kehamilan

Tanda Hamil 1 Hari, Bagaimana Bisa Dikenali?

Muhayati Faridatun Selasa, 22 Oct 2019 10:19 WIB
Tanda Hamil 1 Hari, Bagaimana Bisa Dikenali?
Jakarta - Setiap ibu hamil pasti mengalami ciri-ciri kehamilan yang berbeda. Bahkan sebagian tidak menyadari tanda-tanda dirinya sedang hamil. Terlebih tanda hamil 1 hari. Bagaimana mengenalinya ya?

Sedikit cerita boleh ya, Bunda. Setelah menikah hampir satu setengah tahun, Bubun baru hamil. Waktu itu sekitar pertengahan Juli 2012, Bubun telat menstruasi satu minggu. Percaya diri saja minta suami beli test pack dan ternyata hasilnya dua garis merah.

Untuk memastikan, Bubun periksa ke dokter. Sudah pasti Bubun dan suami deg-degan banget. Apalagi waktu menjalani tes ultrasonografi (USG), makin enggak karuan ya rasanya. Apakah Bunda mengalami hal yang sama?


"Sudah empat minggu usia kehamilannya," kata dr.Achmad Mediana, Sp.OG, sambil menerangkan hasil USG.

"Alhamdulillah," cuma itu yang pertama keluar dari mulut Bubun dan suami. Tentu dengan mata berkaca-kaca karena saking bahagianya mendengar kabar baik dari dokter.

Ya, selama empat minggu Bubun enggak menyadari satu pun tanda hamil. Bahkan, Bubun masih mengendarai motor sendiri setiap hari ke kantor. Bersyukur, kandungan Bubun enggak ada masalah.

Tanda Hamil 1 Hari, Bagaimana Bisa Dikenali?Ilustrasi tanda hamil 1 hari, bisa dikenali?/ Foto: iStock

Mengutip buku Dahsyatnya Hamil Sehat & Normal, tubuh setiap perempuan memang unik, sehingga gejala kehamilan yang dialami sudah pasti tidak sama. Bahkan, antara kehamilan pertama dan selanjutnya, Bunda bisa saja mengalami tanda hamil berbeda.

Dikatakan dr.Fredrico Patria, Sp.OG, dalam buku tersebut, berhenti menstruasi bisa jadi salah satu ciri hamil. "Ini merupakan tanda kehamilan paling umum, yang membuat seorang perempuan merasa perlu melakukan tes kehamilan," terang dokter yang praktik di RS Permata Cibubur ini.

Apakah setiap ibu hamil mengalami gejala awal kehamilan?

Fredrico menjelaskan, tanda kehamilan yang pasti hanya bisa didapatkan setelah pemeriksaan USG dan doppler yang sangat peka, demi mendapatkan gambar janin dan detak jantung janin dalam kandungan.

"Dengan kata lain, jika mengalami satu atau beberapa gejala, tidak selalu berarti ibu sedang hamil," tegas Fredrico.

Tapi sebaliknya, Bunda, bisa jadi hamil meskipun tidak mengalami satupun tanda kehamilan. Melansir dari Kidspot, bagi beberapa perempuan, gejala awal kehamilan dimulai beberapa minggu pertama setelah pembuahan.

Dipaparkan dalam ulasan berjudul Early pregnancy symptoms: First signs you might be pregnant tersebut, gejala kehamilan juga bisa bervariasi dalam intensitas, frekuensi, dan lamanya. Dijelaskan juga, ciri awal kehamilan bisa muncul mirip seperti sindrom pra-menstruasi (PMS).


Dengan begitu, banyak Bunda bertanya-tanya, bagaimana cara mengenali tanda hamil setelah berhubungan seks? Apakah ciri hamil 1 hari bisa kita rasakan?

Dikutip dari Health Line, minggu pertama kehamilan didasarkan pada tanggal periode menstruasi terakhir Bunda. Periode menstruasi terakhir ini dianggap minggu pertama kehamilan, bahkan jika Bunda belum benar-benar hamil.

Diterangkan dalam ulasan berjudul Early Pregnancy Symptoms tersebut, ciri hamil minggu pertama sampai keempat di antaranya kram perut ringan dan flek. Pada periode ini, telur yang dibuahi menciptakan blastokista (kelompok sel yang berisi cairan) yang akan berkembang menjadi organ dan bagian tubuh bayi.

Setelah 10 hingga 14 hari (minggu ke-4) setelah pembuahan, blastokista akan ditanamkan di endometrium, lapisan rahim. Inilah yang bisa menyebabkan pendarahan implantasi, yang sering dianggap PMS rutin.

Untuk memastikan, berikut 4 tanda pendarahan implantasi:

1. Warna. Setiap periode mungkin berwarna merah muda, merah, atau coklat.

2. Pendarahan. Biasanya, pendarahan dibandingkan dengan periode menstruasi reguler. Bercak didefinisikan oleh munculnya darah saat Bunda menyeka miss v.

3. Nyeri. Nyeri yang dirasakan mungkin ringan, sedang, atau berat. Sebuah penelitian terhadap 4.539 perempuan menunjukkan, 28 persen dari mereka mengalami perdarahan bercak disertai nyeri ringan.

4. Periode. Pendarahan implantasi kemungkinan berlangsung kurang dari tiga hari dan tidak membutuhkan perawatan.

[Gambas:Instagram]


Nah, setelah implanstasi berhenti, tubuh Bunda akan mulai memproduksi human chorionic gonadotropin (hCG). Hormon inilah yang kelak membantu tubuh Bunda menjaga kehamilan. Ini juga yang memberi tahu ovarium untuk berhenti mengeluarkan telur matang setiap bulan.

Dengan begitu, menstruasi berikutnya tidak akan datang, sekitar empat minggu setelah pembuahan. Kalau siklus menstruasi tidak teratur, tentu Bunda bisa melakukan tes kehamilan untuk memastikan. Caranya?

"Jika ibu ingin tahu hamil atau tidak, dengan kepastian nyaris 100 persen, lebih baik melakukan tes kehamilan," tegas Fredrico.

Berikut jenis-jenis tes kehamilan, dikutip dari buku Dahsyatnya Hamil Sehat & Normal:

1. Tes urine

Tes ini merupakan yang paling lazim dan banyak dilakukan. Selain mudah dan sederhana, tes urine juga bisa dilakukan sendiri tanpa bantuan ahli. Tes urine dapat mendeteksi kadar hormon hCG pada minggu-minggu awal kehamilan.

Jenis-jenis tes urine

Test pack

Ini adalah tes kehamilan yang praktis dan bersifat pribadi. Tak perlu pergi ke laboratorium, Bunda bisa memeriksa kehamilan dengan alat ini di rumah. Bentuk alat tes kehamilan ini ada dua, yakni strip dan compact.

Bentuk strip harus dicelupkan ke urine yang telah ditampung. Sedangkan bentuk compact cukup disentuhkan ke urine saat buang air kecil. Tes pack yang terkena urine akan memunculkan hasil garis merah, satu garis berarti negatif dan dua garis berarti positif hamil.

Tes slide

Di klinik atau rumah bersalin, tes urine dilakukan dengan menggunakan slide kaca. Setetes urine dicampur dengan antiserum, lalu ditambahkan setetes latex suspension.

Jika terdapat hCG dalam urine, hormon tersebut dinetralkan oleh antiserum, sehingga larutan yang tertinggal di atas slide menyerupai susu. Bila tidak terdapat hCG, maka antiserum akan bereaksi dengan latex membentuk semacam bulir.

Tes laboratorium

Calon ibu hamil cukup mengirimkan sampel urine ke laboratorium terdekat atau atas rekomendasi dokter. Keunggulan dari tes ini tentu keakuratan hampir mendekati 100 persen, dan urine yang diambil tidak tergantung waktu pengambilannya.

2. Tes darah

Selain tes urine, tes darah bisa dilakukan untuk mendeteksi hCG, sekitar enam sampai delapan hari setelah Bunda berovulasi. Ini berarti lebih awal dari tes urine.

3. Pemindaian ultrasound

Ultrasound dapat mendeteksi kantong amniotik (ketuban) pada usia kehamilan 6 - 7 minggu. Tes ini dilakukan untuk menentukan usia kehamilan, laju pertumbuhan, dan posisi yang tepat dari janin dan plasenta, mendeteksi ketidaknormalan, serta melihat apakah kehamilan tunggal atau lebih dari satu bayi.

Dijelaskan juga, hCG merupakan hormon yang hanya diproduksi selama kehamilan. Hormon ini dibuat dari sel-sel yang membentuk plasenta, zat yang bertugas 'memberi makan' telur setelah dibuahi dan menempel pada dinding rahim.


Setelah pembuahan, dilansir Web MD, sel telur akan menempel di dinding rahim. Inilah yang bisa memunculkan salah satu tanda hamil seperti bercak dan kadang-kadang Bunda merasakan kram perut, yang menyerupai kram menstruasi.

Selain pendarahan, calon ibu hamil mungkin akan mengalami keputihan berwarna seperti putih susu. Ini terkait penebalan dinding vagina, yang dimulai segera setelah pembuahan. Pertumbuhan sel-sel yang melapisi vagina meningkat, sehingga menyebabkan keluarnya cairan.

Jadi kesimpulannya, tanda hamil paling cepat terdeteksi adalah satu minggu setelah periode menstruasi terakhir. Ciri hamil yang mudah dikenali adalah kram perut ringan dan flek, seperti gejala menstruasi rutin setiap bulan.

Bunda, simak juga penjelasan dokter tentang dampak kurang tidur pada proses menstruasi, dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]

(muf/muf)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi