sign up SIGN UP search


menyusui

Berapa Porsi ASI untuk Bayi yang Baru Mulai MPASI?

Annisa Afani Rabu, 28 Oct 2020 19:26 WIB
weaning feed newborn food habit caption
Jakarta -

Air susu ibu (ASI) menjadi sumber nutrisi paling sempurna bagi bayi. Bahkan, American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan memberikan ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupannya.

Mengutip dari Mom, penelitian menunjukkan bahwa bayi berusia 1-6 bulan yang disusui secara eksklusif pada umumnya mengonsumsi rata-rata 750 mililiter (ml) ASI per hari, Bunda. Namun, ini hanya pedoman ya, bayi yang berbeda, mungkin akan memiliki kebutuhan ASI yang berbeda pula.

Saat bayi memasuki usia 6 bulan, maka kebutuhan nutrisi yang harus dicukupi pun semakin banyak. Sehingga, si kecil mesti mendapat nutrisi tambahan, yakni dari makanan pendamping ASI (MPASI).


Tanda bayi siap diberi MPASI

Ada beberapa indikator yang menunjukkan bahwa bayi siap diberikan MPASI. Mengutip Very Well Family, tanda-tanda tersebut, yakni:

  • Bayi bisa mengangkat kepala tanpa bantuan dan bisa duduk di kursi.
  • Tertarik dengan makanan orang dewasa dan mencoba meniru cara makannya.
  • Bayi bisa mengambil sesuatu dan membawanya ke mulut mereka.
  • Kehilangan mekanisme dorong lidah yang membuat makanan keluar dari mulutnya. Mereka bisa memasukkan makanan ke dalam mulut dan menelannya.
  • Bayi mulai mengunyah

Menurut konsultan laktasi, Melissa Kotlen Menyusui dan ASI masih sangat penting saat anak beralih ke MPASI. Bahkan, para ahli merekomendasikan untuk melanjutkan ASI saat bayi diberikan MPASI, setidaknya selama tahun pertama kehidupannya.

"Menambah makanan bayi secara perlahan dimaksudkan untuk melengkapi ASI, bukan pengganti ASI," kata Kotlen.

Kegiatan menyusui sebaiknya terus berlanjut hingga si kecil setidaknya mencapai usia 12 bulan. Setelah usia 12 bulan, Bunda dan si kecil bisa memilih. Jika anak masih menginginkannya, Bunda masih bisa memberikan ASI.

"Kebanyakan bayi masih akan menyusu enam kali atau lebih dalam periode 24 jam bahkan setelah mereka mulai makan makanan padat," kata konsultan laktasi, Jan Barger, dikutip dari Baby Center.

Berapa porsi ASI untuk bayi yang mulai MPASI?

Menurut Barger, sebenarnya tidak ada jumlah pasti ASI atau susu formula yang dibutuhkan bayi selama 24 jam sejak ia mulai mendapat MPASI, Bunda.

"Itu tergantung pada usia, berat badan, dan jumlah makanan padat yang dia makan. Mungkin ada hari-hari ketika bayi tampak tidak ingin makan terlalu banyak tetapi akan banyak menyusu, dan hari-hari lain ketika ia ingin makan sepanjang hari dan tidak tertarik untuk menyusu," tuturnya.

Mengutip dari Parents, berikut porsi ASI atau susu formula yang harus tetap bayi dapatkan selama mendapat MPASI berdasarkan usia:

  • Bayi usia 4-6 bulan

Sebelum usia 6 bulan, bayi belum bisa diberi MPASI. Namun jika dengan kondisi tertentu atau bayi yang hampir berusia 6 bulan sudah diberi MPASI, maka ia membutuhkan sekitar 118-236,5 mililiter (ml) setiap empat atau lima jam dalam sehari.

"Yang penting adalah memperhatikan isyarat bayi Anda dan menyusui setiap kali dia menunjukkan keinginan," tutur Jan Barger.

  • Bayi usia 6-8 bulan

Pada usia ini, bayi membutuhkan susu sekitar 946-1.064 ml dalam periode 24 jam, Bunda. Jika bayi tampak memiliki nafsu makan yang tidak terpuaskan atau tampaknya tidak cukup makan, Bunda bisa mencoba untuk menghubungi dokter anak untuk diperiksa.

  • Bayi usia 8-12 bulan

Bayi dalam usia ini akan mulai makan lebih banyak makanan. Meski begitu, si kecil tetap membutuhkan 118-177 ml susu dalam satu waktu ya, Bunda. Ditambah lagi, si kecil mungkin akan kembali menyusu sekitar 177-236 ml sebelum tidur malam.

"Saat bayi Anda tumbuh dewasa, semakin banyak makanan padat yang dia makan, semakin sedikit ASI yang dia minum," ujar Barger.

Selain menentukan dari usia dan berat badan, Bunda juga bisa menghitung kebutuhan porsi ASI dan susu formula si kecil dengan melacak perkembangannya. Mengutip dari Mom, ada dua hal penting yang menjadi tolak ukur.

Pertama berdasarkan bagan perkembangan anak yang menjadi pedoman dari dokter. Kedua, jumlah popok kotor si kecil yang dipakai dalam sehari. Dengan melacak grafik perkembangan bayi serta jumlah popok yang dipakai, akan memberitahu Bunda apakah bayi sudah mendapatkan nutrisi yang tepat atau belum, Bunda.

Popok yang basah dan kotor menunjukkan bahwa nutrisi bayi sedang bergerak melalui sistemnya, Bunda. Rata-rata, bayi akan memakai lima hingga enam popok per hari. Namun bila kurang, Bunda perlu memperhatikannya karena ini merupakan indikasi bahwa si kecil mungkin tidak mendapatkan ASI atau susu formula yang cukup.

Frekuensi pemberian ASI

Sementara untuk frekuensi pemberian ASI, Bunda bisa menyusui di pagi hari, sebelum tidur siang, setelah memberikan camilan atau makan, dan sebelum tidur. Bunda juga bisa menyusui si kecil untuk kenyamanannya jika mereka merasa takut, kesal, atau terluka.

Saat waktu ngemil dan makan, berikan makanan padat lebih dahulu, setelah itu susui. Ini mendorong anak untuk makan makanan padat.

"Jika Anda menyusui lebih dahulu, si kecil mungkin akan kenyang dengan ASI dan kurang tertarik untuk makan MPASI yang Anda tawarkan," ujar perawat bersertifikat, Donna Murray.

Semoga informasi ini bisa bermanfaat ya, Bunda.

Bunda, simak juga ikan pengganti salmon yanb baik untuk MPASI si Kecil dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]



(AFN/jue)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi