sign up SIGN UP search


kehamilan

10 Tanda Hamil yang Dirasakan Tubuh, Areola Menggelap hingga Sakit Kepala

Annisa Karnesyia Senin, 05 Jul 2021 16:19 WIB
Tanda Hamil caption
Jakarta -

Kehamilan hanya bisa dibuktikan melalui tes urine da tes darah. Meski begitu, tanda-tanda hamil biasanya akan mulai dialami Bunda sebelum tes.

Tanda-tanda ini bisa menjadi acuan untuk melakukan tes lanjutan. Sebab, tes kehamilan akan mendeteksi kadar hormon yang juga berperan dalam perubahan tubuh di awal kehamilan.

Setiap wanita bisa mengalami tanda hamil yang berbeda nih, Bunda. Beberapa mungkin tidak mengalami tanda-tanda ini sama sekali.


Nah, berikut telah HaiBunda rangkum dari berbagai sumber, 10 tanda hamil yang sering terjadi pada tubuh:

1. Terlambat haid

Tanda awal kehamilan yang paling jelas adalah terlambat haid. Umumnya, tanda ini menjadi alasan banyak wanita melakukan tes kehamilan, Bunda.

Jika terlambat haid terjadi pada Bunda yang siklus haid teratur, maka kemungkinan bisa menjadi tanda hamil. Tapi, tanda ini mungkin akan sedikit berbeda bagi wanita yang siklus haidnya tidak teratur.

Selain menggunakan test pack, Bunda bisa memeriksakan ke dokter untuk mengetahui benar sudah hamil. Sebab, tidak semua wanita yang telat haid sudah pasti hamil ya.

Mengutip Web MD, wanita bisa mengalami terlambat haid karena berat badannya naik atau turun terlalu banyak. Beberapa wanita juga bisa melewatkan haid ketika berhenti minum pil KB.

2. Bercak haid dan kram

Bercak seperti haid dapat muncul setelah pembuahan. Sel telur yang telah dibuahi akan menempel pada dinding rahim. Bercak dapat terjadi dari 6 hingga 12 hari setelah telur dibuahi.

Saat muncul bercak, Bunda biasanya juga akan merasakan kram. Kondisi ini disebut juga pendarahan implantasi.

Beberapa Bunda hamil juga masih bisa mengalami haid di awal bulan kehamilannya. Namun, darah yang keluar sedikit dan warnanya tidak gelap seperti darah haid.

3. Payudara tegang

Perubahan payudara adalah tanda awal kehamilan. Perubahan hormon yang cepat setelah pembuahan dapat menjadi penyebab kondisi ini ya, Bunda.

Payudara akan terasa tegang atau bengkak, disertai sakit dan kesemutan. Perubahan payudara ini juga akan membuat payudara terasa penuh dan terasa lembut saat disentuh.

Selain itu, area di sekitar puting yang disebut areola juga bisa menjadi gelap. Jika perubahan ini menjadi tanda awal kehamilan, maka Bunda perlu membiasakan diri ya. Rasa tidak nyaman di payudara biasanya akan mereda dengan sendirinya.

4. Sakit kepala

Sakit kepala sebagai tanda hamil dapat disebabkan peningkatan volume darah dalam tubuh. Kepala akan terasa sakit dan tegang di awal kehamilan.

Selain karena volume darah, sakit kepala juga dapat terjadi bila Bunda kurang minum atau mengalami anemia. Perubahan hormon kehamilan bisa memperburuk keadaan.

"Fluktuasi hormon cenderung memperburuk sakit kepala dan hormon estrogen menjadi lebih stabil selama kehamilan," kata Richard Gersh, M.D., asisten profesor OB-GYN di Drexel University College of Medicine di Philadelphia, dilansir Parents.

5. Mual dan muntah

Mual dan muntah menjadi keluhan yang paling sering dialami ibu hamil di awal kehamilan. Sekitar 50 sampai 80 persen Bunda yang hamil mengalami keluhan ini.

Menurut dr. Ilham Utama Surya, SpOG, Mual dan muntah biasanya terjadi di usia kehamilan 5 minggu. Puncaknya terjadi pada usia kehamilan 8 sampai 9 minggu.

"Kondisi ini akan mereda dan menurun setelah memasuki usia kehamilan di atas 14 sampai 16 minggu. Mual dan muntah adalah hal wajar yang dialami ibu hamil, namun bisa berbahaya bila tidak waspada," kata Ilham kepada HaiBunda, beberapa waktu lalu.

Penyebab mual dan muntah di awal kehamilan adalah perubahan hormon. Ilham mengatakan bahwa di trimester awal kehamilan, ada hormon beta hCG (human chorionic gonadotropin) yang merangsang ke pusat otak kita, sehingga menyebabkan rasa mual dan muntah.

"Hormon lainnya adalah progesteron yang dapat membuat otot-otot polos menjadi lebih tenang. Kombinasi hormon-hormon ini juga dapat menyebabkan mual dan muntah selama hamil," ujar dokter yang bekerja sebagai Staff Medis Woman Health Service RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo ini.

Young vomiting woman portrait. Pregnant blonde suffering with nausea. Pregnancy symptoms, gestosis, parenthood conceptTanda Hamil, mual dan muntah/ Foto: Thinkstock

6. Badan lemas

Badan lemas atau cepat lelah adalah hal wajar dalam kehamilan. Kondisi ini biasanya akan dimulai di awal trimester pertama atau menjadi tanda hamil.

Badan lemas dan lelah biasanya sering dikaitkan dengan peningkatan hormon progesteron. Meski begitu, kadar gula darah dan tekanan darah yang rendah juga bisa menjadi penyebab kondisi ini.

Jika kelelahan disebabkan kehamilan, maka Bunda bisa mengatasinya dengan istirahat yang cukup. Jangan lupa untuk konsumsi makanan yang kaya akan protein dan zat besi ya.

7. Hilang selera makan

Kehilangan selera makan dan muncul ngidam bisa menjadi tanda hamil, Bunda. Kehilangan nafsu makan dapat terjadi karena fluktuasi hormon hCG. Rasa lapar yang menurun ini dapat membuat Bunda merasa mual dan muntah.

Secara drastis, kondisi ini pun bisa mengubah total asupan makan dan membuat beberapa wanita ngidam. Jika nafsu makan menurun terus terjadi, maka Bunda perlu memeriksakan diri ke dokter. Ingat ya, asupan makan dan nutrisi ibu hamil harus terpenuhi untuk tumbuh kembang janinnya.

8. Sering berkemih

Sering berkemih atau buang air kecil (BAK) merupakan tanda kehamilan. Hal ini disebabkan karena jumlah darah yang meningkat selama kehamilan bisa menyebabkan ginjal bekerja ekstra untuk memproduksi banyak urine di kandung kemih.

Sering berkemih biasanya terjadi sekitar minggu keenam atau kedelapan setelah pembuahan. Selain karena hormon, Bunda perlu waspada bila penyebabnya karena infeksi saluran kemih atau diabetes.

9. Perubahan suasana hati

Tanda hamil yang kerap dirasakan para Bunda adalah perubahan emosional atau perasaan menjadi lebih sensitif. Perubahan ini terjadi karena perubahan hormon estrogen dan progesteron.

Dokter kandungan, Anita Sadaty, MD, mengatakan bahwa tingkat estrogen dapat melonjak selama 12 minggu pertama kehamilan dan meningkat lebih dari 100 kali. Estrogen ini dapat memengaruhi rasa bahagia, Bunda.

"Estrogen dikaitkan dengan serotonin kimia otak. Anda mungkin tahu serotonin sebagai hormon 'bahagia', yang dicoba untuk ditingkatkan oleh obat anti-depresi. Tetapi serotonin bukanlah koneksi langsung ke kebahagiaan," kata dokter di Northwell Health, and pendiri Redefining Health Medical ini, dikutip dari Very Well Family.

Perubahan suasana hati ini bisa membuat Bunda yang gembira menjadi marah atau depresi. Bila kondisi sudah tidak bisa dikendalikan, sebaiknya bicarakan dengan suami atau keluarga ya, Bunda.

10. Perubahan suhu tubuh

Tanda-tanda hamil yang kerap muncul dan dirasakan wanita, yakni adanya perubahan suhu tubuh. Suhu tubuh memang telah lama digunakan untuk melacak kesuburan melalui hormon progesteron.

Hormon ini tak hanya memungkinkan Bunda untuk melacak siklus haid, tapi juga mengetahui tanda awal kehamilan. Hormon progesteron akan meningkatkan suhu tubuh, sehingga Bunda merasa seperti demam.

"Kehamilan menghasilkan produksi progesteron yang jauh lebih besar dan sedikit peningkatan suhu, yang dapat dianggap sebagai demam tetapi sebenarnya hanya peningkatan suhu kecil yang normal," kata dokter obgyn, Felice Gersh, M.D, melansir Romper.

(ank/ank)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi