sign up SIGN UP search


kehamilan

Ragam Manfaat dan Dampak Makan Buah Anggur Saat Hamil untuk Kesehatan Janin

Annisa Karnesyia Senin, 31 May 2021 12:35 WIB
Ibu hamil makan caption
Jakarta -

Bunda lagi ngidam buah anggur saat hamil? Buah berwarna hijau dan ungu ini dikenal memiliki kandungan antioksidan yang tinggi lho.

Mitosnya, Bunda enggak boleh makan buah ini selama hamil karena bisa membahayakan kandungan. Bagaimana fakta sebenarnya?

Menurut ahli diet Barbie Cervoni MS, RD, CDCES, CDN, sebagian besar buah anggur kaya akan antioksidan untuk menangkal radikal bebas penyebab penyakit. Buah ini juga mengandung vitamin dan mineral yang baik untuk kesehatan.


"Anggur segar menjadi pilihan yang baik untuk camilan manis alami karena mengandung vitamin C dan K, serta fitinutrien bermanfaat lainnya," kata Cervoni, dikutip dari Very Well Fit.

Buah anggur memiliki rasa manis, rendah lemak, dan kalori. Jika Bunda lagi mencoba mengurangi olahan makanan tambahan yang manis, maka buah anggur ini tepat dijadikan sebagai camilan sehat.

"Sebagian besar manfaat anggur bagi kesehatan berasal dari vitamin yang terkandung di dalamnya," ujar Cervoni.

Konsumsi anggur paling baik yakni saat buah masih segar. Hindari makan anggur yang sudah berjamur, tidak segar, atau terlihat layu ya.

Anggur hijau adalah yang paling manis dan memiliki rasa paling enak dibandingkan yang berwarna kuning kehijauan. Begitupun dengan anggur berwarna merah dan agak kehitaman, Bunda.

Dampak makan anggur saat hamil

Makan buah anggur saat hamil masih aman, namun sebaiknya dikonsumsi dalam jumlah sedang. Mengutip Mom Juction, konsumsi anggur dalam jumlah banyak bisa berbahaya bagi Bunda hamil.

Dalam kulit buah anggur terdapat senyawa yang disebut resveratrol. Senyawa ini bisa berbahaya bagi Bunda dan janin bisa dikonsumsi dalam jumlah berlebih.

Resveratrol merupakan senyawa beracun yang bisa berbahaya bagi wanita yang hormon kehamilannya tidak seimbang. Keracunan resveratrol juga dapat menyebabkan banyak komplikasi selama kehamilan. Kandungan senyawa ini biasanya ditemukan dalam anggur dengan warna kulit gelap, seperti merah atau agak kehitaman.

Selain kandungan resveratrol, kulit anggur juga bisa terkontaminasi pestisida yang mendatangkan risiko komplikasi kesehatan pada janin. Anggur juga dikhawatirkan dapat menyebabkan sembelit karena kulitnya sulit dicerna dan memiliki rasa panas yang dapat memberikan pengaruh pada Bunda dan janin.

Selain itu, kandungan gula di buah ini juga mungkin perlu diwaspadai selama kehamilan. Buah anggur mengandung gula fruktosa yang bisa menimbulkan risiko pada wanita dengan diabetes gestasional.

Bunda yang memiliki diabetes militus, obesitas alergi, dan masalah pencernaan sebaiknya menghindari makan buah ini ya. Bila ragu atau khawatir, Bunda dapat konsultasi ke dokter.

Ibu hamil makanIbu hamil makan anggur/ Foto: iStock

Manfaat buah anggur untuk kehamilan

1. Kekebalan tubuh atau imunitas

Buah anggur kaya akan antioksidan seperti flavonol, antosianin, linalool, geraniol, dan tanin. Semua kandungan ini dalam membantu meningkatkan kekebalan tubuh dan mencegah infeksi.

2. Mengatasi kram otot

Kram otot adalah ciri kehamilan yang sering dialami wanita. Untuk mengatasinya, Bunda bisa mengonsumsi buah anggur karena mengandung magnesium.

3. Mengatasi konstipasi

Kandungan serat di buah anggur dapat mengatasi konstipasi selama kehamilan. Serat makanan di buah ini memiliki fungsi sebagai pencahar.

4. Mengontrol kolesterol

Meski resveratrol dianggap berbahaya bila dikonsumsi dalam jumlah banyak, senyawa tetap memiliki manfaat untuk kehamilan. Senyawa resveratrol di anggur merah bisa mengontrol kolesterol selama kehamilan.

Resveratrol dipercaya bisa meningkatkan kinerja empedu, yang membuat lemak di darah tetap terkendali. Untuk mendapatkan manfaat ini, Bunda disarankan makan buah anggur segar, bukan dalam bentuk jus.

5. Mengatasi masalah jantung

Kandungan polifenol dapat mendukung sistem kerja jantung. Pada akhirnya, polifenol bisa berperan mengatasi masalah jantung pada Bunda hamil.

6. Menjaga kadar hemoglobin darah

Anggur mengandung zat besi yang dapat menjaga kadar hemoglobin darah, Bunda. Kandungan zat besi ini juga baik untuk wanita dengan anemia. Jenis anggur merah mengandung lebih banyak zat besi dibandingkan jenis anggur lainnya.

7. Mendukung perkembangan janin

Kandungan vitamin B di buah anggur dapat membantu metabolisme janin yang sedang tumbuh. Selain itu, kandungan sodium di buah ini juga bisa mendukung perkembangan sistem saraf.

Vitamin A dan flavonol di anggur dapat menjaga kesehatan mata bayi. Sementara asam folat di buah ini bisa mengurangi risiko terjadinya cacat tabung saraf.

Cara menyimpan anggur

Makan buah anggur paling baik dalam kondisi segar. Untuk itu, Bunda perlu memerhatikan tempat penyimpanan anggur untuk bertahan selama berminggu-minggu ya. Berikut langkah-langkah membeli dan menyimpan anggur yang tepat:

1. Periksa bagian luar anggur

Saat membeli anggur, pilihlah yang masih segar, tidak berjamur, layu atau batang melekat dengan buruk. Anggur dengan kondisi tersebut tidak akan bertahan lama bila disimpan. Sebelum menyimpan, buanglah anggur-anggur yang cenderung sudah berubah menjadi buruk.

2. Jaga agar tetap dingin

Anggur paling baik disimpan dalam kulkas dingin. Letakkan anggur di bagian belakang kulkas atau tempat paling dingin. Jangan satukan anggur dengan makanan atau bumbu pedas, seperti bawang karena anggur dapat dengan mudah menyerap bau.

3. Simpan tanpa dicuci

Jika Bunda sudah membeli anggur dalam wadah, maka simpanlah semuanya dalam satu paket. Wadah ini biasanya sudah didisain untuk menjaga kesegaran anggur dalam waktu lama.

Selain itu, buah anggur tidak perlu dicuci saat disimpan di kulkas. Mencuci buah ini hanya dapat meningkatkan kelembapan dan mempercepat proses pembusukan. Agar bertahan lama, anggur bisa dibekukan dan dicuci sebelum Bunda makan.

(ank/som)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi