sign up SIGN UP search


menyusui

3 Cara Cegah Payudara Bengkak & Mengurangi Produksi ASI Jelang Menyapih

Asri Ediyati Senin, 02 Nov 2020 07:48 WIB
Mother breastfeeding a new born baby boy in a hospital room caption
Jakarta -

Drama menyapih seringkali diikuti dengan masalah kesehatan lainnya. Enggak cuma si anak susah berpisah dengan ibunya, adakalanya payudara jadi bengkak dan sakit tak tertahankan.

Hal semacam ini dialami sebagian ibu menyusui yang produksi ASI-nya melimpah, lho. Kalau seperti ini, mereka yang ASI-nya masih melimpah bisa berisiko mengalami engorgement bahkan mastitis.

Walau jarang kasus mastitis usai menyapih terjadi, hal ini dibenarkan oleh konselor laktasi dr. Sarah Audia Hasna.


"Jarang sih kasusnya, tapi kalau ada biasanya dikasih terapi, nanti akan membaik sendiri," kata Sarah.

Duh, kalau bisa jangan sampai terjadi ya, Bunda. Nah, bagaimana mengurangi produksi ASI menjelang menyapih? Berikut caranya:

1. Hindari menyusui atau memompa ketika anak usia 20 bulan ke atas

Jika Bunda memiliki gol untuk memberi ASI hingga 24 bulan alias 2 tahun, coba hindari menyusui atau memompa ASI ketika anak berusia 20 bulan ke atas.

Sesuai dengan prinsip supply and demand. Jika permintaan meningkat, pasokan ASI meningkat. Sebaliknya, jika kita berhenti atau mengurangi frekuensi perlahan, pasokan ASI akan berkurang.

Dilansir Medical News Today, tubuh akan memberitahu payudara untuk memproduksi lebih sedikit ASI. Jadi tentunya ini akan bekerja secara otomatis, Bunda.

2. Konsumsi herbal dan teh

Beberapa teh herbal berpotensi bisa mengurangi pasokan ASI. Namun, sejauh mana mereka bekerja tergantung pada apakah mereka mengandung herbal yang tepat untuk mengurangi produksi ASI atau tidak.

Beberapa tumbuhan dapat membantu, termasuk sage yang bisa dikonsumsi dalam bentuk teh, kemudian melati juga biasanya terdapat dalam teh.

Lalu, minyak peppermint, dapat mengurangi suplai ASI ketika seseorang mengoleskannya langsung ke payudara. Minyak ini juga dapat meredakan nyeri akibat pembengkakan. Namun, minyak ini beracun pada dosis yang cukup tinggi.

Konsumsi peterseli atau parsley juga bisa mengurangi produksi ASI. Seperti melati, peterseli dapat menurunkan kadar prolaktin. Bunda bisa gunakan peterseli sebagai bumbu atau makan sebagai bagian dari salad.

3. Obat anti-prolaktin dan pil KB hormonal

Obat-obatan seperti cabergoline dan bromocriptine mengurangi kadar prolaktin, membantu mengurangi suplai ASI. Namun, penelitian belum menilai seberapa baik obat ini bekerja di kemudian hari saat menyusui, seperti saat menyapih balita.

Lalu, pil KB hormonal bisa membantu mengurangi produksi ASI. Hormon estrogen yang terdapat dalam pil inilah yang bisa menekan suplai ASI.

Namun, perlu Bunda catat bahwa penggunaan obat anti-prolaktin dan pil KB harus diawasi dan diresepkan oleh tenaga kesehatan.

Semoga informasi ini bisa membantu Bunda ya.

Simak juga cara mencegah mastitis berikut ini:

[Gambas:Video Haibunda]



(aci/rap)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi