milik Santi, diketahui jika keduanya tengah menunggu waktu yang pas untuk mulai transfer embrio. Wanita 35 tahun itu kini sedang rutin kontrol ke dokter, Bun.


"Minggu-minggu ini bakalan sering ketemu kita ya pak dokter @reinorambey, masih terus dipantau sampai benar-benar pas waktunya buat transfer embrio," tulis Santi.

[Gambas:Instagram]

Dalam video singkat unggahan di Instagram Stories miliknya, Santi juga memberi tahu kapan transfer embrio akan dilakukan. Ibu dua anak itu juga berharap program bayi tabungnya berhasil.

"Jadi kalau memungkinkan bulan ini, transfer (embrio), kalau tidak memungkinkan, diundur ke bulan depan. Santai saja, yang penting Bismillah, dilakukan yang terbaik. Semoga berhasil, Amin," kata Shinta.

Kita doakan yang terbaik untuk pasangan ini ya, Bun. Kalau bicara soal keberhasilan transfer embrio bayi tabung atau proses In vitro fertilization (IVF), spesialis fertilitas endokrinologi reproduksi di Miami, Dr.Carolina Sueldo mengatakan, itu semua tergantung pada embrio dan kemampuan untuk menempel di rahim. Butuh waktu untuk menunggu hasil setelah dilakukan tindakan.

Cerita Istri Denny 'Cagur' Tunggu Transfer Embrio Bayi TabungCerita Istri Denny 'Cagur' Tunggu Transfer Embrio Bayi Tabung/ Foto: Instagram
"Pasien harus menunggu sekitar dua minggu untuk mengetahui apakah kehamilan berhasil terjadi." ujar Sueldo, dilansir The List.

Sebelum melakukan program bayi tabung, akan dilakukan pemeriksaan standar pada pria dan wanita. Kata Prof.Dr.dr.Budi Santoso, SpOG(K), pemeriksaan berupa penapisan standar untuk penyakit-penyakit tertentu, seperti hepatitis dan HIV, kemudian dilakukan juga uji hormon.

"Pria dan wanita juga harus melakukan pemeriksaan profil hormon dasar seperti FSH, E2, LH, Prolaktin dan hormon tiroid. Kemudian, pasien wanita akan disuntik untuk mendapatkan jumlah oozit yang banyak (stimulasi ovulasi). Oozit dipertemukan dengan spermatozoon untuk dikembangkan menjadi embrio," papar Budi, dikutip dari detikcom.

Sebelum melakukan bayi tabung, ketahui dulu kebenaran di balik berbagai mitosnya, Bun. Simak penjelasan selengkapnya di video berikut ya.

[Gambas:Video Haibunda]

(ank/rdn)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi