sign up SIGN UP search


kehamilan

Penanganan Tepat Saat Ibu Hamil Alami Abortus Inkomplit atau Keguguran

Dwi Indah Nurcahyani Senin, 02 Nov 2020 20:26 WIB
Close up of man doctor touching patient hand for encouragement and empathy on the hospital, cheering and support patient, Bad news, medical examination, trust and ethics. caption

Jakarta - Sebagian ibu hamil mengalami perdarahan di vagina, yang tentunya membuat cemas akan keselamatan janin di kandungan. Bahkan, ada yang merasakan perdarahan dibarengi dengan kram yang berirama layaknya persalinan. Gejala apa itu ya, Bunda?

Kondisi semacam ini merupakan bagian dari abortus inkomplit. Biasanya, kondisi ini ditandai dengan terjadinya perdarahan vagina, kram (kontraksi), dilatasi serviks, dan produk konsepsi yang tidak lengkap.

Wanita yang mengalami kondisi abortus inkomplit seringkali menggambarkan bagian dari gumpalan atau potongan jaringan, dan melaporkan perdarahan vagina. Kram yang dirasakan mungkin berirama atau seperti persalinan, meskipun tidak sekuat persalinan penuh, seperti dikutip dari laman Science Direct.


Pada titik ini, bayi telah meninggal dan telah lewat atau merupakan bagian dari jaringan yang tertahan. Perawatan pun akan difokuskan untuk membantu Bunda menyelesaikan proses keguguran dengan membuang jaringan yang tertahan serta penyembuhan emosional dan fisik.

Penanganan abortus inkomplit biasanya tergantung pada gambaran klinis yang ada. Jika pasien mengalami perdarahan hebat atau muncul dengan tanda dan gejala klinis infeksi, evakuasi bedah diindikasikan. Jika abortus inkomplit tidak tuntas atau POC yang tertinggal dicurigai pada pasien yang stabil, manajemen bedah menjadi jalan yang diambil.

"Tunggulah untuk melihat apakah tubuh menyelesaikan keguguran dengan sendirinya atau tidak," ujar Sarah Marshall, M.D, Spesialis Pengobatan Keluarga di Sacramento, seperti dikutip dari laman Peacehealth.

Jika kondisi tidak membaik, segeralah temui dokter untuk menyelesaikan abortus inkomplit sesegera mungkin. Hal ini untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan seperti perdarahan parah yang mungkin terjadi ataupun risiko lainnya.

Sebab, ketika perdarahan hebat atau infeksi terjadi, kemungkinan Bunda memerlukan pembedahan untuk mengosongkan rahim. Dan, pengobatan pun membutuhkan waktu lebih lama daripada prosedur untuk mengosongkan rahim dimana kondisi tersebut juga dapat menyebabkan rasa sakit serta efek samping.

Nah, semoga Bunda terhindar dari risiko tersebut ya. Jangan lupa untuk selalu berkonsultasi dengan dokter ketika ada kondisi yang dicurigai membahayakan seperti abortus inkomplit. Dengan begitu, Bunda pun segera mendapatkan penanganan yang tepat secara medis. 

Semoga sehat selalu ya, Bunda!

Bunda, simak juga yu pemicu keguguran dalam video di bawah ini:

[Gambas:Video Haibunda]



(rap/rap)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi