sign up SIGN UP search


kehamilan

7 Penyebab Perut Kedutan Saat Hamil, Waspadai Bayi Terlilit Tali Pusar

Annisa Karnesyia Jumat, 02 Jul 2021 15:40 WIB
Healthcare, treatment. Young pregnant woman feeling sudden pain in her back. Future mom suffering from backpain. High quality photo caption
Jakarta -

Bunda sering merasakan kedutan di perut selama hamil? Lalu apa kedutan ini terjadi di awal atau sepanjang kehamilan?

Perut kedutan saat hamil bisa terjadi di awal kehamilan. Kondisi ini terkadang membuat para Bunda khawatir dengan kondisi bayinya.

Bicara soal kehamilan, setiap Bunda memang bisa merasakan perubahan dan tanda yang berbeda. Jangan langsung menganggap perut kedutan sebagai kondisi tidak normal karena kebanyakan tanda kehamilan memang unik.


Perut kedutan dapat menandakan kondisi bayi sehat karena aktif bergerak. Sebaliknya, kondisi ini mungkin perlu dikhawatirkan bila disertai gejala lain, seperti pendarahan atau demam.

Penyebab perut kedutan saat hamil

Perut kedutan saat hamil tidak dirasakan semua Bunda. Berikut 7 penyebab perut kedutan saat hamil:

1. Bayi cegukan dalam kandungan

Beberapa Bunda menggambarkan cegukan janin dalam kandungan seperti perut kedutan atau berdenyut mirip kejang otot. Cegukan dapat diamati melalui pemeriksaan ultrasonografi (USG).

Kondisi ini sendiri biasanya terjadi di akhir trimester pertama atau awal trimester kedua. Cegukan yang dialami janin adalah gerakan kecil yang dilakukan diafragma saat bayi mulai berlatih bernapas.

Saat bayi menarik napas, cairan ketuban akan masuk ke paru-paru sehingga membuat diafragma berkontraksi dan mengakibatkan cegukan. Menurut wellness leader Melanie Santos, penyebab cegukan ini masih belum diketahui secara pasti. Sebuah teori berpendapat bahwa cegukan janin berperan dalam proses pematangan organ paru-paru.

"Dalam banyak kasus, hal ini normal terjadi selama kehamilan," kata Santos, dikutip dari Healthline.

2. Janin bergerak

Sebagian besar wanita akan merasa perut kedutan di usia kehamilan 16 minggu. Penyebabnya bisa karena janin bergerak, Bunda.

Menurut National Health Services (NHS), gerakan bayi biasanya dirasakan ibu sekitar usia kehamilan 16 sampai 24 minggu. Pada kehamilan pertama, kedutan perut ini mungkin baru dirasakan setelah usia kehamilan 20 minggu.

Gerakan janin dalam kandungan menandakan bayi aktif dan sehat. Sedikit gerakan dapat menandakan adanya infeksi atau masalah kehamilan lainnya.

3. Peregangan otot

Otot-otot perut dan rahim dapat meregang sepanjang kehamilan. Hal ini bertujuan untuk menyiapkan ruang untuk bayi tumbuh, Bunda.

Saat otot meregang, Bunda bisa merasakan kedutan di area perut. Beberapa mungkin akan terasa seperti otot kejang hingga menyebabkan rasa sakit.

Nyeri dan otot kejang karena meregang adalah kondisi yang normal selama kehamilan. Namun, bila kondisi ini disertai pendarahan atau demam, Bunda perlu segera ke dokter untuk mendapatkan penanganan medis.

Pregnant womanIlustrasi ibu hamil/ Foto: iStock

4. Perut kembung

Perut kembung merupakan salah satu keluhan umum pada wanita hamil. Penyebabnya karena peningkatan kadar hormon progesteron dalam tubuh.

Hormon ini dapat menyebabkan otot-otot di usus menjadi rileks, sehingga memperlambat sistem pencernaan dan menyebabkan penumpukan gas. Melansir dari Medical News Today, keluhan ini biasanya lebih sering muncul pada trimester pertama, dan mungkin bertambah buruk selama trimester ketiga.

Saat perut menjadi kembung, Bunda mungkin akan merasakan kedutan di area sekitarnya. Untuk menghindari perut kembung, kita bisa menjaga pola makan dan rutin melakukan aktivitas fisik selama hamil.

5. Kontraksi palsu

Kontraksi selama kehamilan juga bisa menyebabkan perut kedutan. Memasuki trimester kedua kehamilan, kontraksi bisa terjadi dan bisa bikin perut nyeri.

Kontraksi yang terjadi ini dikenal dengan kontraksi palsu atau Braxton Hicks. Kontraksi palsu dapat terjadi karena kondisi janin yang aktif dalam kandungan. Saat bayi bergerak dan masuk panggul, kontraksi ini juga bisa terjadi kembali.

Selain itu, kontraksi palsu bisa disebabkan hubungan seksual, melakukan aktivitas tinggi, atau kurang asupan cairan selama kehamilan. Penyebab kontraksi palsu ini tidak ada kaitannya dengan tanda jelang persalinan ya, Bunda.

Kontraksi palsu umumnya terjadi dengan intensitas yang tidak beraturan, tidak bisa diprediksi, dan jarang terjadi. Selain kedutan, perut akan terasa kram dan mengencang ketika disentuh. Kontraksi mungkin hilang ketika Bunda berpindah posisi.

6. Bayi kaget

Bayi dalam kandungan dapat merespons rangsangan eksternal lho, Bunda. Mereka bisa mendengar suara, gerakan ibu, cahaya, dan tekanan yang terjadi di perut.

Saat menerima rangsangan ini, bayi mungkin akan terkejut dan bergerak. Perut Bunda bisa mengalami kedutan dengan interval yang cepat dan tiba-tiba.

7. Pergerakan tali pusar

Bayi dalam kandungan bisa terlilit oleh tali pusar. Beberapa bayi memiliki tali pusar dengan panjang dan tidak biasa, yang sering kali menyebabkan lehernya terlilit berkali-kali.

Bayi yang terlilit tali pusar biasanya akan lebih aktif. Mereka tanpa sengaja akan melepaskan lilitan dengan bergerak dan berpindah posisi.

Pergerakan yang terjadi pada bayi selama periode ini bisa terasa oleh Bunda. Perut akan kedutan karena bayi bergerak di dalam kandungan.

Kapan harus ke dokter?

Perut kedutan saat hamil adalah kondisi normal. Namun, hal ini bisa menjadi tanda yang serius dan butuh penanganan medis lho, Bunda. Berikut beberapa kondisi yang harus diperhatikan ketika perut kedutan dan Bunda perlu ke dokter:

  1. Demam
  2. Mengalami kesulitan bernapas
  3. Mual dan muntah hebat
  4. Penurunan berat badan saat hamil
  5. Kulit tampak menguning
  6. Nyeri dada
  7. Pendarahan atau keluar darah di dalam tinja.

(ank)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi