KEHAMILAN
Benarkah Smartphone Memengaruhi Angka Kelahiran? Ini Temuan Studi
Dwi Indah Nurcahyani | HaiBunda
Kamis, 09 Jul 2026 07:30 WIBKehadiran smartphone yang mendukung kemudahan dalam berbagai urusan ternyata memiliki dampak buruk bagi angka kelahiran, Bunda. Benarkah smartphone bisa memengaruhi angka kelahiran? Ini temuan studi.
Di era modern seperti sekarang ini, smartphone dan manusia sepertinya sudah melekat tak terpisahkan. Setiap harinya, orang-orang tidak terlepas dari keberadaan smartphone di saku atau tasnya. Dalam satu genggaman, smartphone ternyata sudah bisa menjadi penolong dalam berbagai kebutuhan yang tentunya memudahkan berbagai hal.
Meski manfaatnya yang ternyata memudahkan, ternyata smartphone diketahui punya dampak lain yang bisa memengaruhi angka kelahiran secara luas. Data dari CDC menunjukkan bahwa angka kelahiran terus menurun sejak 2007.
Pada 2025, sekira 53 bayi lahir untuk setiap 1.000 perempuan berusia 15 - 44 tahun, yang merupakan angka terendah sepanjang masa, seperti dikutip dari laman Nypost.
Kini, sebuah studi baru menyalahkan sebagian penurunan tersebut pada meningkatkan penggunaan smartphone. Temuan baru tersebut menemukan bahwa hingga setengah dari penurunan tersebut ternyata dikaitkan dengan proliferasi iPhone.
Para peneliti di Middlebury College melihat data dari Juni 2007 hingga Februari 2011, dengan smartphone pertama, iPhone, dirilis dan hanya dijual melalui AT&T.
Dari temuannya, mereka menemukan bahwa iPhone secara substansial memperdalam penurunan angka kelahiran. Hubungannya pun tidak kecil karena para penulis mengatakan jika penggunaan smartphone menjelaskan 33–52 persen penurunan angka kelahiran umum di kalangan perempuan berusia 15–44 tahun.
Kepemilikan iPhone dikaitkan dengan penurunan jumlah anak
Dari temuan yang ada, para penulis menunjukkan beberapa kemungkinan penyebabnya. Salah satunya dengan keberadaan iPhone atau smartphone pada perempuan menyebabkan interaksi tatap muka yang lebih sedikit, penggunaan pornografi yang lebih banyak, dan hubungan seks yang kurang.
Dr. Jaime Knopman, seorang ahli endokrinologi reproduksi yang tidak terlibat dalam penelitian ini, mengatakan bahwa ia tidak terkejut dengan temuan tersebut.
“Studi ini menunjukkan bahwa ponsel pintar memengaruhi kesuburan bukan karena merusak sel telur atau organ reproduksi, tetapi karena mengubah perilaku manusia,” katanya.
Dikatakannya lebih lanjut bahwa kaum muda khususnya menghabiskan lebih sedikit waktu berinteraksi satu sama lain secara langsung, yang mengakibatkan berkurangnya hubungan seks dan karenanya berimbas pada jumlah lebih sedikit anak pada pasangan muda.
"Kita berkencan dengan cara yang berbeda, kita bertemu dengan cara yang berbeda, dan sebagian besar hal ini disebabkan oleh hidup di dunia online sepanjang waktu."
Namun, di tengah tantangan tersebut, tak dipungkiri bahwa teknologi mungkin telah membuat komunikasi memperkecil dunia. Tetapi di sisi lain, teknologi juga telah menciptakan interaksi tatap muka yang mengurangi jarak, yang sangat penting untuk membangun hubungan dan memupuk keintiman.
Sebuah survei di 2019 menunjukkan bahwa sekitar sepertiga orang dewasa menggunakan teknologi setiap malam atau hampir setiap malam. Hampir 25 persen peserta merasa bahwa penggunaan teknologi oleh pasangan mereka di tempat tidur mengganggu hubungan seksual mereka.
“Jika kamu memiliki lebih sedikit interaksi tatap muka, kamu mungkin akan lebih jarang berhubungan seks,” kata Knopman, Direktur Nasional Pelestarian Kesuburan untuk CCRM Fertility dan penulis buku Own Your Fertility.
Dikatakan Knopman, tidak berhubungan seks membuat kehamilan secara alami menjadi mustahil. "Tidak peduli seberapa bagus sel telur dan sperma seseorang, jika keduanya tidak berada di tempat yang sama pada waktu yang sama, mereka tidak dapat hamil tanpa bantuan.”
“Meskipun studi ini menunjukkan kepada kita bahwa kita dapat menambahkan ponsel pintar ke dalam daftar tersebut, itu bukan satu-satunya penyebab dalam daftar faktor infertilitas,” kata Knopman.
Kenyataannya, dalam banyak kasus, orang-orang membuat pilihan yang disengaja untuk tidak bereproduksi atau memiliki lebih sedikit anak. Knopman menunjukkan keterjangkauan sebagai salah satu faktor utama.
Faktanya, lebih dari 7 dari 10 orang Amerika mengatakan bahwa membesarkan anak tidak terjangkau, dan survei baru-baru ini menunjukkan 54 persen dari Gen Z (usia 18-29 tahun) dan 50 persen dari Generasi Millenial (usia 30-45 tahun ) merasa tertekan untuk memilih antara keamanan finansial mereka sendiri dan memiliki anak atau lebih banyak anak.
Dia menambahkan bahwa menurunnya angka pernikahan, tingkat kesuburan yang lebih tinggi dan lebih banyak kesempatan untuk pendidikan dan kemajuan profesional juga merupakan bagian dari gambaran tersebut.
“Kita juga memiliki bayi di usia yang lebih tua, ketika kualitas sel telur kita menurun. Usia saat kelahiran pertama telah meningkat secara dramatis selama lima puluh tahun terakhir, yang merupakan penyebab utama penurunan tingkat kesuburan.”
Bagi perempuan yang khawatir tentang bagaimana smartphone memengaruhi kesuburan, Knopman mendorong mereka untuk membuat rencana kesuburan yang proaktif.
“Tidak masalah jika kamu belum bertemu pasangan ideal atau bahkan tidak tahu apakah kamu ingin bertemu pasangan ideal dan memiliki anak, tetapi bersikap proaktif dalam mendidik diri sendiri tentang kesuburan adalah suatu keharusan,” katanya.
Jadi, jika kamu sedang aktif dan berusaha untuk hamil dengan pasangan, letakkan ponsel kamu terlebih dahulu dan hampiri pasangan kamu," imbuh Knopman.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)Simak video di bawah ini, Bun:
Luna Maya Hiatus Demi Promil, Inginkan Bayi Kembar
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Mengapa Jumlah Angka Kehamilan di Korea Selatan Semakin Menurun? Ini Alasannya...
30 Komentar Bunda yang Kontra soal BKKBN Minta 1 Keluarga Punya 1 Anak Perempuan
Angka Kelahiran Rendah, Korea Selatan Berikan Rp350 Juta untuk Bayi yang Lahir di 2024
Singapura Berikan Bonus pada Pasutri yang Ingin Punya Anak Selama Pandemi
TERPOPULER
5 Kebiasaan Orang dengan IQ Tinggi, Terkadang Sering Dipandang Aneh
Terpopuler: Potret Anggun Bersama Kirana Putrinya yang Sudah Gadis
5 Pertanyaan Paling Sering Ditanyakan Busui, Dijawab Konsultan Laktasi
Benarkah Smartphone Memengaruhi Angka Kelahiran? Ini Temuan Studi
Lindsay Lohan Kenang Perjalanan Hidup Jadi Aktris Cilik, Ungkap Suka Dukanya
REKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Curling Iron Terbaik, Cocok untuk Styling Rambut Sehari-hari
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Panci Kukus Dandang Bakso yang Bagus
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Botol Minum Tali Panjang untuk Anak TK, Awet & Mudah Dibersihkan
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Sendok Panci dan Centong Stainless Steel yang Bagus
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Contoh Name Tag MPLS untuk PAUD, SD, SMP, dan SMA yang Kreatif
Nadhifa FitrinaTERBARU DARI HAIBUNDA
Saat Si Buah Hati Mulai Berkata "Aku Bisa Sendiri", Begini Cara Dukung Kemandiriannya
5 Pertanyaan Paling Sering Ditanyakan Busui, Dijawab Konsultan Laktasi
5 Drama China Dibintangi Winwin eks NCT, Ada 'A Splendid Match'
Benarkah Smartphone Memengaruhi Angka Kelahiran? Ini Temuan Studi
5 Kebiasaan Orang dengan IQ Tinggi, Terkadang Sering Dipandang Aneh
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Perlu Dihindari, Ini Akibat Ketika Mencuci Handuk Menggunakan Pelembut Pakaian
-
Beautynesia
SBS Buka Suara Soal Kemungkinan Season 2 Drakor Agent Kim Reactivated
-
Female Daily
Simpel tapi Manis, Ini 6 Potret Maternity Shoot Shenina Cinnamon dan Angga Yunanda!
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Gaun Zendaya di Premiere 'The Odyssey' Diterbangkan Khusus Pakai Jet Pribadi
-
Mommies Daily
Kenapa Banyak Orang Tua Memilih Sekolah Katolik untuk Anak Mereka?