sign up SIGN UP search


menyusui

Mengencangkan Payudara Usai Menyusui, Bunda Bisa Coba 5 Olahraga Ini

Annisa Afani Rabu, 23 Sep 2020 12:46 WIB
Let's take a picture for social network! Close up portrait of beautiful sportive cute gentle tender mother and daughter wearing sporty clothes making video call via internet connection caption
Jakarta -

Menyusui cenderung sering disalahkan karena payudara kendur. Namun sebenarnya payudara menjadi kendur akibat kehamilan dan faktor lainnya, Bunda.

Istilah medis untuk payudara kendur adalah ptosis. Kondisi ini terjadi karena ligamen di payudara meregang dan menyebabkan payudara kendur. Kulit kendur atau hilangnya elastisitas kulit juga dapat menyebabkan payudara kendur dan mengempis.

Banyak hal yang bisa memengaruhi kapan perubahan ini akan terjadi atau mengendur. Mengutip dari Very Well Family, berikut beberapa penyebab payudara kendur:


1. Gravitasi

Gravitasi menyebabkan saat menarik payudara Bunda ke bawah, itu meregangkan dan meregangkan ligamen payudara Bunda.

2. Ukuran dan bentuk

Payudara dengan ukuran lebih kecil dan bagian bawah yang berbentuk lebih bulat cenderung dapat menahan payudara lebih baik daripada yang lebih besar, Bunda. Selain itu, payudara yang lebih besar juga lebih mungkin untuk menyerah pada gravitasi.

3. Indeks massa tubuh

Bagi wanita dengan indeks massa tubuh (BMI) yang lebih tinggi, cenderung memiliki payudara lebih besar daripada wanita dengan BMI lebih rendah, sehingga lebih mungkin mengalami pengenduran.

4. Penurunan atau kenaikan berat badan

Dengan adanya penambahan atau penurunan berat badan yang banyak dan cepat, maka dapat mengubah bentuk payudara dan meregangkan kulit di sekitarnya.

5. Merokok

Merokok bisa menyebabkan hilangnya keelastisan kulit lho, Bunda. Dengan begitu, wanita yang merokok memiliki kemungkinan lebih besar memiliki payudara yang kendur.

6. Genetika

Faktor dari genetika juga dapat diturunkankan yakni dalam ukuran, bentuk payudara, serta kekuatan ligamen cooper yang berpengaruh pada berat badan.

7. Jumlah kehamilan

Semakin banyak anak yang dimiliki dan makin sering menyusuinya, maka payudara juga akan semakin kendur.

8. Latihan tanpa dukungan

Latihan yang melibatkan banyak gerakan payudara dapat memberikan tekanan ekstra pada ligamen payudara. Jika dengan payudara besar dan tidak memiliki penyangga yang tepat, maka hal itu dapat menyebabkan peregangan ligamen dan membuat payudara menjadi kendur.

9. Usia

Pada akhirnya, usia memang menjadi faktor yang tak dapat dihindari, Bunda. Payudara yang kendur karena usia yang tak lagi muda adalah bagian normal dari proses penuaan. Apalagi jika hal ini terjadi setelah menopause dan perubahan hormon yang dapat memengaruhi struktur serta volume jaringan payudara.

"Banyak hal yang berkontribusi pada kekencangan payudara dan setiap wanita meskipun dialami pada waktu yang berbeda. Namun tentu saja, usia pada akhirnya menjadi faktor penting bagi semua wanita," kata perawat terdaftar, Donna Murray.

10. Bra

Sebenarnya tak ada penelitian yang mengatakan bra bisa mencegah kendur, Bunda. Namun, sebagian wanita percaya bahwa dengan memakai bra yang nyaman, suportif, dan tepat dapat membantu menahan payudara melawan gravitasi dan mungkin juga menjaga ligamen agar tidak meregang terutama jika memiliki ukuran payudara yang besar.

Memiliki payudara kendur memang tidak berpengaruh pada kesehatan, tidak dimungkiri bahwa setiap wanita mungkin memiliki keinginan untuk mengembalikan bentuk punya payudaranya kembali indah.

Payudara mengendur karena menyusui

Payudara mengalami banyak perubahan selama kehamilan dan membesar untuk mempersiapkan menyusui. Setelah bayi lahir, air susu ibu (ASI) mengisi payudara, sehingga membuat kulit payudara semakin meregang.

Setelah menyapih anak dan ASI mengering, payudara mungkin tampak lebih kecil, kurang penuh, hingga kendur. Namun, perubahan payudara ini bisa terjadi meski Bunda memutuskan tidak menyusui.

Sementara usai hamil dan menyusui, payudara bisa kembali ke keadaan semula, bisa tetap lebih besar atau menjadi lebih kecil. Jika jaringan payudara menyusut, tetapi kulit tetap meregang, payudara akan terlihat kendur.

Sebenarnya, ada cara yang bisa Bunda lakukan untuk meminimalkan efek payudara mengendur akibat kehamilan dan menyusui, yakni:

Kenakan bra yang mendukung

Kenakan bra menyusui yang mendukung di siang dan malam hari saat Bunda hamil dan menyusui. Bra menyusui memberikan dukungan pada ligamen di payudara saat mereka tumbuh dan menjadi berat karena ASI.

Melatih postur yang baik

Saat membungkuk dan memiliki postur tubuh yang buruk, maka tanpa disadari tubuh memberi gravitasi lebih banyak kesempatan untuk menarik payudara turun, Bunda. Namun jika memiliki posisi berdiri atau duduk dalam posisi yang baik dengan punggung lurus dan bahu ke belakang, maka hal itu dapat membantu menopang payudara secara alami.

Pertahankan berat badan yang sehat

Makanlah dengan makanan yang seimbang, berolahraga dengan teratur, dan cobalah untuk tidak menambah atau menurunkan berat badan terlalu cepat. Jika ingin menurunkan berat badan lakukan secara perlahan karena cara ini akan mmberi waktu bagi Bunda untuk mengencangkan saat ukuran tubuh menyusut.

Minum air yang cukup

Menjaga kulit agar tetap sehat, terhidrasi dan elastisitasnya yang terjaga dapat dibantu dengan konsumsi air dengan cukup.

Jangan merokok

Berhenti atau jangan pernah memulai untuk merokok. Selain tak baik untuk kesehatan Bunda dan bayi, rokok juga dapat mengendurkan payudara.

Cara mengencangkan payudara

Usai hamil dan menyusui, beberapa Bunda mungkin memiliki keinginan untuk kembali mengencangkan payudara yang mengendur. Meskipun mungkin tak bisa membuatnya tampil seperti bentuk awal, namun bisa membantu mengencangkannya.

Caranya bisa dengan melakukan olahraga tertentu. Mengutip Health Shots, berikut olahraga yang disarankan oleh Dr. Kruti Khemani selaku fisioterapis olahraga dan pendiri Continuum Physiotherapy di Mumbai:

1. Swiss-ball chest press

Caranya duduklah di atas bola Swiss sambil memegang sepasang dimb-bells atau barbel di tangan. Lalu luruskan kaki sambil ditekuk beberapa kali di bagian lutut untuk mempertahankan punggung yang bersandar pada bola.

Jika sudah, pastikan kaki menahan tubuh dengan kuat tahan pada setiap gerakan, lalu angkat tangan ke arah langit-langit dan pertahankan cengkraman yang kuat pada beban. Selanjutnya, turunkan beban secara perlahan sampai pergelangan tangan berada di kedua sisi dada.

Berhenti dahulu untuk beberapa waktu, lalu dorong kembali dumb-bells ke arah langit-langit sambil mengambil posisi awal. Ulangi ini beberapa kali dan pastikan menggunakan kekuatan otot dada.

2. Standing arm raises with weight

Berdirilah dengan kaki terbuka selebar bahu, lalu pegang beban atau barbel di kedua tangan sambil menjaga dada dan punggung tetap lurus. Selanjutnya, dengan siku sedikit terulur ke luar dan telapak tangan menghadap ke lantai, angkat lengan hingga setinggi dada di depan tubuh. Tahan posisi ini sebentar dan turunkan kembali barbel di tangan secara perlahan.

3. Chest press

Ambil posisi yang nyaman dengan berbaring di lantai atau menggunakan bangku dengan posisi kaki yang diletakkan secara rata di lantai dan memegang barbel di kedua tangan.

Selanjutnya, pertahankan cengkraman yang kuat pada barbel, lalu angkat lengan ke arah langit-langit sehingga pergelangan tangan sejajar dengan bahu. Secara perlahan, turunkan barbel setinggi dada dan naikkan kembali untuk pengulangan.

4. Floor push-up

Cara ini bisa dilakukan dengan mudah, di mana saja, dan kapan saja, Bunda. Yang harus Bunda lakukan ialah berbaring dengan dada dan perut rata di lantai serta kaki yang direntangkan lurus.

Selanjutnya, letakkan telapak tangan di lantai setinggi dada sehingga siku ditekuk secara kasar pada sudut 45 derajat. Dengan menggunakan kekuatan otot dada dan bahu, angkat dada, perut, paha, dan lutut dari lantai. Pada titik ini, dua bagian tubuh yang bersentuhan dengan lantai hanyalah telapak tangan dan jari kaki.

Selanjutnya turunkan badan secara perlahan namun tidak menyentuh tanah, lalu kembali angkat ke posisi semula. Ulangi sebanyak mungkin sesuai kemampuan Bunda.

5. Tricep dip

Cara ini dilakukan dengan duduk di pinggir kursi atau bangku. Selanjutnya, dengan posisi membelakangi tempat duduk, pegang bagian datarnya dengan telapak tangan.

Gunakan tumit dan telapak tangan untuk menopang tubuh. Lalu, turunkan pinggul menggunakan kekuatan otot trisep atau lengan untuk bangkit kembali tanpa duduk di bangku atau menyentuh pinggul ke kursi. Ulangi latihan ini dan ingatlah untuk menjaga tubuh untuk tetap lurus dan stabil.

Mengencangkan payudara setelah menyusui bisa jadi sulit jika Bunda tidak merawatnya dengan benar saat menyusui. Karena itu, komitmen untuk berolahraga dan melakukan tindakan pencegahan untuk meminimalisir payudara mengendur ini penting.

Selamat mencoba, semoga berhasil ya, Bunda!

Bunda, simak juga 3 gerakan olahraga yang dapat kencangkan payudara dalam video berikut ini:

[Gambas:Video Haibunda]



(AFN/jue)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi