HaiBunda

MENYUSUI

Tanpa Dukungan, Beri ASI Eksklusif Jadi Beban Mental dan Sebabkan Kematian

Asri Ediyati & Asri Ediyati   |   HaiBunda

Selasa, 11 Feb 2020 09:45 WIB
Tanpa Dukungan, Beri ASI Eksklusif Jadi Beban Mental dan Sebabkan Kematian/ Foto: thinkstock
Jakarta - Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah merekomendasikan para ibu untuk memberikan air susu ibu (ASI) eksklusif selama enam bulan pertama. Namun, The American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) juga secara resmi mengakui bahwa para ibu memiliki kualifikasi unik.

Kualifikasi yang dimaksud adalah ada ibu yang pemberian ASI eksklusif, pemberian makanan campuran atau pemberian susu formula yang menurutnya optimal untuk dia dan bayinya.


'Breast is best' adalah kampanye kesehatan masyarakat yang sangat sukses, tetapi faktanya telah menciptakan krisis kesehatan mental ibu. Di AS, semakin banyak ibu baru meninggal karena bunuh diri, dan beberapa ayah harus membesarkan bayinya.


Ya, tanpa dukungan berarti, memberi ASI eksklusif bisa menjadi beban mental bagi seorang ibu. Parahnya, ada yang bercampur dengan depresi pascamelahirkan dan berujung kematian.

Seorang ayah dari Vancouver, Kim Chen kehilangan istrinya Florence Leung pada tahun 2016 tak lama setelah mereka menjadi orang tua. Mimpi mereka punya anak menjadi kenyataan, tetapi Leung berada di bawah banyak tekanan dan meninggal karena bunuh diri.

"Aku masih ingat membaca selebaran setelah keluarnya Flo dari rumah sakit dengan garis 'ASI Harus Menjadi Makanan Eksklusif untuk Bayi selama Enam Bulan Pertama.' Saya juga ingat poster di unit bersalin 'Payudara adalah yang Terbaik." tulis Chen dalam posting Facebook setelah kematian istrinya.

"Sementara menyetujui manfaat ASI, ada KEBUTUHAN untuk memahami bahwa tidak apa-apa untuk melengkapi dengan susu formula, dan susu formula itu adalah pilihan yang benar-benar layak, " sambungnya.

Menurut Suzanne Barston, penulis Bottled Up: How the Way We Feed Babies Has Come to Define Motherhood, and Why It Shouldn't, saatnya bagi keluarga untuk mendukung ibu.

Sudah lebih dari satu dekade sejak Barston meluncurkan blog-nya, The Fearless Formula Feeder dan menyaksikan perubahan diskusi online tentang pemberian makanan bayi mulai dari "breast is best" menjadi "feeding is best".

Kata Barston, dalam banyak kasus, ibu ingin menyusui tetapi tidak bisa karena mereka tidak memiliki sistem pendukung untuk benar-benar membuatnya bekerja.



(aci/som)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

5 Potret Stylish Vera Wang yang Kini Berusia 77 Tahun, Masih Rajin Olahraga

Mom's Life Amira Salsabila

Kisah Ayah Nabi Ibrahim Bernama Azhar untuk Diceritakan ke Anak

Parenting Annisa Karnesyia

Bunda Tidur Jam Berapa? Ternyata Jam Tidur Ideal Menurut Gen Z, Milenial, Gen X, dan Boomers Beda Jauh

Mom's Life Amira Salsabila

7 Resep MPASI Olahan Tahu untuk Menu Makan Bayi 7 Bulan ke Atas

Parenting Kinan

Eks Member T-ara Soyeon Umumkan Tengah Hamil saat Rayakan Ultah Pernikahan Ke-4

Kehamilan Dwi Indah Nurcahyani

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

5 Potret Stylish Vera Wang yang Kini Berusia 77 Tahun, Masih Rajin Olahraga

Kisah Ayah Nabi Ibrahim Bernama Azhar untuk Diceritakan ke Anak

Bunda Tidur Jam Berapa? Ternyata Jam Tidur Ideal Menurut Gen Z, Milenial, Gen X, dan Boomers Beda Jauh

7 Resep MPASI Olahan Tahu untuk Menu Makan Bayi 7 Bulan ke Atas

Eks Member T-ara Soyeon Umumkan Tengah Hamil saat Rayakan Ultah Pernikahan Ke-4

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK