
kehamilan
4 Ciri Terjadi Infeksi setelah Kuret, Umumnya Muncul 1 Minggu setelah Operasi
HaiBunda
Senin, 24 Oct 2022 07:00 WIB

Ciri-ciri terjadi infeksi setelah kuret patut dipahami terutama bagi Bunda yang usai mengalami keguguran. Apalagi, risiko infeksi ini mengintai meski kuret dijalani dengan aman.
Bagi Bunda yang baru saja mengalami keguguran, Bunda mungkin menyadari tantangan fisik dan emosional yang menyertai proses tersebut. Namun, terkadang banyak juga wanita yang mengalami komplikasi setelah keguguran dan melewati tindakan kuret. Misalnya saja, kondisi perdarahan yang berlebihan, infeksi, atau depresi yang mungkin saja terjadi.
Meskipun sebagian besar keguguran pada trimester pertama relatif tidak rumit, setidaknya dari sudut pandang kesehatan, Bunda mungkin juga tahu apa yang perlu diwaspadai. Untuk itu, pastikan selalu membicarakan dengan dokter jika Bunda menduga adanya risiko infeksi ataupun risiko lainnya muncul pasca keguguran dan menjalani tindakan kuret.
Ciri-ciri terjadi infeksi setelah kuretÂ
Perlu Bunda tahu bahwa keguguran yang tidak lengkap relatif umum dan berarti Bunda masih memiliki beberapa jaringan yang tertahan di rahim sejak kehamilan. Tanda paling umum dari keguguran yang tidak lengkap yakni perdarahan atau kram lebih lama dari yang diharapkan setelah keguguran total.
Jika Bunda pernah mengalami keguguran, dokter mungkin akan memberitahu kapan perdarahan harus berhenti. Namun, jika Bunda masih mengalami gejala kira-kira dua minggu setelah keguguran, ini artinya dapat menjadi pertanda bahwa keguguran tidak lengkap dan Bunda perlu  memeriksakan diri ke dokter.
Terkadang, keguguran tidak lengkap akan sembuh dengan sendirinya, tetapi di lain waktu mungkin memerlukan perawatan medis dengan Cytotec untuk membersihkan semua dari rahim, seperti dikutip dari laman Very Well Family.
Selain risiko tersebut, pasca keguguran juga, para wanita kerap mengalami infeksi. Sekitar 3 persen wanita mengalami infeksi yang berhubungan dengan keguguran. Infeksi ini dapat disebabkan oleh sisa hasil konsepsi di dalam rahim.Â
Klik di halaman selanjutnya ya, Bunda.
Bunda, yuk download aplikasi digital Allo Bank di sini. Dapatkan diskon 10 persen dan cashback 5 persen.
Saksikan juga yuk video tentang 3 buah yang bisa membahayakan janin.
CIRI-CIRI TERJADI INFEKSI SETELAH KURET
4 Ciri Terjadi Infeksi setelah Kuret, Umumnya Muncul 1 Minggu setelah Operasi/Foto: Getty Images/iStockphoto/fizkes
"Pastikan untuk menghubungi dokter jika Bunda merasakan adanya gejala infeksi yang muncul. Seperti misalnya perdarahan dan kram berlangsung lebih dari dua minggu, panas dingin, demam, keputihan berbau busuk, dan lainnya," seperti dikatakan Meredith Shur, MD.
Ya, meskipun Bunda merasakannya gejalanya tidak parah, infeksi pasca keguguran ini memang dapat membahayakan ya, Bunda. Tetapi umumnya mudah diobati dengan antibiotik.Â
Melansir Reproductivefacts, kuret merupakan prosedur bedah singkat yang menghilangkan jaringan dari rahim. Bunda mungkin memerlukan prosedur ini jika mengalami perdarahan yang tidak dapat dijelaskan atau tidak normal. Atau, jika Bunda telah melahirkan bayi dan jaringan plasenta tetap berada di dalam rahim. Sehingga, proses ini dilakukan untuk menghilangkan sisa kehamilan dari keguguran.
Kuret sendiri dilakukan oleh dokter di rumah sakit. Bunda mungkin akan diberikan obat untuk membuat Bunda rileks atau membuat Bunda tertidur untuk waktu yang singkat. Dokter akan perlahan-lahan melebarkan pembukaan ke rahim (leher rahim). Membuka leher rahim dapat menyebabkan kram.Â
Setelah pembukaan serviks, jaringan dari dalam rahim diangkat dengan alat pengikis yang dikenal sebagai kuret, tabung pengisap, atau alat khusus lainnya. Dokter mungkin ingin melihat ke dalam rahim dengan memasukkan alat khusus yang disebut histeroskop. Melalui alat tersebut, memungkinkan dokter melihat tampilan bagian dalam rahim yang diperbesar.Â
Secara umum, prosedur ini memang aman. Hanya saja, terkadang komplikasi memang terjadi selama atau tepat setelah prosedur tersebut. Terkadang, komplikasi tidak akan ditemukan sampai lama setelah prosedur. Komplikasi yang mungkin terjadi yakni salah satunya infeksi setelah kuret.
Mengenali ciri-ciri infeksi setelah kuret
Sebanyak 10 persen ibu yang hamil sebelum prosedur di lakukan berisiko terkena infeksi. Biasanya dalam waktu 1 minggu setelah tindakan dilakukan. Ini mungkin terkait dengan infeksi menular seksual atau karena bakteri normal yang masuk dari vagina ke rahim selama atau setelah prosedur. Gejala yang muncul di antaranya:
- Keputihan
- Kram rahim
- Nyeri
- Demam.
Gejala-gejala tersebut memerlukan perhatian khusus dan perlu segera diperiksakan ke dokter ya, Bunda. Secara umum, infeksi ini biasanya tidak mengakibatkan komplikasi jangka panjang jika segera diobati. Namun, dalam beberapa kasus, infeksi dapat melukai rahim, saluran tuba, atau ovarium, yang dapat membuat sulit untuk hamil di masa depan.
Pastikan untuk segera memeriksakan diri ke dokter jika Bunda mengalaminya. Sehingga, penanganan yang tepat dapat segera dilakukan guna mencegah risiko buruk di kemudian hari.
Semoga informasinya membantu ya, Bunda.
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT

Kehamilan
7 Tips Meningkatkan Nafsu Makan Saat Mual dan Muntah di Trimester 1

Kehamilan
Perubahan Tubuh yang Bunda Rasakan Saat Hamil 2 Minggu

Kehamilan
9 Penyebab Keguguran, dari Faktor Genetik hingga Penyakit Kronis

Kehamilan
Bunda, Begini Lho Tahap Perkembangan Janin Trimester I

Kehamilan
Catat Bunda, Ini 4 Nutrisi Penting untuk Ibu Hamil 2 Bulan


5 Foto
Kehamilan
5 Potret Qurrotuayun Istri Qibil The Changchuters Jalani Trimester 2, Dipuji Makin Cantik
HIGHLIGHT
HAIBUNDA STORIES
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda