Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

kehamilan

Soimah Alami Keguguran Calon Anak Ketiga sebelum Pernikahan Si Sulung

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Senin, 15 Jun 2026 15:10 WIB

Soimah
Soimah Pernah Alami Keguguran Calon Anak Ketiga/ Foto: Instagram @showimah
Daftar Isi
Jakarta -

Penyanyi dan presenter Soimah baru-baru ini mengungkap kabar duka yang dialaminya, Bunda. Pada awal tahun ini, Soimah mengalami keguguran calon anak ketiga.

Kabar itu diungkap Soimah belum lama ini ke publik. Sebelum keguguran, Soimah ternyata tidak mengetahui dirinya sedang hamil.

"Iya keguguran," kata Soimah saat dihubungi via telpon oleh Irfan Hakim di acara For Your Pagi (FYP) di Trans 7.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Alih-alih tenggelam dalam kesedihan, Soimah justru bersyukur karena ia bisa mendapatkan kebahagiaan penggantinya. Bunda dua anak ini baru saja mendapatkan menantu perempuan yang sudah dianggapnya sebagai anak.

Ya, pada 9 Mei 2026, Soimah menikahkan anak pertamanya Aksa Uyun dengan perempuan pujaannya Yosika Ayumi. Belakangan, Soimah kerap memamerkan keakrabannya dengan sang menantu ke publik.

"Alhamdulillah sudah dikasih rezeki sama Allah. Tiba-tiba dikasih anak cewek langsung gede," ujarnya.

Soimah tidak menjelaskan secara detail tentang keguguran yang dialaminya belum lama ini. Perempuan bernama lengkap Soimah Pancawati ini juga tak mengungkap soal kehamilan ketiganya.

Hamil di atas usia 40 tahun

Menjalani kehamilan di atas usia 40 tahun memang tak mudah bagi kebanyakan perempuan, Bunda. Pasalnya, terdapat beberapa risiko terkait dengan kehamilan di usia lanjut.

Dokter kandungan Kecia Gaither, MD, MPH, mengatakan bahwa komplikasi dapat menjadi salah satu risiko kehamilan di atas usia 40 tahun. Menurutnya, perempuan yang lebih tua cenderung memiliki lebih banyak masalah kesehatan dibandingkan mereka yang lebih muda. Salah satunya adalah risiko mengalami hipertensi gestasional hingga preeklamsia.

"Tekanan darah tinggi dapat meningkatkan risiko preeklampsia, yaitu kondisi ketika tekanan darah tinggi dan tanda-tanda kerusakan organ muncul secara tiba-tiba selama kehamilan. Jika tidak diobati, hal ini dapat menyebabkan masalah serius atau fatal bagi ibu dan bayinya," kata Gaither, dikutip dari Web MD.

Selain pada ibu hamil, risiko juga bisa memengaruhi kondisi janin. Risiko ini termasuk berat badan bayi saat lahir yang besar, masalah pada plasenta, diabetes gestasional, kelahiran prematur, hingga persalinan caesar.

Risiko keguguran pada usia di atas 40 tahun

Risiko lain dari kehamilan di atas usia 40 tahun adalah keguguran. Menurut ulasan di jurnal BMJ tahun 2019, risiko keguguran paling rendah terjadi pada perempuan berusia 25 hingga 29 tahun, yakni 10 persen, dan meningkat pesat setelah usia 30 tahun. Pada perempuan berusia 45 tahun ke atas, risikonya mencapai 53 persen.

Sementara dikutip dari laman John Hopkins Medicine, keguguran terjadi pada 10 hingga 30 persen dari semua kehamilan. Keguguran biasanya disebabkan oleh kelainan genetik atau kromosom yang terjadi di awal kehamilan. Kelainan kromosom janin ini lebih umum terjadi pada ibu dengan usia lanjut.

Tak cuma pada perempuan. Faktor usia pada suami juga bisa memengaruhi terjadinya keguguran, Bunda.

Sementara dalam tinjauan di studi Human Reproduction Update tahun 2020, usia ayah yang lebih tua juga merupakan faktor risiko keguguran. Hal ini mungkin disebabkan oleh menurunnya integritas DNA sperma seiring bertambahnya usia.

Namun, penting untuk dicatat bahwa studi-studi ini adalah angka rata-rata dan tidak memperhitungkan faktor lain. Beberapa perempuan tetap dapat memiliki kehamilan yang sehat di usia 40-an, dan beberapa lainnya di usia 50-an.

Persiapan hamil di atas 40 tahun

Persiapan yang matang bisa menjadi kunci untuk mendapatkan kehamilan yang sehat di atas usia 40 tahun, Bunda. Berikut beberapa persiapan hamil bagi Bunda di atas usia 40 tahun, seperti melansir dari beberapa sumber:

  1. Tes prenatal dapat dilakukan sebelum dan selama kehamilan. Tes ini dapat menilai risiko cacat lahir atau kelainan genetik tertentu.
  2. Rutin kontrol ke dokter untuk mengetahui kondisi kesehatan secara keseluruhan. Bila perlu, suami istri dapat melakukan pemeriksaan ke dokter dokter spesialis obstetri dan ginekologi, serta dokter andrologi khusus untuk pria.
  3. Menjalani pola hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan bernutrisi, olahraga rutin, berhenti merokok dan minum alkohol, tidur cukup, serta mengelola stres dengan baik.

Demikian berita terbaru dari Soimah yang baru saja mengumumkan kabar keguguran calon anak ketiganya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/rap)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda