sign up SIGN UP search


menyusui

Susu Sapi Bisa Dukung Pertumbuhan Anak, Benarkah?

Melly Febrida Senin, 22 Feb 2021 15:47 WIB
Child having breakfast. Kid drinking milk and eating cereal with fruit. Little boy at white dining table in kitchen at window. Kids eat on sunny morning. Healthy balanced nutrition for young kids. caption

Susu sapi tampaknya menjadi minuman populer di kalangan anak-anak di segala usia. Bahkan, sejumlah produk mengklaim susu sebagai cara untuk meningkatkan pertumbuhan anak. Bunda mungkin bertanya-tanya, apakah ada bukti ilmiah yang mendukung klaim ini?

Kathy W. Warwick, R.D., CDE, ahli gizi terdaftar dan pendidik diabetes bersertifikat mengatakan susu sudah telah lama dikaitkan dengan tumbuh menjadi besar dan kuat. Salah satu studi ilmiah pertama yang mengevaluasi hubungan susu dengan pertumbuhan masa kanak-kanak dilakukan pada tahun 1928. 

"Dari studi itu diperkirakan terjadi peningkatan berat badan dan tinggi badan sebesar 20% di antara anak-anak yang minum susu, dibandingkan anak yang tidak minum susu," kata Warwick dilansir Health Line.

Penelitian yang lebih baru yang berfokus pada efek susu pada pertumbuhan anak telah memberikan hasil yang beragam, terutama ketika faktor sosial ekonomi, seperti pendapatan dan akses ke makanan bergizi, dipertimbangkan.

Sebuah studi baru-baru ini mengaitkan konsumsi susu dengan 1,9% risiko lebih rendah mengalami pertumbuhan stunting (terhambat) pada anak-anak antara usia 6 bulan dan 5 tahun. Menariknya, hubungan tersebut lebih kuat di antara anak-anak yang tinggal di negara maju yang memiliki akses untuk makanan padat gizi lainnya.


Banner tanaman hiasFoto: HaiBunda/Mia Kurnia Sari

Warwick menjelaskan, para ahli berasumsi bahwa hubungan positif antara asupan susu dan pertumbuhan masa kanak-kanak, sebagian disebabkan variasi nutrisi. Susu mengandung banyak nutrisi penting, termasuk protein, kalsium, kalium, seng, dan vitamin A. Semuanya penting untuk pertumbuhan selama masa kanak-kanak. Beberapa produk susu juga diperkaya dengan vitamin D.
 
Susu juga merangsang produksi hormon yang dikenal sebagai faktor pertumbuhan mirip insulin-like growth factor 1 (IGF-1).  IGF-1 sangat terlibat dalam pertumbuhan dan perkembangan jaringan tulang dan otot.

"Meskipun demikian, perlu dicatat bahwa nutrisi ini tidak hanya terdapat pada susu. Jika susu tidak tersedia atau Anda memilih untuk tidak memasukkannya ke dalam makanan anak Anda, Anda dapat memperoleh nutrisi tersebut dari makanan lain," ujar Warwick.

Kalau Bunda berencana memberikan susu untuk anak-anak, Warwick berpesan harus menunggu hingga mereka berusia minimal 1 tahun, karena memberikan susu terlalu dini dapat meningkatkan risiko kekurangan zat besi.

American Academy of Pediatrics merekomendasikan bahwa pilihan minuman untuk anak-anak berusia 12 bulan ke atas dibatasi pada ASI atau susu formula bayi, air, dan susu plain. "Setelah anak Anda berusia 1 tahun, asupan susu mereka harus dibatasi hingga 2 cangkir (500mL) per hari," katanya.

Melansir Healthy Children, bayi umumnya tidak mudah mencerna susu sapi biasa semudah mencerna susu formula. Selain itu, susu sapi juga mengandung protein dan mineral tinggi yang membuat stres pencernaan bayi. Bahkan, Head of Medical Kalbe Nutritionals dr. Muliaman Mansyur pernah mengatakan susu sapi tidak memiliki nutrisi yang cukup untuk tumbuh kembang bayi seperti yang terkandung dalam susu formula.

"Susu formula adalah nutrisi yang bisa menunjang pertumbuhan dan perkembangan anak dan pada umumnya berbentuk powder. Berdasarkan bahannya, susu formula berbahan dasar protein susu sapi dan isolat protein kedelai (soya). Di samping protein, susu pertumbuhan ini memang dilengkapi dengan karbohidrat, lemak dan zat gizi lain yang dibutuhkan bayi dan anak untuk melengkapi nutrisi hariannya untuk tumbuh dan kembang," ujarnya kepada HaiBunda beberapa waktu lalu.

Dapatkan informasi menarik lain seputar susu sapi di video berikut ya, Bunda

[Gambas:Video Haibunda]



(fia/fia)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi