kehamilan
Dokter Asal Bali Cerita Rasanya Melahirkan di Swedia, USG 2 Kali & Tak Ada Kamar VIP
Selasa, 16 Nov 2021 13:10 WIB
Yang menarik lagi, tidak ada istilah kamar VIP, VVIP di Swedia. Semuanya sama, Bunda. Kata Widia, ini menjadi suatu hal positif, mengingat kebutuhan ibuĀ melahirkan itu sama.
"Aku follow influencer di Swedia, orang kaya, tidak seperti Ratu, benar-benar di kamar sama. Mungkin beda cerita lagi kalau kerajaan, itu lebih ke penjagaannya," ujar Widia.
Masalah biaya melahirkan, karena semuanya ditanggung lewat pajak, biaya pemeriksaan kehamilan itu gratis sampai lahiran, Bunda.
"Cuma nanti pas lahiran ada biaya kamar. Ini lucu nih, aku lahiran enggak perlu biaya kamar, tapi suamiku yang ikut nginap di ruang yang sama, suamiku bayar. Total-total sekitar Rp1,6 juta, dibandingkan penghasilan orang Swedia, itu sangat kecil," ungkap Widia.
Terlepas dari biaya-biaya dan tak ada kategori kamar, satu hal yang diingat Widia adalah bahwa bidan di Swedia sangat mengutamakan lahiran secara normal.
Semua persalinan pun dilakukan di rumah sakit, sehingga jika ada masalah, bidannya langsung bisa berkonsultasi dengan SpOG-nya, Bunda.
"Kebetulan aku ada sedikit masalah, agak lama persalinannya. Jadi ketika dibutuhkan mereka sudah siap operasi dan SC. Aku waktu itu perdarahan postpartum, lima menit sudah masuk ke ruang operasi."
Satu hal lagi yang bikin Widia kagum adalah satu bidan bisa menangani satu sampai dua ibu hamil saja. Menurutnya, ini mungkin faktor jumlah pasien saja, Bunda. Karena, jumlah penduduk Swedia itu kurang lebih sama dengan penduduk Jakarta.
(aci/fir)