KEHAMILAN
Tanda Perut Kedutan yang Normal dan Berbahaya, Pahami Penyebab hingga Risikonya
Humidatun Nisa' | HaiBunda
Senin, 17 Apr 2023 20:05 WIBPerut kedutan sering sering dialami oleh ibu hamil. Sebagian bunda mungkin akan bertanya-tanya apa bedanya tanda perut kedutan yang normal dan berbahaya pada kehamilan?
Sama halnya otot lain dalam tubuh, otot perut juga bisa mengalami kejang dan kedutan, Bunda. Apalagi saat hamil, Bunda mungkin justru akan khawatir kalau tidak ada pergerakan apa-apa dari perut. Sebab kedutan perut adalah hal sangat wajar ketika hamil.
Meski begitu, melansir dari Healthgrades, kedutan perut tidak selalu menjadi pertanda baik bagi pergerakan janin, karena bisa menjadi indikator terjadinya sesuatu pada kehamilan. Di antaranya gangguan akut pada usus, hernia, dan gangguan lainnya.
Apa saja tanda perut kedutan yang normal dan berbahaya? Yuk simak terus.
Perut kedutan saat hamil
Ketika kehamilan berlangsung, rahim yang membesar memberikan tekanan pada panggul. Manakala bayi bertumbuh sepanjang kehamilan, rahim yang membesar akan didorong ke bawah panggul, saat bayi bergerak lebih dalam untuk mengantisipasi kelahiran, perut akan berkedut karenanya, seperti dikutip dari laman Dumex.
Selain itu, ligamen yang menopang rahim akan meregang dan bergeser untuk memberikan ruang pertumbuhan bagi janin. Beberapa ibu hamil juga akan merasakan panggul menjadi melar atau kedutan juga.
Tanda kedutan normal
Profesor dan Head of Obstetrics and Gynecology di Virginia Commonwealth University School of Medicine di Richmond, Dr Christine Isaacs menjelaskan pada laman Nytimes bahwa ketidaknyamanan perut, termasuk di antaranya kedutan saat hamil merupakan hal sangat umum. Dengan catatan, selama tidak disertai gejala lain di luar kewajaran.
Misalnya saja, kedutan berlangsung dalam waktu lama dan tidak biasa, disertai perdarahan atau kesakitan tertentu pada anggota tubuh lainnya.
Penyebab kedutan normal
Di antara penyebab kedutan adalah sebagai berikut:
1. Janin bergerak
Janin dapat bergerak di dalam rahim saat meregangkan anggota tubuhnya. Ini pertanda sehat. Ini dapat menyebabkan sensasi termasuk: rasa tertusuk dan ada yang jatuh. Bunda hamil mungkin mulai merasakan janin bergerak di dalamnya 16 hingga 24 minggu kehamilan dan seterusnya, meskipun ini dapat bervariasi.
2. Peregangan otot
Beberapa orang melaporkan perasaan kram atau kejang yang tajam di satu sisi perut bagian bawah. Ini bisa disebabkan oleh nyeri ligamen, karena ligamen di daerah perut bergerak dan meregang untuk menampung benjolan yang tumbuh.
3. Gas dan sembelit
Gas yang terperangkap dan sembelit adalah hal umum dalam kehamilan. Mereka bisa terjadi karena perubahan hormonal. Kejang akibat gas dan konstipasi biasanya ringan dan dapat hilang jika Bunda hamil mengubah posisi, beristirahat, dan buang air besar atau gas.
4. Kontraksi Braxton-Hicks
Kontraksi ini biasanya tidak menyakitkan, tetapi bisa membuat tidak nyaman. Orang menggambarkannya sebagai kram ringan atau pengetatan di perut. Perasaan itu sering datang dan pergi.
Biasanya, kontraksi Braxton-Hicks muncul pada trimester kedua atau ketiga kehamilan. Ini adalah kontraksi rahim, tetapi tidak berarti akan melahirkan. Sebaliknya, mereka mempersiapkan tubuh untuk persalinan.
5. Infeksi saluran kemih (ISK)
ISK masih tergolong kedutan perut yang normal. Hal ini terjadi ketika bakteri masuk dan berjalan ke uretra. Bunda hamil dengan ISK mungkin mengalami sakit perut dan terkadang nyeri saat buang air kecil.
Tanda kedutan berbahaya
Terdapat kemungkinan kejang perut atau kedutan yang menjadi tanda bahaya dari kondisi berikut:
1. Kehamilan ektopik
Kehamilan ektopik terjadi ketika sel telur yang telah dibuahi menanamkan dirinya di luar rahim. Gejala lain yang menyertai seperti sakit perut, perdarahan, dan sakit bahu, dapat muncul antara 4 dan 12 minggu kehamilan.
2. Keguguran
Perdarahan dan rasa sakit sebelum 24 minggu kehamilan mungkin merupakan tanda dari keguguran atau terancam keguguran. Selain mengalami perut kedutan, Bunda hamil akan mengalami perdarahan, tetapi belum mengalami keguguran.
3. Preeklampsia
Nyeri yang parah dan terus-menerus, terutama di sisi kanan bawah tulang rusuk, bisa menandakan preeklamsia. Ini melibatkan tekanan darah tinggi. Bunda hamil mungkin mendapati sakit kepala, dan penglihatan yang bermasalah. Juga mungkin mengalami kaki bengkak, wajah, dan tangan.
4. Persalinan prematur
Jika Bunda hamil mengalami kram biasa atau sensasi kencang di perut saat usia kehamilan kurang dari 37 minggu, sudah seharusnya segera menghubungi tenaga medis, sebab bisa terjadi kemungkinan Bunda hamil melahirkan prematur.
5. Solusio plasenta
Plasenta bisa lepas dari dinding rahim. Ini menyebabkan perdarahan dan parah dan nyeri terus menerus.
Langkah pencegahan
Para pakar dalam sebuah ulasan Medicalnewstoday menyarankan, dalam kedutan yang normal, Bunda hamil bisa menerapkan pengobatan mandiri, seperti:
1. Istirahat
Bunda hamil yang mengalami ketegangan otot perut dapat merasa lega dengan mengistirahatkan otot dan menghindari latihan perut.
2. Kompres panas
Menerapkan kompres panas atau botol air panas ke perut dapat mengendurkan otot dan meredakan kejang.
3. Pijat
Memijat otot perut dengan lembut dapat meningkatkan aliran darah dan meredakan kram dan kejang. Bunda hamil bisa melakukannya secara perlahan.
4. Hidrasi
Minum banyak air dapat membantu menghindari dehidrasi, yang dapat menyebabkan kejang perut atau memperburuk kondisi tersebut.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
Simak informasi mengenai janin cegukan dalam video di bawah ini:
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Tahapan Perkembangan Janin dari Awal hingga Persalinan, Bunda Perlu Tahu
10 Hal Bikin Ibu Hamil Overthinking, Morning Sickness hingga Keguguran
Tentang Trimester Kehamilan yang Bunda Perlu Tahu
Kebutuhan Zat Besi Ibu Hamil Selama 3 Trimester, Bunda Perlu Tahu
TERPOPULER
Tak Asal Bicara, Ini 7 Kalimat yang Dihindari Orang dengan EQ Tinggi
LPS Financial Festival 2026 Sambangi Lampung, Yuk Tingkatkan Literasi Keuangan!
Ramai Selebgram Fahira Almira Bandingkan Pengobatan di RI & Penang, Diduga Ada 'Black Campaign'
Bayi Baru Lahir Kini Bisa Langsung Punya Akta Kelahiran, Begini Penjelasannya
Serunya Dhea Ananda Ajak Ibunda Liburan ke China, Daki Gunung Naik Eskalator
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Scalp Serum untuk Mengatasi Ketombe dan Rambut Rontok
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Ide Hiasan 17 Agustus 2026 Kemerdekaan yang Unik dan Menarik
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
5 Wajan & Panci untuk Kompor Listrik Induksi, Awet & Anti Lengket
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Susu UHT untuk Ibu Hamil
Amrikh PalupiREKOMENDASI PRODUK
7 Aksesori Anak untuk Karnaval Kemerdekaan 17 Agustus, Bikin Makin Gemas
Annisa KarnesyiaTERBARU DARI HAIBUNDA
Bayi Usia 8 Bulan Disebut Sudah Mulai Bisa Berbohong, Normalkah?
Bayi Baru Lahir Kini Bisa Langsung Punya Akta Kelahiran, Begini Penjelasannya
LPS Financial Festival 2026 Sambangi Lampung, Yuk Tingkatkan Literasi Keuangan!
Tak Asal Bicara, Ini 7 Kalimat yang Dihindari Orang dengan EQ Tinggi
Tips Memilih Gaun untuk Maternity Shoot agar Tampil Cantik dan Flawless dengan Baby Bump
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Review Mic Wireless Karaoke: Jangkauan 80 Meter, Beneran Stabil?
-
Beautynesia
Bintangi The Intern, Simak 8 Transformasi Gaya Han So Hee yang Selalu Tampil Memikat
-
Female Daily
no na Tampil Memukau di Head In The Clouds 2026, Intip Fashion Colorful Mereka
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Foto: Pesona Nicole Rossi 'Asmara Gen Z', Ini Rahasia Cantiknya
-
Mommies Daily
Drama Hayoung yang Bisa Masuk Daftar Tontonan Mommies, Terbaru Our Sticky Love