sign up SIGN UP search


kehamilan

Faktor Penyebab Keguguran dan 7 Ciri-ciri Infeksi Setelah Keguguran

Tim HaiBunda   |   Haibunda Minggu, 15 May 2022 13:30 WIB
Close up of man doctor touching patient hand for encouragement and empathy on the hospital, cheering and support patient, Bad news, medical examination, trust and ethics. Ilustrasi ciri infeksi setelah keguguran/Foto: Getty Images/iStockphoto/ake1150sb
Jakarta -

Keguguran bukanlah kabar yang menyenangkan bagi Bunda yang begitu mendambakan memiliki seorang anak. Secara harfiah pengertian dari keguguran sendiri merupakan suatu kondisi di mana berhentinya kehamilan saat usia kehamilan belum mencapai 20 minggu atau masih di bawah 20 minggu.

Pada umumnya kasus keguguran sendiri terjadi di trimester awal kehamilan karena pada trimester ini janin memang organnya belum berkembang secara sempurna sehingga masih sangat lemah dan rentan. Keguguran bisa terjadi dengan ciri seperti terjadinya perdarahan ringan atau adanya bercak darah dari vagina ketika hamil. Perdarahan ini sendiri biasanya disebut dengan pendarahan implantasi.


Ada beberapa faktor sebenarnya yang dapat menyebabkan keguguran. Faktor penyebab keguguran di antaranya seperti:

Banner Penyebab Janin Menangis dalam KandunganBanner Penyebab Janin Menangis dalam Kandungan/ Foto: HaiBunda/ Annisa Shofia

1. Calon Bunda mengidap penyakit autoimun, seperti sindrom anti-fosfolipid dan lupus
2. Calon Bunda mengidap penyakit infeksi seperti rubella, toxoplasmosis, sifilis, malaria.
3. Calon Bunda mengalami gangguan hormon seperti penyakit tiroid atau PCOS
4. Terjadinya kelainan pada bentuk rahim atau leher rahim
5. Calon Bunda hamil berada di usia di atas 35 tahun
6. Melakukan kegiatan fisik yang terlalu berlebihan sehingga menyebabkan tubuh kelelahan
7. Calon Bunda tidak memiliki berat badan yang ideal

Kondisi kehamilan yang rentang di awal kehamilan membuat Bunda disarankan untuk rajin berkonsultasi dengan dokter kandungan setiap bulannya. Jangan lupa juga untuk mengonsumsi makanan yang sehat dan suplemen bervitamin demi menjaga kesehatan serta mendukung perkembangan janin.

Ciri-ciri infeksi setelah keguguran

Asian female patient warded and laying on the bed connected to multiple medical devicesIlustrasi keguguran/ Foto: iStockphoto

Jika sebelumnya kita telah membahas tentang faktor penyebab keguguran, perlu diketahui bahwa setelah keguguran ada beberapa kasus yang ternyata dapat menyebabkan infeksi pada rahim. Infeksi pada rahim ini sendiri merupakan peradangan pada dinding rahim yang biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri.

Infeksi pada rahim sendiri ada dua yaitu infeksi pada rahim terkait kehamilan dan infeksi karena radang panggul. Ada beberapa ciri-ciri infeksi setelah keguguran pada umumnya, di antaranya yaitu:

1. Bunda mengalami gejala kurang enak badan, seperti deman atau semacamnya
2. Terjadi atau timbulnya rasa nyeri perut bagian bawah dan juga pada panggul
3. Biasanya juga terjadi bengkak pada perut
4. Terjadi juga perdarahan yang tidak normal pada vagina di luar waktu terjadinya haid
5. Adanya keputihan yang tidak normal yang disertai juga dengan bau
6. Adanya rasa nyeri ketika melakukan hubungan seksual atau ketika buat air kecil
7. Merasa tidak nyaman ketika membuang air besar dan juga mengalami konstipasi

Setelah mengetahui ciri-ciri infeksi setelah keguguran, Bunda juga perlu tahu bagaimana mencegah terjadinya infeksi pada rahim, baik saat terjadi keguguran atau setelah melahirkan. Diawali dengan Bunda harus bisa memastikan bahwa sudah tidak ada lagi jaringan janin yang tersisa di rahim Bunda. Ini bisa dipastikan dengan USG ya, Bun.

Selain itu pastikan juga bahwa alat yang digunakan untuk menjahit luka atau melakukan penanganan pada vagina adalah alat yang steril. Jangan lupa berkonsultasi dengan dokter atau pun Bidan pasca keguguran untuk memastikan kesehatan rahim dan vagina Bunda (PK).

Simak juga video berikut mengenai kesalahan yang umumnya dilakukan Bunda hamil di trimester awal kehamilan.

(ziz/ziz)
Share yuk, Bun!
Menanti kelahiran Si Kecil dengan arti nama bayi yang pas untuknya nanti hanya di Aplikasi HaiBunda!
Rekomendasi
Ikuti perkembangan kehamilan Bunda setiap minggunya di Aplikasi HaiBunda yuk, Bun!