sign up SIGN UP search


menyusui

7 Jenis Minuman Pelancar ASI Terbaik bagi Ibu Menyusui

Annisa Afani Rabu, 11 Nov 2020 16:25 WIB
Young beautiful woman is breastfeeding a little baby in a cozy room. On the table there is a white Cup and a green plant. On the wall hang a white empty picture frames. No images of nudity caption
Jakarta -

Bagi setiap ibu yang menyusui, menjaga pasokan air susu ibu (ASI) sangat penting. Tujuannya agar kebutuhan nutrisi si kecil terpenuhi ya, Bunda.

Untuk itu, ibu menyusui atau busui perlu menjaga kebutuhan gizi dari makanan dan minuman yang dikonsumsi sehari-hari. Karena sebagaimana yang dikutip dari buku Anti Panik Menjalani Kehamilan, banyaknya ASI yang diproduksi bisa dipengaruhi oleh kecukupan asupan harian ibu menyusui.

"Ibu menyusui yang membatasi asupan makanan kurang dari 1.500-1.800 kkal per hari akan memproduksi ASI lebih sedikit dibanding yang cukup makan," kata tim penulis.


Tak hanya dengan makanan, memaksimalkan dan melancarkan ASI juga dapat dilakukan dengan mengonsumsi beberapa jenis minuman. Menyusui akan membuat busui sangat haus, sehingga harus mengonsumsi cairan supaya tetap terhidrasi.

Minuman pelancar ASI

Air mineral adalah yang terbaik, tapi bisa menjadi sangat membosankan untuk dikonsumsi sepanjang waktu oleh busui supaya tetap terhidrasi. Nah, dikutip dari beberapa sumber, berikut sejumlah minuman yang dapat dikonsumsi sebagai pelancar ASI:

1. Air mineral

Melansir Mayo Clinic, ibu menyusui disarankan untuk minum dan mendapatkan setidaknya 13 gelas atau 3,1 liter air per hari, Bunda. Dengan mencukupi kebutuhan ini, bisa meningkatkan total volume ASI, mencegah dehidrasi, dan menggantikan cairan yang hilang selama menyusui.

2. Infused water

Bosan minum air mineral memang menjadi hal yang lumrah, Bunda. Jika hal tersebut dialami, maka ibu menyusui bisa membuat infused water agar membuat minuman memiliki rasa.

Infused water akan memuaskan keinginan ibu menyusui untuk mengonsumsi minuman berasa tanpa menambahkan gula dan lainnya. Untuk membuatnya, dikutip dari Mom365, cukup isi wadah minum dengan beberapa irisan buah, es secukupnya, lalu tambahkan dengan air putih biasa.

Beberapa jenis isian infused water yang direkomendasinya, seperti mentimun, melon, stroberi, semangka, raspberry, lemon, serta daun mint untuk menciptakan aroma segar. Aduk semua bahan untuk mempercepat proses penyebaran rasa, atau bisa biarkan dalam lemari es semalaman.

3. Teh herbal

Minum teh dapat membuat ibu menyusui merasa tenang. Namun ibu menyusui harus berhati-hati terhadap teh karena jenis tertentu digunakan untuk menyapih, teh ginseng juga tidak baik untuk ibu dan bayi yang disusuinya.

4. Jus wortel

Wortel dapat memberikan dukungan besar untuk ibu menyusui karena kaya vitamin A yang dapat meningkatkan kualitas produksi ASI, Bunda. Mengonsumsi wortel bisa dalam bentuk mentah untuk dijadikan salad atau jus dan diminum secangkir di pagi hari saat sarapan.

5. Susu

Mengutip Parenting Firstcry, susu secara alami mengandung asam folat, kalsium, dan lemak sehat, yang dapat membantu produksi ASI dan memastikannya memiliki gizi seimbang untuk bayi yang disusui. Oleh karenanya, penting bagi ibu menyusui untuk minum segelas susu sapi setidaknya dua kali dalam sehari untuk meningkatkan produksi ASI.

Banyak bayi tampak rewel sebenarnya bereaksi terhadap produk susu yang diminum ibunya. Menurut KellyMom, produk susu adalah penyebab pertama masalah bayi menyusui. Jika Bunda ingin atau perlu mengurangi produk olahan susu tapi ingin mengonsumsinya, alternatifnya adalah susu almond.

6. Jus buah dan sayur

Jus buah dan sayur hampir dapat disamakan seperti air mineral, Bunda. Ini karena keduanya dapat membantu memenuhi kebutuhan cairan, memberi tambahan vitamin serta melancarkan ASI.

Untuk memperoleh hasil yang maksimal, ibu menyusui bisa minum jus yang mengandung 100 persen buah atau sayuran tanpa tambahan gula atau sirup. Sebagai catatan, buah jeruk mungkin tidak akan cocok karena dapat menimbulkan reaksi sensitif pada bayi yang menyusu.

Sebaiknya buat jus sendiri dibanding harus membeli dalam bentuk kemasan. Selain itu, hindari gula ekstra atau sirup jagung fruktosa tinggi. Untuk jus sayuran, ibu menyusui juga harus memperhatikan kandungan natrium agar tidak berlebihan.

7. Seltzer water

Seltzer water merupakan minuman dengan soda yang mengandung mineral tinggi dan dianggap sehat untuk diminum, Bunda. Selain itu, minuman ini juga tidak mengandung gula dan bebas kafein sehingga sangat aman bagi ibu menyusui.

Minuman yang harus dibatasi selama menyusui

Minuman yang sebaiknya Bunda batasi selama menyusui adalah minuman yang mengandung kafein. Meski penelitian belum menunjukkan efek samping permanen atau mengancam jiwa dari minum kafein selama menyusui, namun berpotensi menyebabkan masalah.

Bayi yang terpapar kafein melalui ASI mungkin lebih mudah tersinggung atau sulit tidur. Dokter OBGYN dan pakar kesehatan wanita di Pusat Kesehatan Providence Saint John di Santa Monica, California, mengatakan bahwa kafein bisa bertahan di sistem tubuh selama 5020 jam.

"Jika Anda sedang minum obat, memiliki lemak tubuh yang tinggi atau masalah medis lainnya, itu mungkin bertahan lebih lama," ujarnya, dikutip dari HealthLine.

Bunda perlu tahu bahwa kafein dapat bertahan dalam sistem bayi baru lahir lebih lama daripada sistem orang dewasa. Akibatnya, bayi yang terpapar kafein bisa rewel dan sulit tidur.

Minuman yang mengandung kafein, di antaranya teh hijau dan kopi. Namun teh hijau tidak mengandung kafein sebanyak kopi, bahkan ada jenis yang bebas kafein. Delapan ons teh hijau biasa mengandung sekitar 24-45 miligram (mg), sedangkan kopi mengandung 95-200 mg kafein.

"Secara umum Anda bisa minum satu hingga tiga cangkir teh hijau sehari dan tidak akan memberi efek berbahaya pada bayi baru lahir. Tapi disarankan tidak mengonsumsi lebih dari 300 mg kafein sehari jika Anda sedang menyusui," tutur Ross.

Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), ASi mengandung kurang dari 1 persen kafein yang dikonsumsi ibu. Jika ibu menyusui minum lebih dari tiga cangkir, masih baik-baik saja. Namun, jika mengonsumsinya lima cangkir atau lebih, maka bayi kemungkinan akan rewel.

Kendati demikian, metabolisme orang memproses kafein berbeda. Sebagian orang memiliki toleransi yang lebih tinggi, dibanding lainnya dan itu pun berlaku pada bayi. Karena itu, sebaiknya perhatikan konsumsi minuman berkafein saat Bunda menyusui dan perhatikan perubahan perilaku bayi dari banyaknya kafein yang dikonsumsi.

Selain teh dan kopi, cokelat dan soda juga mengandung kafein lho, Bunda. Menggabungkan minuman tersebut dengan teh atau kopi bisa meningkatkan asupan kafein secara keseluruhan.

Jika Bunda khawatir mengosumsi banyak kafein dalam teh hijau, pilih teh hijau yang bebas kafein, teh hitam, teh putih, teh chamomile, teh jahe, dan teh peppermint.
Di samping itu, jika Bunda khawatir telah mengonsumsi banyak kafein, maa jangan susui bayi untuk sementara.

"Jika Anda merasa seolah-olah telah mengonsumsi sesuatu yang tidak aman untuk bayi, yang terbaik adalah memompa (mengosongkan) dan membuangnya selama 24 jam. Setelah 24 jam, Anda bisa kembali menyusui dengan aman," ujar Ross.

Bunda, simak juga cara aman cegah kehamilan bagi ibu menyusui dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]



(AFN/jue)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi