KEHAMILAN
3 Kondisi Ibu Hamil Tidak Dianjurkan Berpuasa Menurut Islam dan Kedokteran
Arina Yulistara | HaiBunda
Minggu, 02 Apr 2023 16:33 WIBSepekan puasa, kondisi ibu hamil yang memutuskan puasa mulai tidak stabil? Pada kondisi seperti ini, ibu hamil dianjurkan untuk tidak berpuasa.
Dalam ajaran Islam maupun medis, ibu hamil masuk dalam golongan yang diperbolehkan untuk tidak puasa. Bagaimana ketentuannya? Ya, bunda dapat mengganti utang puasa atau qadha dengan hari-hari lain setelah Ramadan.
Terkait pengganti puasa, bisa dilakukan dengan bayar puasa di hari lain atau membayarnya dengan fidyah berupa uang atau beras. Lalu, kondisi ibu hamil seperti apa yang dianjurkan untuk tidak puasa?
Mari kita bahas mengenai anjuran puasa Ramadan untuk ibu hamil, baik dari segi agama Islam maupun kedokteran.
Puasa Ramadan menurut agama Islam
Hukum Islam memberikan izin bagi wanita hamil dan menyusui untuk tidak berpuasa jika khawatir akan membahayakan kesehatannya dan bayinya.
Meski dianjurkan tak puasa, beberapa Bunda yang hamil memutuskan untuk tetap berpuasa selama Ramadan. Tentu ini adalah keputusan yang sangat pribadi dan bergantung pada keadaan diri sendiri.
Menurut pakar ilmu Fiqih dan Ushul Fiqih dari Universitas Damaskus, Prof. Dr Wahbah Az - Zuhaili, menuliskan dalam Kitab Fiqih Islam Wa Adillatuhu, ada beberapa halangan umat Muslim boleh tidak puasa dalam Islam, yakni ketika sedang hamil, menyusui, musafir, sakit, jihad, dipaksa orang lain, dan usia lanjut.
Rasulullah SAW pernah bersabda, “Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla telah menggugurkan kewajiban puasa dan separuh sholat dari pundak musafir, dan menggugurkan puasa dari pundak wanita yang hamil dan wanita yang menyusui.” (HR. Imam Ahmad)
Imam Madani Abdur Rahman, dari London, juga mengatakan Islam memang memberikan pilihan bagi ibu hamil. Sebaiknya, Bunda yang sedang hamil tak mementingkan diri sendiri tapi tetap memperhatikan kesehatan bayi dalam kandungan.
“Kita harus menilai keadaan, kalau kata dokter puasa bisa menimbulkan masalah bagi ibu atau bayinya, maka perempuan tidak boleh berpuasa. Kesehatan harus selalu didahulukan,” ujar Rahman
Bunda yang tidak berpuasa bisa menggantinya di lain hari. Jika tak memungkinkan untuk menggantinya maka bisa membayar fidyah atau memberi makan orang miskin terhitung per hari puasa Ramadan yang terlewatkan.
Puasa Ramadan untuk ibuhamil menurut ilmu kedokteran
Mengutip dari situs Nutrition, studi yang diterbitkan dalam The Journal of Nutrition menunjukkan bahwa puasa saat hamil mungkin berbahaya, terutama pada trimester ke-2 dan 3.
Tim studi yang dipimpin oleh Nathalie Auger (University of Montreal Hospital Research Centre) dan rekannya, mengevaluasi hubungan antara puasa Ramadan selama kehamilan dan risiko kelahiran prematur bagi wanita Arab.
Kelahiran prematur dikategorikan berdasarkan tingkat keparahan, mulai dari ekstrem (22-27 minggu), tengah (28-31 minggu) dan akhir (32-36 minggu). Menganalisis akte kelahiran dari lebih dari 3 juta kelahiran di Quebec, Kanada, para peneliti mengidentifikasi tanggal awal dan akhir Ramadan untuk menentukan apakah itu terjadi selama trimester kehamilan.
Dalam penelitian terhadap wanita berbahasa Arab ini, puasa Ramadan selama trimester kedua kehamilan dikaitkan dengan risiko 35 persen lebih besar melahirkan prematur dibandingkan dengan yang tidak berpuasa. Risikonya bahkan lebih besar untuk puasa Ramadan selama minggu ke 22 dan 27, paruh kedua trimester kedua.
Hal ini tidak mengherankan mengingat selama trimester kedua kehamilan kebutuhan energi meningkat sebesar 340 kkal/hari. Sementara kebutuhan energi pada trimester pertama tidak berbeda dengan wanita tak hamil.
Ada beberapa bukti yang menunjukkan bahwa ibu hamil yang berpuasa selama Ramadan, berkemungkinan memiliki plasenta lebih kecil atau bayi dengan berat lahir lebih rendah. Dibandingkan dengan Bunda yang tidak berpuasa.
Puasa juga dapat meningkatkan risiko dehidrasi, terutama jika Ramadan jatuh selama musim panas. Untuk itu, penting mempertimbangkan agar tetap puasa Ramadan atau tidak.
Kondisi ibu hamil berbeda-beda, sebaiknya konsultasikan ke dokter terlebih dahulu sebelum mulai puasa. Dokter akan memberikan berbagai saran bagi ibu hamil yang memutuskan ingin puasa Ramadan.
Secara umum, ibu hamil yang mengalami komplikasi selama kehamilan, seperti tekanan darah tinggi, diabetes, infeksi ginjal, atau masalah jantung harus menahan diri untuk tidak berpuasa Ramadan.
Ibu hamil yang dianjurkan tak berpuasa menurut dokter
Menurut dr. Alexander Mukti, Sp.OG, spesialis obstetri dan ginekologi dari Eka Hospital Cibubur mengatakan, apabila bunda memutuskan berpuasa selama kehamilan, maka harus berkomitmen untuk banyak minum. Dalam hal ini setidaknya membuat target minum air minimal 2 liter antara buka puasa sampai sahur.
"Sebagai pengingat, Bunda dapat minum air putih 3 sampai 4 gelas saat buka puasa. Takarannya, minum air mineral di waktu Isya, sebelum tidur, dan saat sahur," terang Alex pada HaiBunda beberapa waktu lalu.
Lebih lanjut, Alex mengingatkan untuk ibu hamil dengan beberapa kondisi sebaiknya tidak puasa terlebih dahulu. Berikut di antaranya:
1. Lemah dan sakit
Puasa selama hamil diperbolehkan bila kondisi ibu dan janin sehat. Tapi, bila Bunda merasa kondisi tidak fit dan lemah, sebaiknya tak perlu memaksa diri.
2. Mual dan muntah
Hal ini juga berlaku bagi Bunda yang mengalami mual dan muntah. Tanda awal kehamilan ini bisa membuat tubuh lemas dan janin tidak mendapatkan nutrisi karena terbuang.
3. Hipoglikemi
Selain itu, Bunda juga jangan memaksakan diri berpuasa bila mengalami gejala hipoglikemi, seperti lemas. Memaksakan diri puasa hanya dapat membahayakan ibu dan janin dalam kandungan.
Simak penjelasan lebih lengkapnya di halaman selanjutnya!
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
Simak penjelasan mengenai puasa ibu hamil dalam video di bawah ini:
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
7 Tips Meningkatkan Nafsu Makan Saat Mual dan Muntah di Trimester 1
9 Penyebab Keguguran, dari Faktor Genetik hingga Penyakit Kronis
Bunda, Begini Lho Tahap Perkembangan Janin Trimester I
Catat Bunda, Ini 4 Nutrisi Penting untuk Ibu Hamil 2 Bulan
TERPOPULER
Siti Nurhaliza Kecelakaan Mobil di Jalan Tol, Alami Cedera di Bagian Kaki
Persiapan Persalinan, Ini 8 Tips agar Bayi Tidak Tertukar di Rumah Sakit
5 Cara Mengenali Orang yang Berpotensi Selingkuh Menurut Psikologi
Dokter Ungkap ISPA pada Anak Tak Selalu Butuh Antibiotik, Ini Pengobatan yang Tepat
Intip 7 Perlengkapan Bayi Alyssa Daguise, Ada yang Spesial Dibeli di Paris
REKOMENDASI PRODUK
9 Baju Daerah & Kebaya Anak untuk Perayaan Pawai Hari Kartini
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
3 Kertas Gambar Ibu Kartini untuk Lomba Mewarnai Anak
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Kebaya untuk Hari Kartini, Elegan dan Stylish
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Rekomendasi Mesin Cuci 2 Tabung yang Awet & Hemat Listrik di Bawah Rp2 Jutaan
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Panci Stainless Steel yang Bagus dan Tahan Lama
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Inspirasi Kebaya Janggan Ala Artis, dari Putri Marino hingga Dian Sastro Bak Kartini Masa Kini
Bukan Lagi Pakai CV, Cara Baru Cari Pekerja Ini Mulai Dipakai Banyak Perusahaan
Dokter Ungkap ISPA pada Anak Tak Selalu Butuh Antibiotik, Ini Pengobatan yang Tepat
Persiapan Persalinan, Ini 8 Tips agar Bayi Tidak Tertukar di Rumah Sakit
Siti Nurhaliza Kecelakaan Mobil di Jalan Tol, Alami Cedera di Bagian Kaki
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Benarkah Manga Kagurabachi Bakal Diadaptasi Jadi Anime? Ini Faktanya
-
Beautynesia
5 Tanda Langka Kamu Punya Kepribadian Kuat yang Diam-diam Disukai Banyak Orang
-
Female Daily
Viral di Coachella, Lirik Produk Kolaborasi Rhode dengan Hailey dan Justin Bieber!
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
COS Resmi Hadir di Indonesia, Buka Toko Perdana di Plaza Indonesia
-
Mommies Daily
9 Podcast Seru untuk Orang Tua, biar Nggak Gampang Stres