sign up SIGN UP search


kehamilan

Serba-serbi Kontraksi Palsu, Kenali Ciri dan Bedanya dengan Kontraksi Asli

Annisa Karnesyia   |   Haibunda Rabu, 03 Aug 2022 09:33 WIB
Ilustrasi Ibu Hamil Kontraksi Serba-serbi Kontraksi Palsu, Kenali Ciri dan Bedanya dengan Kontraksi Asli/ Foto: Getty Images/iStockphoto/ferlistockphoto
Jakarta -

Bunda dapat mengalami kontraksi palsu setelah trimester pertama kehamilan. Untuk itu, penting mengenali ciri dan tandanya karena kontraksi ini berbeda dengan kontraksi asli ya.

Kontraksi palsu dikenal juga dengan nama Braxton Hicks. Dilansir Baby Center, dokter asal Inggris bernama John Braxton Hicks, menjadi orang yang pertama kali menggambarkan kontraksi palsu pada tahun 1872.

Kontraksi palsu ini merupakan kontraksi intermiten yang biasanya disadari muncul beberapa saat setelah trimester pertama kehamilan. Menurut Kepala departemen obstetri dan ginekologi RSUPN Cipto Mangunkusumo, Dr. dr. Suskhan Djusad, Sp.OG (K), kontraksi palsu adalah kondisi saat perut terasa kencang dan terjadi secara tidak teratur atau hilang timbul.


"Kontraksi palsu ini biasanya mulai terasa di usia kehamilan 20 minggu," kata Suskhan saat dihubungi HaiBunda, beberapa waktu lalu.

Kontraksi palsu berbeda dengan kontraksi asli ya, Bunda. Perlu diketahui, tidak semua Bunda hamil mengalami kontraksi palsu ini lho.

"Angka kejadiannya banyak ditemukan pada wanita yang sering melakukan aktivitas selama hamil," ujar Suskhan.

Kontraksi palsu sering terjadi selama trimester kedua dan ketiga kehamilan. Tak seperti kontraksi asli jelang melahirkan, pada kontraksi palsu, serviks tidak melebar dan kontraksi ini cenderung tidak menimbulkan rasa sakit, Bunda.

Kontraksi palsu terjadi ketika otot-otot mengencang atau mengendur. Kontraksi ini bisa muncul karena trigger tertentu yang dialami Bunda selama masa kehamilan.

Penyebab kontraksi palsu pada ibu hamil

Ibu HamilIlustrasi Ibu Hamil Mengalami Kontraksi Palsu/ Foto: Getty Images/iStockphoto/Makidotvn

Penyebab pasti kontraksi palsu tidak diketahui, Bunda. Tetapi, beberapa ahli percaya bahwa kontraksi ini berperan dalam mengencangkan otot rahim agar tubuh siap untuk persalinan. Mereka juga percaya bahwa kontraksi palsu ini dapat terjadi karena beberapa faktor penyebab, seperti:

1. Bumil banyak melakukan aktivitas berat

Bunda yang sering melakukan aktivitas berat kemungkinan bisa mengalami kontraksi palsu. Kontraksi ini juga dirasakan saat Bunda mengalami kelelahan.

"Kontraksi palsu akan terasa ketika Bunda kelelahan atau banyak melakukan aktivitas berat," ungkap Suskhan.

2. Sering berdiri menyebabkan kontraksi palsu

Kebiasaan sering berdiri selama hamil juga bisa menyebabkan kontraksi palsu, Bunda. Sebaiknya, hindari kebiasaan ini, terutama bila dibarengi dengan aktivitas berat.

3. Berhubungan seksual saat hamil

Kontraksi palsu bisa terjadi karena aktivitas seksual selama masa kehamilan. Saat berhubungan seksual, sperma yang masuk ke organ intim Bunda, mengandung cairan atau zat prostaglandin, yang bisa memicu kontraksi palsu.

Menurut Suskhan, berhubungan seksual selama hamil sebenarnya tidak dilarang atau tetap diperbolehkan ya. Tapi, agar tidak memicu kontraksi palsu, sebaiknya sperma Ayah dibuang di luar tubuh sebelum mencapai klimaks.

4. Penyebab kontraksi palsu: Dehidrasi

Selama hamil, Bunda membutuhkan 10 hingga 12 gelas cairan setiap hari. Apabila terjadi dehidrasi, Bunda bisa mengalami kontraksi palsu.

5. Kandung kemih penuh

Melansir dari Healthline, kandung kemih yang penuh dapat menyebabkan kontraksi palsu sehingga menimbulkan rasa kram. Pada kondisi kandung kemih yang penuh, tekanan di rahim dapat terjadi sehingga menyebabkan kontraksi palsu, Bunda.

Tanda kontraksi palsu pada ibu hamil

KontraksiIlustrasi Ibu Hamil Mengalami Kontraksi Palsu/ Foto: iStock

Kontraksi palsu umumnya muncul di waktu tertentu, terutama saat Bunda sedang melakukan aktivitas berat. Menurut American Congress of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), kontraksi palsu sering muncul di sore hari.

Berikut 9 ciri atau tanda kontraksi palsu yang dapat dirasakan Bunda selama hamil.

  1. Intensitas kontraksi tidak beraturan
  2. Kontraksi jarang terjadi atau terasa dalam waktu singkat
  3. Tidak dapat diprediksi
  4. Perut dari pinggang ke depan akan terasa seperti kram
  5. Kontraksi palsu biasanya tidak menyakitkan
  6. Dapat berkurang atau hilang sama sekali
  7. Kontraksi datang dan pergi atau terasa setiap jam
  8. Tidak terasa kuat atau seperti ingin melahirkan
  9. Kontraksi mungkin hilang saat ibu berpindah posisi.

Dikutip dari Very Well Family, beberapa Bunda mengatakan bahwa mereka merasakan kontraksi palsu pada kehamilan berikutnya, tapi tidak selama kehamilan pertama. Namun, umumnya bumil akan sadar mengalami kontraksi saat tangan menyentuh perut yang terasa mengencang. Tapi, ibu hamil lainnya sudah bisa merasakan perut kencang sebagai tanda kontraksi tanpa memegang perut.

"Anda tidak perlu memperhatikan kontraksi ini kecuali terasa menyakitkan atau terjadi terlalu sering. Ini bisa saja menjadi tanda persalinan prematur," ujar konsultan laktasi dan trainer doula Robin Elise Weiss, PhD, MPH.

Perlu diketahui, Bunda. Kontraksi palsu ternyata juga bisa membuka rahim seperti kontraksi asli jelang persalinan lho. Bedanya, kontraksi palsu tidak akan membuat Bunda melahirkan. Waktu terjadi kontraksi palsu umumnya di trimester kedua, namun bisa juga terjadi di trimester ketiga.

Kontraksi yang terasa kencang dan tidak teratur selama kehamilan dapat berubah menjadi teratur, terutama memasuki usia kehamilan 34 minggu. Pada kondisi ini, bercak darah biasanya akan muncul dan menjadi tanda persalinan.

Beda kontraksi palsu dan kontraksi asli jelang persalinan

Kontraksi palsu berbeda dengan kontraksi asli jelang persalinan ya, Bunda. Dari segi durasi hingga tanda-tandanya, kedua kontraksi ini sangat berbeda. Nah, merangkum dari berbagai sumber, berikut tabel beda kontraksi palsu dan kontraksi asli jelang persalinan:

Tabel Beda Kontraksi Palsu dan Kontraksi AsliTabel Beda Kontraksi Palsu dan Kontraksi Asli/ Foto: Annisa Karnesyia/ HaiBunda

Tips mengatasi kontraksi palsu saat hamil

ilustrasi ibu hamil tidurIlustrasi ibu hamil tidur/ Foto: iStock

Kontraksi palsu dapat disebabkan beberapa hal, Bunda. Kondisi ini sebenarnya dapat dicegah lho. Berikut 9 tips mengatasi rasa tidak nyaman karena kontraksi palsu:

  1. Mengurangi aktivitas berat atau yang memicu kelelahan selama hamil.
  2. Mengubah posisi saat beraktivitas. Bunda dapat berbaring bila terlalu lama berdiri atau jalan-jalan setelah duduk dalam waktu lama.
  3. Tidur dengan posisi miring ke kiri untuk mengurangi rasa sakit saat kontraksi.
  4. Mandi atau berendam dengan air hangat selama kurang lebih 30 menit.
  5. Memenuhi asupan cairan dengan minum air putih per hari selama hamil.
  6. Minum secangkir teh herbal hangat atau susu.
  7. Hindari memijat daerah yang sedang kontraksi karena bisa berbahaya untuk kandungan.
  8. Cukup bersantai bila kontraksi palsu mulai dirasakan.
  9. Tidak menahan buang air kecil (BAK).

Kapan harus ke dokter saat mengalami kontraksi palsu?

Kontraksi palsu yang dialami selama masa kehamilan adalah kondisi yang normal. Tapi, bila Bunda sulit membedakannya dengan kontraksi asli dan khawatir pada kondisi janin, sebaiknya segera ke dokter ya.

Nah, berikut 8 kondisi Bunda perlu segera ke dokter bila mengalami kontraksi palsu:

  1. Kontraksi disertai munculnya pendarahan di vagina.
  2. Air ketuban merembes saat terjadi kontraksi.
  3. Kontraksi teras lebih kuat dan terjadi setiap 5 menit selama satu jam.
  4. Kontraksi disertai sakit punggung terus-menerus.
  5. Tidak merasakan gerakan janin atau merasakan kurang dari 6 sampai 10 gerakan per satu jam.
  6. Tanda-tanda persalinan mulai muncul sebelum 37 minggu kehamilan.
  7. Terasa tekanan dan kram di panggul atau perut bagian bawah.
  8. Mengalami keputihan yang tidak biasa.

Bunda, yuk download aplikasi digital Allo Bank di sini. Dapatkan diskon 10 persen dan cashback 5 persen.

Simak juga penjelasan Bidan tentang menikmati kontraksi saat melahirkan yang dipercaya bisa mengurangi nyeri dan bikin bayi lebih cepat lahir, dalam video berikut: 

[Gambas:Video Haibunda]

(ank/pri)
kehamilan
Kehamilan Trimester 2 Ketahui perkembangan kehamilan Trimester 2 setiap minggu. Cek Yuk arrow-right
Share yuk, Bun!
Menanti kelahiran Si Kecil dengan arti nama bayi yang pas untuknya nanti hanya di Aplikasi HaiBunda!
Rekomendasi

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ikuti perkembangan kehamilan Bunda setiap minggunya di Aplikasi HaiBunda yuk, Bun!