Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

kehamilan

7 Cara Menghadapi Komentar Negatif soal Kehamilan di Momen Kumpul Lebaran

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Selasa, 18 Apr 2023 11:50 WIB

Ilustrasi Muslim
7 Cara Menghadapi Komentar Negatif soal Kehamilan di Momen Kumpul Lebaran/ Foto: Getty Images/iStockphoto/
Jakarta -

Lebaran menjadi momen kumpul keluarga yang bisa saja bikin Bunda insecure. Apalagi bila harus menghadapi komentar negatif soal kehamilan nih.

Saat Lebaran, Bunda dapat menjadi insecure ketika harus dicecar pertanyaan seperti, 'Kok enggak hamil-hamil ya?', 'Itu benar hamil, kok perutnya kecil', atau 'Hamil lagi pasti kebobolan ya?'.

Pertanyaan dan komentar tersebut tanpa disadari mungkin menyakitkan bagi seorang wanita. Pada akhirnya, dia menjadi down dan enggak percaya diri menjalani program hamil atau bahkan kehamilannya sendiri.

Menurut Psikolog Klinis Danang Baskoro, M.Psi., Psikolog, semua komentar tersebut belum tentu memiliki maksud buruk. Bisa saja kerabat berkomentar karena merasa dekat, sehingga tak ada jarak.

Tapi sayangnya bagi beberapa orang, mereka tak menyadari dampaknya. Bahkan bila komentar atau pertanyaan tersebut ternyata negatif dan bisa memengaruhi perasaan atau mood seseorang.

"Selama topik itu masih menjadi konflik dalam diri dan ingin kita tutupi, maka ketika ditanyakan, mau enggak mau akan terasa menyakitkan," kata Danang saat dihubungi HaiBunda, beberapa waktu lalu.

Cara menghadapi komentar negatif soal kehamilan

Komentar negatif atau pertanyaan yang bikin insecure soal kehamilan bisa saja dilontarkan kerabat tanpa disadari. Sebelum menjadi polemik dan memengaruhi emosi Bunda, ada cara untuk menghadapinya.

Berikut 7 cara menghadapi komentar negatif soal kehamilan:

1. Kontrol diri dan tahan emosi

Mengontrol diri adalah tindakan tepat untuk menghadapi komentar negatif soal kehamilan di momen kumpul Lebaran. Coba untuk tidak terbawa emosi dan perasaan tak terpengaruh.

Jangan pula merasa rendah diri karena komentar negatif. Hal tersebut hanya akan membuat Bunda merasa inferior terhadap diri sendiri.

"Bunda perlu mengendalikan reaksi, mengontrol emosi, dan santai saja. Jika kita merasa rendah diri, hal itu justru dapat menimbulkan sikap-sikap inferior," ujar Danang.

Ilustrasi MuslimIlustrasi Muslim/ Foto: Getty Images/iStockphoto/

2. Tak perlu reaktif

Tak perlu reaktif atau menanggapi berlebihan komentar negatif orang terkait kehamilan. Bila ada yang bertanya, jawablah apa adanya ya, Bunda.

Coba jawab dengan bahasa yang halus dan hindari tersinggung. Ketika kita tersinggung, artinya memang ada yang salah dalam diri kita.

Tapi bila merasa tidak ada yang salah, bisa jadi memang orang yang berkomentar negatif tersebut menyebalkan di mata kita. Coba tanyakan lagi ke diri sendiri jawabannya. Kalau memang karena alasan kedua, ya lebih baik tak perlu reaktif dalam menanggapi komentar tersebut, Bunda.

3. Bersikap asertif

Kalau memang Bunda tidak mau membicarakan soal kehamilan di momen kumpul lebaran, ya sebaiknya beranikan untuk menolak. Coba bilang 'Maaf ya, saya enggak mau membicarakan hal itu'.

"Bila kita jujur, orang tersebut juga akan mengerti kalau kita sebenarnya sakit hati dengan topik tersebut. Kita memang bisa menolak, tapi dengan cara bicara yang tidak menyinggung," ujar Danang.

4. Tegas dan enggak baper alias terbawa perasaan

Bila sulit menolak dengan bicara, coba tegaskan dengan cara komunikasi yang lain. Misalnya, ketika topik sensitif dibicarakan, coba untuk menganggapnya serius.

"Jadi kalau kita ngomong sambil senyum atau bercanda, itu akan berbeda ditangkap orang tersebut," kata Danang.

Sebenarnya boleh-boleh saja menanggapi komentaer negatif dengan senyuman. Tapi, ini hanya berlaku bagi Bunda yang enggak mudah baper alias terbawa perasaan.

"Hal itu mungkin akan sulit bila Bunda masih baper atau terbawa perasaan," ungkap Danang.

5. Tidak menanggapi komentar negatif

Cara lain yang bisa dilakukan adalah tidak menanggapi komentar negatif yang dilontarkan kerabat terkait kehamilan Bunda. Bila ia berusaha berkomentar, coba untuk alihkan topik atau mengendalikan reaksi kita. Respons ini juga dapat digunakan pada kerabat yang suka pamer saat momen Lebaran.

"Ibaratnya, orang tersebut membuat permainan. Ia berharap agar orang yang ia ajak bicara ikut bermain. Kalau kita memilih untuk enggak main, artinya permainan akan berakhir dan orang tersebut berhenti mengajak kita," ujar Danang.

6. Fokus dengan tujuan kumpul di momen Lebaran

Jangan ambil pusing bila Bunda mendapatkan komentar negatif soal kehamilan di momen kumpul Lebaran. Lebih baik fokus pada tujuan utama berkumpul di Hari Raya, yakni untuk silaturahmi, yakni menjalin hubungan baik dengan orang atau saudara.

Fokuslah untuk berkomunikasi yang baik untuk memberikan kesan menyenangkan. Jangan menambah drama-drama lain dengan menghiraukan komentar negatif.

7. Mencoba berempati dan jangan serang balik

Bagian dari kontrol diri adalah memiliki rasa empati. Bila Bunda mendapatkan komentar negatif, coba berempati dengan sikap yang tidak self awareness dari orang tersebut. Bisa saja dia tidak sadar jika melontarkan komentar negatif atau memang memiliki masalah di dirinya.

"Kenapa orang itu begitu? Oh ternyata dia memang tidak mengerti kalau pembicaraan itu menyakitkan hati. Kita enggak boleh menyerang balik, agar tidak semakin rumit hubungannya," ujar Danang.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda