sign up SIGN UP search


kehamilan

Benar Enggak Sih, Ada Olahraga untuk Mencegah Kehamilan?

Dwi Indah Nurcahyani Rabu, 07 Oct 2020 15:02 WIB
Two female runners in pink and blue athletic shirts are training for their next race. These women enjoy running at sunset in the evening together as friends on the trails through. Running is their way of staying active and healthy. caption

Sebagian pasangan suami-istri memilih untuk menunda memiliki anak, sehingga mencari cara aman untuk mencegah kehamilan. Hal ini biasanya dilakukan untuk mengontrol jarak kehamilan agar tak terlalu dekat. Sehingga dapat mempersiapkan mental dan fisik dengan baik, untuk kehadiran anak selanjutnya.

Mencegah kehamilan yang paling umum biasanya dilakukan dengan memakai kontrasepsi. Namun, ada juga yang memilih untuk mencegah kehamilan dengan melakukan olahraga. Tetapi, benarkah ada olahraga yang efektif mencegah kehamilan secara?

Ingat, Bunda, pada dasarnya olahraga dilakukan untuk menyehatkan tubuh. Selama olahraga dilakukan dengan baik dan benar, tentu saja akan mendatangkan manfaatnya, termasuk memiliki tubuh yang sehat dan bugar. Bahkan, olahraga masih boleh dilakukan ibu hamil lho.


Hanya saja, ada sebagian olahraga yang dipandang berisiko membahayakan kehamilan, sehingga bisa menyebabkan keguguran. Ini, bukan berarti ada jenis olahraga yang bisa digunakan untuk mencegah kehamilan, Bunda. 

Mengutip WebMD, olahraga yang berkaitan dengan usaha menurunkan berat badan bisa membahayakan kandungan. Selain itu, olahraga berat seperti sepak bola, basket, dan ice hockey sangat membahayakan kehamilan trimester satu.

Olahraga yang rawan jatuh dan berlebihan juga bisa menyebabkan risiko keguguran. Tak hanya itu saja, aktivitas memanggul akan membuat sendi lebih longgar yang meningkatkan risiko cedera. Termasuk olahraga seperti aerobik dan kickboxing.

Perlu Bunda tahu juga, beberapa olahraga berisiko memang tidak disarankan untuk dilakukan selama kehamilan. Misalnya saja seperti olahraga yang memiliki risiko jatuh atau cedera perut yang lebih tinggi yakni gymnastics, downhill skiing, seluncur es, menunggang kuda, menyelam, bungee jumping dan sebagainya. Beberapa olahraga tersebut tentunya harus dihindari selama kehamilan karena membahayakan Bunda dan juga janin, seperti dikutip dari laman Whattoexpect.

Di sisi lain, olahraga yang menimbulkan risiko penyakit dekompresi bagi bayi juga dilarang, seperti scubadiving. Atau, latihan yang melibatkan berbaring telentang untuk waktu lama biasanya akan dilarang terutama ketika perut semakin membesar karena berat rahim yang membesar dapat menekan pembuluh darah utama dan membatasi sirkulasi bagi Bunda dan bayi.

Dengan begitu, setiap olahraga artinya memang menyehatkan. Tidak ada satu olahraga yang berkemungkinan dapat mencegah kehamilan. Tetapi, ketika kemudian Bunda sedang hamil dan tidak sengaja melakukan aktivitas berisiko seperti di atas, bisa jadi memang akan mendatangkan keguguran. 

Seperti juga aktivitas mengangkat berat, bersepeda, panjat tebing, serta olahraga berat lainnya yang terlalu berisiko untuk dilakukan selama kehamilan, seperti dikutip dari laman Utswmed.

Tetapi, selama menjalankan olahraga yang aman seperti lari, berenang, snorkeling, dan jalan kaki, semua olahraga tersebut masih dalam batas aman dilakukan selama kehamilan ya, Bunda.

Jadi, kalau Bunda dan pasangan memang sedang berencana untuk menunda kehamilan, ada baiknya memilih untuk menggunakan alat kontrasepsi saja yang lebih aman ketimbang memaksakan melakukan olahraga ekstrem untuk mencegah kehamilan. Dengan begitu, kesehatan Bunda pun lebih terjaga ke depannya.

Semoga membantu ya, Bunda!

Bunda, simak juga yuk 6 jenis alat kontrasepsi dan kegunaannya dalam penjelasan di video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]



(rap/rap)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi