sign up SIGN UP search


menyusui

Makanan yang Harus Dihindari Ibu Menyusui, Bunda Perlu Tahu

Erni Meilina Minggu, 31 Jan 2021 10:55 WIB
Makanan dan Minuman yang Dikurangi atau Dihindari Saat Menyusui
Ibu menyusui caption

3. Kafein

Bukan hanya teh dan kopi yang mengandung kafein, tapi kafein juga ada dalam cokelat dan berbagai minuman energi serta minuman ringan. Sebaiknya, Bunda bisa lebih bijak untuk mengurangi kafein saat menyusui karena ini adalah stimulan yang dapat membuat si kecil menjadi gelisah. Jika Bunda memang minum kafeina, usahakan untuk tidak mengonsumsi lebih dari 300 mg sehari. Berikut beberapa rincian dalam penggunaan kafein agar Bunda lebih paham.

• 1 cangkir kopi saring = 140 mg
• 1 cangkir kopi instan = 100 mg
• 1 kaleng minuman energi (250 ml) = 80 mg (kaleng yang lebih besar dapat berisi hingga 160 mg kafein)
• 1 cangkir teh = 75 mg
• 1 (50 g) batang coklat polos = hingga 50 mg
• 1 minuman cola = 40 mg

4. Alkohol

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), tidak minum alkohol adalah pilihan teraman selama menyusui. Namun, minum sesekali kemungkinan aman, selama Bunda berhati-hati tentang jumlah dan waktunya.


Berapa banyak alkohol yang dapat diperoleh bayi dari ASI tergantung pada seberapa banyak alkohol yang Bunda konsumsi dan kapan Bunda mengonsumsinya. Penelitian menunjukkan bahwa jumlah alkohol dalam ASI mencapai puncaknya 30–60 menit setelah Bunda minum terakhir kali.

Selain itu, alkohol dapat bertahan dalam sistem Bunda hingga 2-3 jam. Ini hanya untuk satu minuman. Semakin banyak alkohol yang Bunda konsumsi, semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk dibersihkan dari tubuh Bunda.

Selain itu, asupan alkohol yang berlebihan dan sering selama menyusui telah dikaitkan dengan peningkatan risiko pola tidur yang terganggu, keterlambatan keterampilan psikomotor, dan bahkan keterlambatan kognitif di kemudian hari.

5. Susu sapi

Alergi susu sapi adalah salah satu alergi makanan anak yang paling umum. Meskipun lebih umum terjadi ketika susu formula bayi pertama kali diperkenalkan atau ketika si kecil mulai makan makanan padat, hal itu dapat terjadi saat menyusui.

Gejala berupa reaksi kulit seperti ruam merah yang gatal, bengkak pada bibir, wajah dan sekitar mata, sakit perut, muntah, kolik, diare atau sembelit hidung berair atau tersumbat, serta eksim. Beberapa bayi tidak toleran laktosa atau gula alami dalam susu. Artinya Si Kecil tidak bisa mencernanya. Tapi ini bukan alergi dan mungkin hanya sementara. Gejalanya meliputi diare, muntah, dan sakit perut.

(som/som)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi