sign up SIGN UP search


menyusui

Anak Menyapih Sendiri Sebelum 2 Tahun, Intip Tips Atasi ASI Berlimpah

Asri Ediyati Sabtu, 31 Oct 2020 09:20 WIB
Young mother, holding her sick toddler boy, breastfeeding him at home, sunny living room caption
Jakarta -

Sesuai anjuran Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), menyusui anak sebaiknya dilakukan sampai dua tahun. Kenyataannya di lapangan, sebagian anak malah melakukan self weaning atau menyapih sendiri.

Menurut konselor laktasi dr.Sarah Audia Hasna, usia rawan anak menyapih sendiri itu 21-22 bulan. Jika Bunda khawatir dan ingin menyusui hingga anak 2 tahun, coba tawarkan pelan-pelan ke anak.

"Kalau benar-benar enggak mau enggak apa-apa. Enggak usah dipaksa," kata Sarah di Live Instagram HaiBunda Tanya Expert, baru-baru ini.


Tak cuma khawatir karena anak menyapih sendiri, para bunda biasanya khawatir juga soal pasokan ASInya yang masih ada atau bahkan masih melimpah.

"Bunda kan masih ada ASInya tuh, kalau umur segitu masih ada asinya. Bunda perah jadi anak dapat ASI perahnya sampai 2 tahun aja. Sampai ulang tahun kedua sudah setop semua. Enggak perlu pompa, enggak perlu apa," kata Sarah.

Bagaimana dengan risiko mastitis? Sarah mengatakan, memang biasanya konselor laktasi tidak menyarankan untuk perah di usia 20 bulanan ke atas, bagi Bunda yang memiliki pasokan ASI melimpah.

"Kita fokuskan ke direct breastfeeding. Kalaupun memang mepet terpaksa banget anak self weaning ya mau enggak mau (memerah ASI) gitu, lho. Itupun kan enggak perah se-intens pada saat dulu dia masih full ASI. Jadi sebisanya saja, semampunya saja karena dia (anak) fokusnya ke makanan," ujar Sarah.

Sarah melanjutkan, kalau Bunda takut mastitis, sebisa mungkin konsultasi ke konselor laktasi. "Jarang sih kasusnya, tapi kalau ada biasanya dikasih terapi, nanti akan membaik sendiri," katanya.

Simak juga cara mencegah mastitis berikut ini:

[Gambas:Video Haibunda]



(aci/rap)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi