menyusui

Tentang Daun Katuk yang Diyakini Bisa Jadi ASI Booster

Annisa Karnesyia Selasa, 06 Aug 2019 11:28 WIB
Tentang Daun Katuk yang Diyakini Bisa Jadi ASI Booster
Jakarta - Saat memberikan ASI eksklusif ke anak, banyak hal yang harus dipastikan agar prosesnya berjalan dengan baik. Salah satunya pemenuhan nutrisi yang membuat produksi ASI lancar.

Menurut Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan tahun 2017, hanya 35 persen ibu di Indonesia yang berhasil menjalankan ASI eksklusif. Kebanyakan gagal karena kurangnya pengetahuan, tidak percaya dengan produksi ASI-nya, stres, kelelahan, dan tidak mendapatkan cukup dukungan orang sekitar.

Pemenuhan nutrisi untuk meningkatkan produksi ASI menjadi hal yang penting, Bun. Kata konselor laktasi, dr.Ameetha Drupadi, CIMI, konsumsi nutrisi zat mikro menjadi sangat penting untuk memperlancar proses menyusui, menyehatkan ibu dan bayi, serta memaksimalkan proses tumbuh kembang bayi.


"Pada praktiknya, berbagai cara dilakukan ibu menyusui, seperti mengonsumsi rebusan daun katuk, kacang-kacangan, dan minum vitamin. Tapi, daun katuk masih menjadi favorit bagi ibu-ibu di Indonesia," ujar Ameetha, dalam acara 'Sahabat Andalan Ibu: ASI Lancar & Aman Ber-KB' di Green House Multivision Tower, Kuningan, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

Ameetha menambahkan, memang baik mengonsumsi daun katuk, karena daun ini masuk dalam golongan galactagogue. Ini adalah senyawa yang bisa merangsang produksi prolaktin untuk ASI.

Ilustrasi ibu menyusuiIlustrasi ibu menyusui/ Foto: iStock

Selain katuk, banyak jenis makanan yang masuk dalam golongan galactagogue. Di antaranya, teh chamomile dan pare.

"Dalam penelitian, sebanyak 50,7 persen ibu yang mengonsumsi galactagogue seperti daun katuk produksi ASI-nya banyak dibandingkan ibu yang tidak konsumsi," ujar Ameetha.

Konsumsi daun katuk enggak bisa sembarangan, Bun. Baru bisa meningkatkan kuantitas produksi ASI kalau dikonsumsi dengan jumlah tertentu.

Kata Ameetha, manfaat optimal daun katuk untuk meningkatkan produksi ASI baru didapat bila dikonsumsi minimal 200 mg sebanyak tiga kali sehari. Untuk mengakalinya, Bunda bisa mengolah daun katuk dengan macam varian, tapi memang sulit mencapai dosis yang diinginkan.

"Konsumsi daun katuk minimal 200 mg bisa meningkatkan galactagogue. Jadi daun katuk memang bisa dibuat macam-macam, tapi bisa enggak dosisnya mencapai tiga kali 200 mg per sehari," pungkas Ameetha.

Selain daun katuk, Bunda bisa mengkreasikan menu makan untuk memperlancar ASI. Yuk, simak menu sarapan yang cocok itu di video berikut.

[Gambas:Video 20detik]

(ank/rdn)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi