KEHAMILAN
Ingin IVF untuk Anak Kedua? Ini Beberapa Faktor Penting yang Perlu Dipertimbangkan
Amrikh Palupi | HaiBunda
Minggu, 11 Jan 2026 16:40 WIBMemiliki lebih dari satu anak adalah harapan banyak pasangan. Bagi Bunda dan pasangan yang sudah berhasil mendapatkan anak pertama melalui program bayi tabung, pertanyaan yang sering muncul adalah seberapa besar peluang berhasil menjalani IVF anak kedua? Apakah prosesnya akan sama mudah, lebih sulit, atau justru memiliki kemungkinan lain yang tidak terduga?
Faktanya, peluang memiliki anak kedua melalui IVF dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari usia ibu, kondisi embrio yang tersisa, hingga jarak waktu antar kehamilan.
Program IVF untuk anak kedua
Mengutip laman Varta, sebuah penelitian besar yang dilakukan menggunakan data klinik IVF di Australia dan Selandia Baru memberikan gambaran menarik tentang peluang keberhasilan IVF anak kedua. Peneliti menganalisis 35.290 perempuan yang berhasil melahirkan bayi melalui IVF menggunakan sel telur sendiri antara tahun 2009 hingga 2013, lalu mengikuti perjalanan mereka hingga Desember 2015.
Hasilnya pun cukup mencengangkan, ada 43 persen perempuan yang berhasil memiliki anak pertama melalui IVF kembali menjalani perawatan IVF untuk mendapatkan anak kedua. Lalu, peluang keberhasilan IVF anak kedua lebih tinggi pada perempuan yang masih memiliki embrio beku dari siklus IVF sebelumnya dibandingkan mereka yang harus memulai siklus stimulasi baru.
Peran embrio beku dalam keberhasilan IVF anak kedua
Salah satu faktor terpenting dalam keberhasilan IVF anak kedua adalah apakah masih memiliki embrio beku (frozen embryos) dari siklus IVF sebelumnya. Setelah tiga siklus stimulasi lengkap (termasuk semua transfer embrio beku), diperoleh hasil berikut:
- Tingkat kelahiran hidup kumulatif (cumulative live birth rate) mencapai 80 persen pada perempuan yang memiliki sisa embrio beku.
- Sebaliknya, tingkat kelahiran hidup kumulatif hanya 54 persen pada perempuan yang harus memulai siklus stimulasi baru karena tidak memiliki embrio beku. Artinya, menyimpan embrio beku dari IVF pertama dapat secara signifikan meningkatkan peluang keberhasilan IVF anak kedua.
Faktor penting yang harus dipertimbangkan IVF anak kedua
Meskipun peluangnya cukup menjanjikan, penelitian ini juga menemukan beberapa kondisi yang dapat menurunkan keberhasilan IVF anak kedua, yaitu:
1. Usia Ibu 35 tahun atau lebih
Usia tetap menjadi faktor kunci dalam kesuburan. Perempuan berusia 35 tahun ke atas memiliki peluang keberhasilan IVF yang lebih rendah dibandingkan perempuan yang lebih muda.
2. Jarak waktu terlalu lama
Perempuan yang menunggu tiga tahun atau lebih sebelum kembali menjalani IVF memiliki peluang lebih kecil untuk mendapatkan anak kedua.
3. Riwayat IVF pertama yang lebih sulit
Perempuan yang membutuhkan jumlah siklus stimulasi yang lebih banyak atau menjalani transfer dua embrio (double embryo transfer) untuk mendapatkan anak pertama.
Meskipun angka-angka ini tidak memperhitungkan kondisi individu masing-masing, data tersebut dapat memberikan gambaran tentang apa yang bisa diharapkan jika Bunda dan pasangan memutuskan untuk mencoba memiliki bayi IVF kedua.
Fakta Menarik: IVF anak kedua vs hamil alami
Menariknya, IVF bukan selalu satu-satunya jalan untuk mendapatkan anak kedua. Penelitian lain pada tahun 2013 menunjukkan bahwa sebagian perempuan justru berhasil hamil secara alami setelah melahirkan bayi IVF pertama.
Dalam penelitian ini, 236 perempuan yang mendapatkan bayi pertama melalui IVF diikuti selama dua tahun. Selama periode tersebut, 94 perempuan kembali menjalani IVF dan 142 perempuan tidak.
Dari perempuan yang menjalani IVF kembali, hampir 60 persen berhasil mencapai kehamilan. Menariknya, dari perempuan yang tidak menjalani IVF lagi, hampir sepertiga (33 persen) mengalami kehamilan dan pada banyak di antaranya (61 persen), kehamilan tersebut terjadi secara tidak terduga.
Kesimpulannya IVF anak kedua memiliki peluang keberhasilan yang cukup tinggi, terutama jika Bunda masih memiliki embrio beku dari siklus IVF sebelumnya. Namun, faktor usia, jarak waktu, dan riwayat IVF pertama tetap memegang peranan penting lho, Bunda untuk keberhasilan IVF anak kedua.
Selain itu, jangan menutup kemungkinan kehamilan alami, terutama bagi pasangan dengan infertilitas yang tidak dapat dijelaskan. Konsultasi dengan dokter spesialis fertilitas sangat disarankan agar Bunda dan pasangan mendapatkan rencana terbaik sesuai kondisi masing-masing.
Semoga informasinya bermanfaat ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)