sign up SIGN UP search


kehamilan

Perkembangan Janin Normal di Trimester 2, Bunda Perlu Tahu

Annisa Afani Senin, 14 Sep 2020 18:18 WIB
Adorable newborn is sleeping butt -up in cute knitted outfit on fluffy blanket Perkembangan Janin Normal di Trimester 2, Bunda Perlu Tahu/Foto: iStock
Jakarta -

Kehamilan menjadi momen yang begitu membahagiakan ya, Bunda. Bagi ibu hamil, pemeriksaan ultrasonografi atau USG untuk mengetahui perkembangan janin dalam kandungan tentunya menjadi hal yang penting untuk mengetahui apakah janin tumbuh normal atau tidak.

Janin yang tumbuh dengan normal, perkembangannya dapat dihitung sejak masa pembuahan hingga persalinan, Bunda. Di masa pertengahan kehamilan, disebut sebagai trimester 2.

Perkembangan janin trimester II

Masa trimester kedua ini dimulai sejak kehamilan minggu ke-13 hingga minggu ke-27. Selama 15 minggu, janin mengalami banyak perkembangan serta pertumbuhan yang begitu pesat.


Perkembangan serta pertumbuhan tersebut bisa menjadi proses mengoptimalkan pertumbuhan yang terjadi sebelumnya, atau bahkan ada hal baru lainnya yang dialami oleh bayi, Bunda.

Nah untuk lebih lengkapnya, yuk simak perkembangan bayi sepanjang trimester 2 dikutip dari Mayo Clinic:

Minggu 13: Mengeluarkan air seni

Usia 13 minggu kehamilan dan 11 minggu sejak pembuahan, bayi dalam kandungan mulai dapat mengeluarkan air seni atau urine dan mengeluarkannya ke dalam cairan ketuban di sekitarnya, sehingga tak jarang bayi pun akan menelan cairan tersebut.

Selain itu, tulangnya mulai mengeras dan jadi lebih kokoh, terutama pada bagian tengkorak dan tulang panjangnya atau punggung. Sedangkan kulitnya masih tipis dan transparan, namun akan segera menebal seiring dengan perkembangannya, Bunda.

Minggu 14: Jenis kelamin bayi mulai terlihat

Pada usia 14 minggu kehamilan atau 12 minggu, leher bayi menjadi lebih tegak dan tampak semakin kuat. Sel darah merah mulai terbentuk di limpanya, serta pada minggu ini bayi akan mulai menunjukkan jenis kelaminnya lho, Bunda.

Minggu 15: Pola kulit kepala berkembang

Pada usia 15 minggu, perkembangan pesat yang terjadi pada bayi akan terlihat. Selain dengan perkembangan tulangnya yang berlanjut dan bisa terlihat pada pemeriksaan USG, pola rambut dan kulit kepala bayi pun juga mulai terbentuk.

Minggu 16: Mata mulai bergerak

Saat janin berusia 16 minggu dalam kandungan, dengan leher yang makin kokoh maka kepalanya sudah dapat tegak, Bunda. Matanya pun bisa bergerak secara perlahan, perkembangan telinga hampir mencapai posisi terakhirnya serta kulit yang transparan kini tampak semakin tebal.

Gerakan anggota tubuh bayi pun menjadi terkoordinasi sehingga dapat dideteksi selama pemeriksaan USG. Meski begitu, terkadang gerakan yang ditimbulkan bayi masih terlalu kecil untuk dapat dirasakan.

Minggu 17: Perkembangan kuku

Saat 17 minggu kehamilan, perkembangan kuku-kukunya baru dimulai, Bunda. Di usia ini, janin akan semakin aktif bergerak, baik berguling maupun membalik. Jantungnya juga sudah bisa memompa sekitar 100 liter darah setiap hari.

Minggu 18: Mulai mendengar

Pada usia kehamilan 18 bulan, tidak hanya bentuk fisik yang hampir sempurna pada telinganya, namun mungkin juga siap untuk mulai mendengar suara, Bunda. Ditambah lagi, sistem pencernaannya yang berkembang dengan matang, kini mulai dapat bekerja.

Di minggu ini Bunda bisa lho membiasakan diri untuk membuat interaksi dengan bayi dalam kandungan. Mengutip Green Child, interaksi tersebut bisa dilakukan dengan mengajak bayi berbicara, membacakan buku, dan memainkan berbagai musik.

Hal ini sangat baik dan begitu berguna karena dapat membantu menstimulasi indra bayi dan meningkatkan perkembangan otaknya, Bunda.

"Paparan terhadap suara dan pemandangan yang berbeda pada dasarnya membantu membangun koneksi dari satu set neuron ke sel saraf otak dan ke sel yang lain. Beginilah cara kita semua belajar," kata Dr. Michael Roizen, Kepala Wellness Institute di Klinik Cleveland.

Minggu 19: Mengembangkan lapisan pelindung

Di usia 19 minggu, pertumbuhan janin terlihat melambat karena ia tengah mengembangkan lapisan pelindung. Lapisan disebut sebagai vernix caseosa dan mulai menutupi tubuhnya.

Vernix caseosa ini berfungsi untuk bantu melindungi kulitnya yang halus dari lecet, pecah-pecah, ataupun mengeras akibat paparan cairan ketuban di sekitar tubuhnya. Selain itu, janin berjenis kelamin perempuan pada usia kehamilan ini akan membentuk rahim dan saluran vagina.

Minggu 20: Masa pertengahan

Minggu ke-20 ini sering kali dianggap sebagai masa pertengahan kehamilan. Di masa ini, Bunda bisa merasakan pergerakan atau beberapa aktivitas lain yang dilakukan oleh bayi, seperti halnya tidur dan bangun secara teratur, atau terkejut karena suara dan gerakan yang Bunda lakukan.

Minggu 21: Bisa menghisap jempol

Pada 21 minggu masa kehamilan, tubuh bayi sepenuhnya ditutupi dengan rambut atau berbulu halus yang disebut sebagai lanugo. Lanugo berfungsi membantu menahan vernix caseosa di kulit.

Mereka juga akan memiliki refleks menghisap yang ikut berkembang, sehingga memungkinkan untuk menghisap jempol selama dalam kandungan.

Minggu 22: Rambut kepala terlihat

Di minggu ke-22 kehamilan, alis dan rambut akan mulai terlihat, Bunda. Dan bagi janin berjenis kelamin laki-laki, perkembangan testisnya sudah dapat terlihat di bagian bawah.

Minggu 23: Bentuk sidik jari

Pada minggu ke-23 selama masa kandungan, si kecil dalam kandungan dapat mulai memiliki kemampuan untuk menggerakkan mata dengan cepat, mengalami cegukan yang menyebabkan gerakan menyentak. Selain itu, garis-garis halus pun juga mulai terbentuk di telapak tangan dan telapak kaki yang nantinya akan menjadi sidik jari.

Minggu 24: Kulit keriput

Di minggu ke-22 masa kehamilan, kulit mereka akan berkerut, tembus cahaya dan agak menjadi merah hingga pembuluh darah kapilernya pun bisa terlihat.

Minggu 25: Merespons suara

Di usia 25 minggu kehamilan, janin mungkin dapat merespons suara yang dikenalnya, seperti suara Bunda. Mereka juga akan lebih banyak menghabiskan sebagian besar waktu tidurnya dalam gerakan mata cepat (REM) meski kelopak matanya tertutup.

Minggu 26: Paru-paru berkembang

Minggu ke-26 kehamilan, paru-parunya mulai menghasilkan surfaktan, yakni zat yang memungkinkan kantung udara di paru-paru mengembang, mencegahnya berubah posisi dan tetap menempel saat mengempis.

Minggu 27: Bayi bertambah gemuk

Minggu ke-27 menandakan bawah trimester ke-2 berakhir, Bunda. Di usia kehamilan ini, sistem saraf buah hati terus berkembang, tubuhnya juga bertambah gemuk sehingga akan membantu kulitnya terlihat lebih halus.

Perubahan pada trimester 2

Trimester ke-2 kehamilan adalah masa yang paling menyenangkan secara fisik bagi kebanyakan ibu hamil, Bunda. Hal ini dikarenakan tak ada lagi yang namanya morning sickness, rasa kelelahan yang ekstrim serta nyeri pada payudara.

Perubahan yang terjadi tersebut dapat dikaitkan dengan penurunan kadar hormon human chorionic gonadotropin (hCG) dan penyesuaian kadar hormon estrogen dan progesteron. Mengutip Summa Health, berikut beberapa hal dan gejala yang mungkin terjadi selama trimester kedua:

1. Nafsu makan meningkat.
2. Bunda mungkin bisa merasakan gerakanĀ janin untuk pertama kalinya.
3. Rahim telah tumbuh setinggi pusar, membuat baby bump semakin terlihat.
4. Kulit di perut mungkin akan terasa gatal, mungkin ada rasa sakit di sisi tubuh saat rahim membentang dan perut bagian bawah terasa sakit saat ligamen meregang untuk menopang rahim.
5. Tidak lagi sering mengalami buang air kecil karena rahim tumbuh keluar dari rongga panggul dan mengurangi tekanan pada kandung kemih.
6. Akibat adanya peningkatan hormon estrogen dan progesteron yang mempengaruhi selaput lendir di hidung maka ibu hamil ibu mungkin merasakan pilek dan mengalami mimisan.
7. Mengalami gusi berdarah, hal ini disebabkan adanya peningkatan hormon estrogen dan progesteron yang juga mempengaruhi selaput lendir di dalam mulut.
8. Mengalami varises dan wasir.


9. Mengalami keputihan yang disebut leukore.
10. Sakit punggung karena bertambahnya bobot badan.
11. Bisa mengalami perubahan pigmentasi kulit di wajah atau perut karena hormon kehamilan.
12. Sakit jantung, gangguan pencernaan, dan sembelit dapat berlanjut.

Bunda, simak juga ciri hamil yang dilihat dari perubahan kulit dalam video berikut ini:

[Gambas:Video Haibunda]



(AFN/jue)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi