sign up SIGN UP search


kehamilan

Ragam Penyebab Sesak Napas saat Hamil di Trimester 1, 2, dan 3

Annisa Karnesyia Senin, 20 Sep 2021 17:00 WIB
A portrait of pregnant young woman indoors at home, feeling tired. caption
Jakarta -

Sesak napas saat hamil bisa terjadi di setiap trimester kehamilan, Bunda. Saat mengalami kondisi ini, tubuh biasanya jadi sulit bergerak dan mudah lelah.

Sesak napas adalah perasaan di mana tubuh merasa tidak mendapatkan cukup udara untuk dihirup. Dada akan terasa sesak saat kita berusaha menarik napas.

Pada masa kehamilan, sesak napas adalah sesuatu yang normal dialami sebagai bentuk perubahan tubuh. Namun, pada beberapa kondisi, sesak napas perlu diwaspadai ketika Bunda hamil alias bumil memiliki penyakit penyerta di sistem pernapasan.


Dalam ulasan di Clinical Cardiology Wiley Online Library tahun 2015, diperkirakan ada sekitar 60 sampai 70 persen wanita mengalami sesak napas selama kehamilan.

Penyebab sesak napas

Sesak napas biasanya muncul di awal dan akhir kehamilan. Penyebabnya bisa berbeda tergantung kondisi kehamilan. Melansir dari beberapa sumber, berikut penyebab sesak napas saat hamil di tiap trimester kehamilan:

Trimester 1

Sesak napas di awal kehamilan disebabkan oleh peningkatan kadar hormon progesteron. Di trimester 1, Bunda bisa mengalami sesak napas karena tubuh sedang menyesuaikan diri dengan perubahan hormon.

Gejala sesak napas di awal kehamilan biasanya akan hilang setelah beberapa minggu. Namun, kondisi ini bisa berulang dengan penyebab berbeda di trimester 2 atau trimester 3.

Menurut asisten dokter Holly Ernst, PA-C, wanita hamil bisa mengalami kesulitan menarik napas dalam di trimester 1, meski bayi belum cukup besar untuk memberikan tekanan di dalam perut. Hal ini disebabkan oleh perubahan pada sistem pernapasan serta produksi hormon selama kehamilan.

"Kelebihan hormon progesteron di trimester 1 bisa berpengaruh pada sistem pernapasan. Hormon progesteron juga bisa meningkatkan jumlah udara yang dihirup dan dihembuskan saat bernapas secara normal," kata Ernst, dilansir Healthline.

"Selama berminggu-minggu pertama kehamilan, tubuh juga akan menyesuaikan diri untuk berbagi oksigen dan darah dengan bayinya."

Di trimester 1 ini, tak semua Bunda hamil bisa bernapas secara cepat, namun bukan sesak napas. Beberapa Bunda hamil bisa mungkin juga merasakan perubahan pola napas di trimester 1 ini.

Trimester 2

Memasuki trimester 2, sesak napas akan mulai terasa nyata. dikutip dari Medical News Today, sesak napas di trimester ini bisa disebabkan rahim mulai tumbuh.

Namun, beberapa perubahan dalam cara kerja dan fungsi jantung juga bisa menyebabkan sesak napas di trimester ini ya. Jumlah darah dalam tubuh akan meningkat secara signifikan selama kehamilan.

Akibatnya, jantung akan memompa lebih keras untuk mengalirkan darah ke seluruh tubuh dan ke plasenta. Beban kerja jantung yang meningkat ini sering menjadi penyebab sesak napas saat hamil.

Trimester 3

Menjelang persalinan, sesak napas saat hamil mulai terasa dan mengganggu aktivitas. Menurut National Women's Health Resource Center dari Amerika, sesak napas biasanya terjadi di antara minggu ke-31 dan 34.

Sementara menurut dr.Suririnah dalam Buku Pintar Kehamilan & Persalinan, sakit napas mungkin dialami Bunda saat memasuki usia kehamilan 33-36 minggu. Penyebabnya bisa karena faktor hormonal atau kondisi janin dalam kandungan.

"Adanya perubahan hormonal yang dipengaruhi aliran darah ke paru-paru. Pada kehamilan 33-36 minggu, banyak ibu hamil akan merasa sedikit sesak napas," kata Suririnah.

"Ini juga didukung oleh adanya tekanan rahim yang membesar, berada di bawah diafragma (yang membatasi perut dan dada)," sambungnya.

Suririnah menjelaskan, biasanya 2-3 minggu sebelum persalinan atau setelah kepala bayi turun ke rongga panggul, Bunda yang baru pertama hamil akan kembali lebih mudah bernapas. Selain itu, rasa panas di perut biasanya juga ikut hilang karena berkurangnya tekanan bagian tubuh bayi di bawah diafragma atau tulang iga Bunda hamil.

Ibu hamil sakitIlustrasi Ibu hamil/ Foto: iStock

Cara Mengatasi sesak napas saat hamil

Sesak napas saat hamil bisa bikin Bunda enggak nyaman melakukan aktivitas. Di saat yang sama, sesak napas perlu ditangani dengan baik agar Bunda dan janin bisa mendapatkan oksigen yang cukup.

Sesak napas bisa kok ditangani saat kembung. Berikut 3 caranya:

1. Biasakan duduk dan berdiri dengan postur yang baik

Postur yang baik bisa mengurangi dan mengatasi sesak napas saat hamil, Bunda. Untuk itu, pastikan selalu berada dalam posisi tega saat duduk atau berdiri.

Ketika berada diri posisi berdiri, bahu belakang dan kepala harus tegak dan terangkat. Estimasi postur yang baik bisa dilakukan dengan memvisualisasikan garis lurus di tulang dada, mengarah ke langit sambil mengangkat dada perlahan.

2. Olahraga

Olahraga saat hamil sangat disarankan untuk mengatur pola napas. Cobalah konsultasikan ke dokter untuk tahu olahraga yang tepat sesuai usia kehamilan dan kondisi kandungan.

Beberapa olahraga yang bisa dilakukan adalah yoga. Pernapasan adalah pusat latihan yoga. Selain mengatasi sesak napas, yoga juga bisa memperbaiki postur, sehingga memberi rumah tubuh untuk bernapas dengan baik.

Selain yoga, Bunda bisa mengikuti kelas latihan aerobik untuk mengatasi sesak saat hamil. Intinya, pilih olahraga apa pun yang aman untuk Bunda dan janin.

3. Rileks

Bunda jangan panik kalau sesak napas muncul ya. Selama sesak napas tidak berat dan disebabkan hormon atau janin yang tumbuh besar, kondisi ini akan hilang dengan sendirinya.

Coba untuk istirahat dan kurangi aktivitas berat. Semakin kita cemas atau panik, semakin sulit kita menarik napas.

Saat tidur, coba cari posisi yang nyaman. Memasuki trimester 2, posisi tidur bisa menghadap ke kiri untuk melancarkan sirkulasi darah.

Sesak napas saat hamil yang perlu penanganan dokter

Sesak napas saat hamil bisa menjadi serius dan perlu penanganan medis. Segera ke dokter bila sesak napas disebabkan kondisi medis, seperti anemia, asma, atau disertai sakit saat menarik napas.

Pada kondisi anemia, Bunda biasanya akan mengalami juga sakit kepala dan kelelahan. Sementara pada Bunda yang mengidap asma, sebaiknya bicarakan kondisi ini ke dokter di awal kehamilan untuk mencegah komplikasi serius.

Simak juga 5 gerakan yoga yang bisa percepat proses persalinan, dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]

(ank/som)
Share yuk, Bun!

Menanti kelahiran Si Kecil dengan arti nama bayi yang pas untuknya nanti hanya di Aplikasi HaiBunda!
Rekomendasi
Ikuti perkembangan kehamilan Bunda setiap minggunya di Aplikasi HaiBunda yuk, Bun!