kehamilan

Sakit Pinggang Tanda Hamil, Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Muhayati Faridatun Rabu, 23 Oct 2019 20:30 WIB
Sakit Pinggang Tanda Hamil, Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya
Jakarta - Sakit punggung bagian bawah atau sakit pinggang merupakan salah satu tanda hamil. Gejala ini mungkin juga Bunda alami setiap bulan dalam periode menstruasi rutin.

Dikutip dari Web MD, nyeri punggung saat kehamilan biasanya terjadi ketika panggul bertemu dengan tulang belakang di sendi sakroiliaka. Selama kehamilan, tubuh Bunda juga menghasilkan hormon relaxin, yang memungkinkan ligamen di daerah panggul untuk rileks.

Sendi juga menjadi lebih longgar dalam persiapan untuk proses kelahiran. Hormon yang sama bisa menyebabkan ligamen yang mendukung tulang belakang menjadi kendur, yang menyebabkan ketidakstabilan dan rasa sakit.


"Saat rahim mengembang, dua otot paralel (otot abdominis rektal), yang berjalan dari tulang rusuk ke tulang kemaluan, dapat terpisah di sepanjang lapisan tengah. Pemisahan ini dapat memperburuk sakit punggung," demikian dijelaskan ulasan berjudul Back Pain in Pregnancy tersebut.

Stres emosional juga bisa menyebabkan ketegangan otot di punggung, yang bisa dirasakan ibu hamil sebagai nyeri punggung atau kejang punggung. Ibu hamil akan mengalami peningkatan nyeri punggung atau sakit pinggang selama masa-masa stres kehamilan.

Penyebab sakit pinggang dan punggung saat hamil

Melansir dari Parents, para ahli umumnya memasukkan penyebab nyeri punggung bawah terkait kehamilan ke dalam tiga kategori utama, yakni biomekanik, hormon, dan stres.

Sakit Pinggang Tanda Hamil, Ini Penyebab dan Cara MencegahnyaIlustrasi sakit pinggang tanda hamil/ Foto: iStock
1. Biomekanik

Biomekanik mengacu pada cara tubuh ibu hamil menopang diri sendiri (postur) dan bergerak (sendi), yang menjadi penyebab utama sakit pinggang saat kehamilan. Karena tubuh ibu hamil membawa beban fisik tambahan, tubuh yang sehat pun bisa jadi tidak seimbang.

Obgyn di Texas Children's Pavilion for Women di Houston, Amerika Serikat, Damla Karsan Dryden, MD, merangkum apa yang terjadi dengan tulang belakang dan masalah postur terkait sakit pinggang dan punggung selama kehamilan.

"Saat bayi tumbuh selama kehamilan, pusat grativasi ibu hamil bergeser ke depan, menempatkan lebih banyak ketegangan di punggung bawah," jelas Dryden.

Dipaparkan juga, sakit pinggang biomekanik selama kehamilan ini melibatkan tulang, sendi, otot, ligamen, dan kadang-kadang saraf. Ligamen yang terlepas dari hormon kehamilan dan otot inti harus bekerja lebih keras untuk melindungi tulang belakang dan panggul.

Kalau otot-otot ini lemah atau tidak difungsikan dengan benar, sendi yang menahan beban, yang menghubungkan tulang di tulang belakang bagian bawah dengan tulang pinggul, sangat berisiko terluka atau meradang.

Ibu hamil harus waspada, nyeri sendi yang dihasilkan bisa menyebar lewat bokong dan ke bawah kaki. Meski sebagian ibu hamil mengeluh linu panggul selama kehamilan, mungkin saja mereka mengalami sesuatu yang sama sekali berbeda.

Direktur medis Program Nyeri Panggul Kronis di University Health System of Loyola, Illinois, mengatakan, "Masalah saraf skiatik sejatinya terjadi pada kurang dari satu persen pasien hamil. Kemungkinan besar ibu hamil memiliki nyeri panggul pada daerah sendi sacroiliac."


2. Hormon

Hormon menjadi penyebab utama kedua nyeri punggung bawah atau sakit pinggang yang dialami ibu hamil. Selama trimester pertama kehamilan, tingkat progesteron dalam tubuh ibu hamil akan melonjak, membantu melonggarkan dan mengendurkan ligamen, serta jaringan yang akan meregang selama kehamilan.

Di sepanjang trimester kedua kehamilan, otak akan melepaskan hormon lain yang disebut relaxin, untuk membantu ligamen di antara otot-otot panggul ibu hamil, yang membuka lebih banyak untuk memberi ruang bagi bayi untuk dilahirkan.

"Panggul adalah tiga tulang yang direkatkan bersama. Hormon-hormon ini bertugas mengendurkan lem," terang Adam Romoff, MD, Ketua Asosiasi Kebidanan dan Kandungan di Lenox Hill Hospital, New York.

Dijelaskan lebih lanjut, hormon tidak terbatas pada area panggul, tapi bisa beredar di seluruh tubuh ibu hamil. Akibatnya, semua kelonggaran dan pembukaan menyebabkan ketidakstabilan di semua sendi, membuat ibu hamil rentan terhadap keselarasan yang menyakitkan atau bahkan cedera. Punggung bagian bawah adalah salah satu tempat paling rentan.

3. Stres

Penyebab ketiga nyeri punggung bawah atau sakit pinggang tanda hamil adalah stres. Ini juga merupakan penyebab nyeri punggung bawah yang mungkin Bunda alami meski tidak sedang hamil. Seperti Bunda ketahui, bagi banyak perempuan, hamil bisa membuat stres terlebih kalau kehamilan pertama.

"Kita semua tahu, stres pada tubuh bisa meningkatkan sesak dan nyeri otot," ungkap dr.Robert Kum, DC, ahli gangguan otot di Arlington, Massachusetts, yang berpengalaman merawat ratusan ibu hamil.

Karena stres bisa menyebabkan rasa sakit, Kum menyarankan ibu hamil agar melakukan apa saja untuk mengatasi stres dan merasa tetap nyaman menjalani kehamilan. Ibu hamil bisa melakukan yoga, meditasi, tidur yang cukup, dan dukungan emosional yang baik juga sangat membantu.

"Kehamilan adalah perjalanan. Saat sakit pinggang atau punggung itu datang, ingatlah bahwa bantuan sangat penting. Anda tidak sendirian," Kum menjelaskan.

[Gambas:Instagram]


Sakit pinggang tanda hamil bisa dicegah

Bunda tentu akrab ya dengan ungkapan 'lebih baik mencegah daripada mengobati'. Kalau memerhatikan ibu hamil sering memegangi pinggang saat bangun dari duduk, atau terlalu banyak berjalan, harusnya ini jadi pelajaran bagi para calon ibu hamil.

American Pregnancy Association memperkirakan, sekitar 50 sampai 70 persen ibu hamil berjuang melawan rasa sakit pinggang atau punggung selama kehamilan. Tapi Bunda enggak usah khawatir, ada beberapa teknik yang bisa membantu ibu hamil mengurangi efek sakit pinggang.

Sakit pinggang tanda hamil juga bisa dicegah, Bunda. Bahkan sebelum memulai program hamil. Disarankan oleh asisten profesor di Montefiore Medical Center di New York, Mary Rosser, MD, Ph.D, saat merencanakan kehamilan, mulailah menguatkan tubuh terutama kaki, perut, dan punggung, dengan berolahraga ringan.

Rosser menyarankan, "Berjalan selama 20 hingga 30 menit, atau mengendarai sepeda stasioner selama 30 menit sehari untuk membangun kekuatan kaki."

Teknik latihan sederhana ini untuk mempersiapkan tubuh ibu hamil menanggung beban berat kehamilan. Ini juga bisa memperkuat otot perut untuk menopang perut dan melindungi punggung, saat kehamilan mulai berkembang.

Rosser pun memastikan, risiko sakit pinggang benar-benar akan dialami ibu hamil. "Sebagian besar disebabkan oleh kompresi saraf dan pembuluh darah," tegasnya.

Jadi, Rosser kembali menganjurkan ibu hamil agar mengadopsi semua kebiasaan sehat, yang dilakukan sebelum kehamilan. Tidur miring dengan bantal di antara lutut, menurut penjelasan Rosser, bisa mengurangi ketegangan pada panggul dan punggung bagian bawah.

"Gunakan sepatu hak rendah dengan penyangga lengkung untuk membantu punggung mempertahankan kelengkungan alami yang sehat, minum banyak cairan untuk menjaga pembuluh darah tetap terbuka dan terhidrasi," terang Rosser.


Satu lagi nih, Bunda. Kalau ibu hamil ingin mengambil sesuatu yang terjatuh, lebih baik menekuk lutut daripada membungkuk. Tapi, kalau sakit pinggang atau punggung berlanjut, ibu hamil disarankan konsultasi ke dokter untuk mengetahui cara mengatasinya.

Perlu diingat, jangan asal minum obat penghilang rasa sakit ya, Bunda. Aspirin dan obat antiinflamasi nonsteroid lain seperti ibuprofen atau naproxen sangat tidak disarankan untuk ibu hamil. Dalam beberapa kasus, dokter akan merekomendasikan obat nyeri atau pelemas otot yang aman dikonsumsi ibu hamil.

Bunda, simak juga penjelasan dokter tentang penyebab ibu hamil mengalami preeklampsia, dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]

(muf/som)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi