sign up SIGN UP search


kehamilan

Bumil, Simak Gejala dan Risiko Hellp Syndrome yang Perlu Diwaspadai

Dwi Indah Nurcahyani Sabtu, 07 Nov 2020 07:58 WIB
Sick woman with stomach pain due to diarrhea caption

Jakarta - Bunda, sudah pernah mendengar hellp syndrome? Masalah kesehatan yang satu ini menjadi salah satu risiko yang dialami sebagian ibu hamil. Sindrom ini kerap dianggap sebagai varian dari preeklamsia yang ditandai dengan perkembangan tekanan darah tinggi selama kehamilan.

Hellp Syndrome sebenarnya dapat menjadi kondisi berbeda. Meskipun sindrom ini dan preeklamsia sangat erat kaitannya, ibu hamil mungkin saja mengalami hellp syndrome tanpa memiliki tekanan darah tinggi atau tanda-tanda preeklamsia lainnya, seperti kelebihan protein dalam urine, seperti dikutip dari laman Abclawcenters.

Gejala pada hellp syndrome yang paling umum ialah munculnya sakit perut dan nyeri tekan yang umumnya terjadi di perut kanan atas. Selain itu, gejala lain yang juga dirasakan yakni adanya tekanan darah tingi, kadar protein tinggi dalam urine, mual dan muntah, sakit kepala, rasa tidak enak, kelelahan, pembengkakan, penambahan berat badan, kejang, perdarahan yang tidak mudah berhenti, dan lainnya.


Biasanya, tanda dan gejala hellp syndrome muncul antara usia 28 dan 36 minggu kehamilan. Tetapi, bisa juga terjadi lebih awal. Bahkan, beberapa ibu mengalami hellp syndrome segera setelah melahirkan.

"Kondisi ini biasanya menyerang wanita pada trimester ketiga, tetapi dapat terjadi tujuh hari setelah melahirkan," ujar Christine Greves, MD, seorang obgyn di Orlando, seperti dikutip dari laman Health.

Dr Greves mengatakan bahwa sakit perut merupakan gejala paling umum dari hellp syndrome. Biasanya, pasien melaporkannya bahwa mereka merasakannya tepat di bawah tulang dada. 

Lebih spesifik, Dr Greves mengatakan bahwa sindrom tersebut dapat menyebabkan rasa sakit di bawah tulang rusuk di sisi kanan, khususnya dimana hati berada.

Nyeri, bagaimanapun bukanlah satu-satunya gejala yang harus diwaspadai. Ibu hamil yang merasakannya mungkin juga akan merasakan sakit seperti terserang flu, kata Dr Greves. 

Selain itu, kondisi ini juga dapat menyebabkan mual, muntah, sakit kepala, dan penglihatan kabur. Serta beberapa di antaranya juga bisa menyebabkan perdarahan yang sulit dihentikan dan kejang.

Mengenai perawatan pada pasien hellp syndrome, persalinan menjadi cara untuk mengatasinya. Artinya, harus menjalani prosedur persalinan secepat mungkin bahkan jika bayinya prematur sekalipun.

Pasien hellp syndrome juga harus menerima magnesium sulfat IV untuk mencegah kejang. Jika tekanan darah tinggi, maka obat-obatan yang menurunkan tekanan darah juga disarankan. Obat-obatan tersebut juga diberikan jika Bunda mengalami hellp syndrome setelah melahirkan, kata Dr Greves.

Alternatif lain seperti mengonsumsi aspirin setiap hari selama kehamilan juga diketahui dapat mengurangi terjadinya hellp syndrome. Tetapi, pastikan Bunda berkonsultasi dengan dokter mengenai hal tersebut agar tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan.

Semoga membantu ya, Bunda!

Bunda, simak juga yuk perjuangan Winda 'Idol' hamil dengan darah tinggi dalam video di bawah ini:

[Gambas:Video Haibunda]



(rap/rap)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi